Belenggu Cinta Anak Tiri

Belenggu Cinta Anak Tiri
Bab 24


__ADS_3

Axel kembali dari kampus, wajahnya terlihat lusuh dan kurang bergairah. Nia mendekati anak majikannya untuk menawarkan minuman dan makanan ringan, tapi Axel tak tertarik dengan tawaran itu dan memerintahkan Nia untuk pergi.


Nia kembali ke dapur, disana ada mang Ujang sedang asyik mengaduk secangkir kopi. Dia adalah seorang penjaga keamanan yang selalu mendapat jatah jaga malam.


"Neng, kenapa kamu menggerutu tidak jelas seperti itu?" Tanya mang Ujang saat melihat bibir Nia naik turun tanpa suara.


"Itu den Axel, ditawari makanan sama minuman baik baik malah ngusir sambil marah," sahut Nia.


"Jangan dekat dekat dengan den Axel, dia sedang banyak pikiran,"


"Pikiran apa?"


"Memang kamu tidak lihat sosmed? Berita perselingkuhannya dengan Non Dinda tersebar luas disana,"


"Ah, astaga. Siapa yang sudah menyebarkan berita itu?"


"Mamang mana tau, mungkin ada orang yang tidak suka dengan mereka berdua,"


"Kalau sampai ketahuan Pak Agus bisa gawat nih, kita semua juga bakal kena semprot,"


"Ya, mau bagaimana lagi? Kita kan cuma pegawai rendahan."


Obrolan dua pekerja itu tak sengaja di dengar oleh Dinda yang sengaja menguping dari balik pintu dapur. Ternyata tebakan Dinda benar, berita yang tersebar luas tentang inisial D dan A adalah dirinya dan Axel.


Jantung Dinda mau copot seketika, dia merasa tidak punya wajah lagi untuk keluar dari rumah. Jangankan rumah, keluar kamar pun dia merasa sangat malu. Apa lagi para pekerja dirumah itu diam diam suka membicarakan hubungan terlarangnya dengan Axel di belakang.


Apakah Axel sudah mengetahui tentang hal Ini? Dinda harus mengajak Axel berbicara untuk membahas tentang kelanjutan hubungan mereka berdua.


Dinda mencari keberadaan Axel di setiap sudut rumah, hingga akhirnya dia menemukan pria itu di balkon sedang merokok dan meminum minuman beralkohol. Jelas sekali Axel sedang tertekan, tapi Dinda tidak tau dia tertekan karena apa.

__ADS_1


"Axel," panggil Dinda. Pria itu menoleh kearah sumber suara.


"Iya sayang, ada apa?" Axel melempar senyum kecil padanya.


"Apa kamu sudah tau kalau berita tentang kita berdua viral di sosmed?"


"Ya, aku tau,"


"Siapa penyebar berita itu?"


"Jesika. Aku sudah memberinya hukuman setimpal,"


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Kita nikmati saja semuanya, jangan terlalu diambil pusing,"


"Kita hadapi bersama sama."


***


Selesai melakukan hubungan terlarang, Axel tertidur pulas di kamar Dinda. Dia enggan pindah ke kamarnya sendiri karena merasa sayang jika harus meninggalkan guling hidupnya.


Suara mobil tiba tiba terdengar begitu nyata di telinga Dinda. Itu seperti mobil yang biasa dinaiki oleh Agus, nyatanya pria itu kembali dari luar kota.


"Axel, cepat pindah kamar. Ayahmu pulang," ucap Dinda sambil menggoyang goyang tubuh Axel. Axel membuka mata, dengan berat hati axel harus pindah ke kamar sebelah.


Dalam hati Axel merasa kesal, karena Ayahnya kembali dalam waktu yang cukup singkat. Biasanya kalau ke luar kota, dia pasti akan lama. Bisa sebulan, dua bulan atau berbulan bulan. Tapi kali ini pria tua itu pulang lebih awal.


"Tok... Tok... Tok..."

__ADS_1


Agus mengetuk pintu, Dinda segera membukanya dan berpura pura terkejut.


"Loh, Bapak sudah pulang?" sapa Dinda ramah.


"Iya, aku pulang lebih awal karena rindu padamu," rayu Agus.


Agus memperhatikan ranjang miliknya yang sedikit berantakan. Selimut di lantai, bantal tidak tersusun dengan rapih. Apa yang baru saja terjadi?


Agus mengalihkan pandangannya pada Dinda sang istri, rambutnya terlihat lepek dan acak acakan. Apa akhir akhir ini Dinda melakukan aktifitas berat dan suruh dia tidur? Agus menduga duga di dalam hati.


***


Jam makan siang tiba, keluarga berkumpul dan makan bersama. Agus menyodorkan oleh oleh pada putranya, sebuah kotak berisi jam tangan mahal.


"Terimakasih," ucap Axel dengan wajah datar.


Axel kesal karena Ayahnya cepat kembali, pria tua itu kembali menguasai wanita yang dia cintai dengan setengah hati.


Sepanjang acara makan, Agus terus menggoda Dinda dengan kata kata manis nan mesra. Hingga membuat Dinda salah tingkah dan merona. Meski cemburu, tidak ada yang bisa Axel lakukan selain diam.


Jengah melihat pemandangan yang terasa menyayat hati, Axel menyudahi acara makannya dan pergi mengurung diri di dalam kamar.


Didalam kamar, Axel mengamuk. Dia tidak rela kalau Dinda di cumbu rayu oleh Agus, walaupun hal itu adalah hal yang lumrah dilakukan oleh pasangan suami istri sah. Apalagi keduanya telah lama tidak bertemu.


Dalam hati, Axel ingin sekali membuat Agus dan Dinda berpisah. Tapi dia tidak tau cara apa yang bisa dia gunakan untuk memisahkan suami istri itu.


"Dinda, selamanya kamu hanya boleh menjadi milikku. Aku akan mencari cara untuk merebut kamu dari Ayahku sendiri!" Gerutu Axel sambil mengepalkan kedua telapak tangannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2