Belenggu Cinta Anak Tiri

Belenggu Cinta Anak Tiri
Bab 22


__ADS_3

Jesika kalang kabut,sudah beberapa hari Axel tidak menelfon dirinya. Saat bertemu di kampus Axel seperti menjauh dan menghindari dirinya.


Sore itu, Jesika memutuskan untuk menemui Axel. Dia ingin meminta kejelasan untuk hubungan mereka berdua yang mulai tak semanis dan harmonis seperti dulu.


Jesika datang berkunjung ke kediaman Axel. Dari jauh, dia melihat Dinda sedang asyik menyirami tanaman sambil bersenandung ria. Tak lama, Axel muncul dan memeluk wanita itu dari belakang.


Deg...!


Jesika menganga, dia terkejut melihat perlakuan Axel pada Ibu tirinya itu. Kenapa Axel berani memeluk Dinda? Kenapa juga Dinda tak marah kepadanya? Apakah mereka berdua saling menyukai satu sama lain?


Puluhan tanda tanya muncul di benak Jesika.Tak ingin hanya menjadi penonton dari sebrang jalan, Jesika menghampiri dua manusia yang sedang asik bermesraan di teras rumah itu.


"Ehem..." Jesika berdehem.


Axel terkejut dengan kedatangan Jesika, dia langsung melepaskan pelukannya pada Dinda.


"Jesika, sejak kapan kamu ada disitu?" Axel mengerutkan keningnya.


"Sejak tadi," Jesika melirik kearah Dinda yang bersikap dingin kepadanya.


"Mau apa kamu datang ke mari?" Celetuk Axel.


"Mau apa katamu? Tentu saja aku ingin meminta penjelasan padamu tentang hubungan kita. Kenapa akhir akhir ini kamu mengabaikan aku?" Desak Jesika.

__ADS_1


"Karena aku," sambung Dinda pede.


"Jadi tebakanku benar, kalian berdua berselingkuh?" Jesika merasa sedikit tak percaya.


"Iya, benar." Sahut Dinda.


Axel diam seribu bahasa, dia tidak tega melihat mata Jesika berkaca kaca. Bagaimanapun Jesika sangat tulus mencintainya, bahkan sampai rela mengorbankan segalanya untuknya.


Tapi apa yang Jesika dapat dari Axel? Sebuah penghianatan yang terpampang nyata di depan mata. Bahkan dengan Ibu sambungnya sendiri.


Entah apa yang sedang ada di dalam benak Jesika saat ini, mungkin dia akan mengira kalau Axel dan Dinda memiliki gangguan jiwa. Karena hanya orang gila saja yang berani menjalin hubungan terlarang dalam satu atap.


Axel dirundung pusing. Bagaimana kalau Jesika mengatakan tentang semua itu kepada teman temannya di kampus? Nama baik Axel akan rusak, walaupun dia tidak pernah memiliki nama baik.


"Tidak ada maaf bagimu!" Jesika menyeka air matanya dan beranjak pergi dari rumah besar itu.


Ada rasa nyeri dihati Dinda saat melihat ekspresi wajah Axel ketika bertemu dengan Jesika. Jelas sekali, ada sedikit rasa bersalah disana. Mungkinkah karena Axel menyukai Jesika? Atau hanya karena rasa kemanusiaan saja?


Dinda cemburu, dia melempar selang air yang sedang di pegang dan pergi meninggalkan Axel tanpa bicara.


"Dinda, tunggu aku!" Panggil Axel. Tapi wanita itu memperdulikan Axel.


Axel mempercepat langkahnya agar bisa mencegat Dinda dan menahannya di sisi tembok rumah.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" Tanya Axel bingung.


"Kamu suka padanya kan?" Tanya Dinda.


"Kenapa kamu bisa punya pemikiran seperti itu huh?"


"Wajahmu begitu sedih dan terluka saat melihat Jesika menangis."


Axel terdiam. Dia mencoba merenungi kalimat yang keluar dari mulut Dinda. Benarkah sebenarnya Axel ada rasa dengan Jesika? Kenapa baru sekarang dia menyadarinya?


Tidak bisa, dia tidak boleh serakah. Mencintai dua wanita sekaligus adalah hal yang tidak baik, meskipun dia bukanlah pria yang baik.


"Sayang, aku hanya mencintai kamu seorang. Percayalah padaku," Axel menghiba. Dia mendekati Nirina dan memeluknya.


Dinda melunak, dia memejamkan mata dan meresapi semua rasa yang Axel salurkan lewat sentuhan kulit. Dia terlihat jujur, mungkin memang Dinda saja yang terlalu takut kehilangan.


Wajar, Axel sangat berarti bagi Dinda. Tidak ada pria lain di hati Dinda selain Axel walaupun mereka berdua telah lama putus.


"Aku harap apa yang kamu katakan benar, bukan sebuah kebohongan dan rayuan semata," celoteh Dinda.


"Aku mana berani membohongi kamu, nanti aku tidak diberi jatah itu," bisik Axel di telinga Dinda.


Dinda tersenyum, dia menjewer telinga Axel sampai memerah. Bisa bisanya disaat seperti itu Axel menggodanya dengan kalimat nakal. Tapi jujur saja, Dinda paling suka digoda oleh Axel.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2