Belenggu Cinta Mafia

Belenggu Cinta Mafia
Perayaan


__ADS_3

"Daddy tahu apa yang menjadi penyebab kegelisahan mu, Zain, bukan maksud daddy untuk ikut campur dalam urusanmu, daddy yang memaksa Andra untuk bicara apa yang terjadi selama di Dubai, jangan memberikan hukuman padanya itu bukan kesalahan dia." jelas Daddy Brian.


Hening, Zian masih memikirkan ucapan daddy Brian, "Lalu apa tanggapan daddy mengenai hal ini, apa aku mempunyai kesempatan untuk menemukan dia, dad?"


"Iya, daddy juga membawa informasi yang mungkin berguna untukmu, ya, kamu memang sudah meminta daddy untuk tak ikut campur dalam masalahmu ini, tapi aku sebagai daddy mu tak mungkin hanya tinggal diam berpangku tangan dan membiarkanmu menghadapi kesulitan sendiri, jelas daddy akan ikut campur. Meski informasi yang daddy bawa tidak banyak tapi daddy rasa cukup untuk membantumu menemukan titik terang."


"Satu lagi, daddy tidak kecewa karena kamu gagal membunuh musuh kita, jangan kamu cari dia, cukup tunggu saja dia pasti akan muncul kembali, di saat itu kamu pasti akan mampu untuk menghabisinya, daddy sangat percaya pada kemampuanmu Zain, jadi jangan pernah berkecil hati."


"Zain beruntung memiliki daddy di dalam hidup Zain, dan untuk bantuan ini akan Zain gunakan sebaik mungkin." Zain memeluk daddy Brian, hubungan ayah dan anak itu semakin kuat, meski tak ada ikatan darah di antara mereka.


"Kamu bisa menemuinya di markas kita, mungkin dia bisa memberikanmu petunjuk mengenai siapa pelenyap orang tua kandungmu, atau bahkan dia salah satu dari pelaku itu." setelah mengatakannya daddy Brian meninggalkan kamar Zain, memberikan waktu putranya untuk berpikir dengan jernih.


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


Di sebuah ruangan bercat putih tampak sebuah beberapa alat medis terpasang di badan pria paruh baya tersebut.


"Kalian tak akan pernah aku biarkan hidup tenang, apa yang terjadi pada ayahku kalian harus membayarnya, terutama kau Zain Miller. Aku akan membalasnya tunggu saja waktu itu akan segera tiba." ucap Seorang pemuda yang tengah berdiri di samping tubuh pria paruh baya tersebut.


Ckleek


Seorang Dokter membawa beberapa alat medis masuk ke dalam ruangan bercat putih itu.


"Saya akan memeriksanya sebentar tuan Dion, setelah itu saya akan kembali ke rumah sakit karena ada pasien yang harus saya tangani." ucap Dokter Andre yang merupakan Dokter keluarga Wiliam.


"Bagaimana keadaan daddy saya, apa semuanya baik-baik saja dan kapan kiranya daddy saya bisa siuman?" beberapa pertanyaan Dion lontarkan pada Dokter Andre.


"Kondisi ayah anda cukup serius, luka yang di peroleh adalah luka dalam penyembuhannya juga cukup lama, untuk siuman mungkin besok beliau sudah bisa bebas dari obat bius, mengingat usianya jangan perbolehkan dulu ayah anda untuk melakukan hal yang berat." Jelas Dokter Andre kemudian berlalu keluar dari ruangan tersebut.


Setelah mendengar penjelasan dokter, kedua tangan Dion terkepal, kemarahan sudah sampai ke ubun-ubunnya tapi Dion tak bisa berbuat apapun mengingat daddy nya tak mengizinkan siapapun tahu mengenai apa yang telah mereka lakukan.


Pria paruh baya yang terbaring di tempat tidur itu bernama Albert Wiliam seorang pengusaha di bidang properti dan juga penguasa dunia gelap, nama aslinya adalah Digoza musuh sejati Brian Miller. Digoza telah kembali, sempat di buang ke tempat terpencil namun akal licik dari seorang Digoza tak akan pernah hilang, dia begitu pandai mengelabui anak buah Brian yang bertugas menjaga dirinya di pulau terpencil itu, Digo juga merubah wajahnya sampai tak ada yang mengenalinya lagi, Digo lalu bertemu dengan Monic William. Monic yang merasa kasihan dengan keadaan Digoza waktu itu membantunya dan merawatnya, tak lama cinta tumbuh di antara meraka, hingga akhirnya menikah dan dari hubungan meraka melahirkan Dion William. Dengan kekayaan milik Monic, Digoza melakukan operasi plastik yang merubah seluruh wajahnya saat itu, dari perubahan wajah Digo seiring perubahan wajah namanya juga berubah menjadi Albert William tak ada yang bisa menebak siapa sebenarnya dia, termasuk Brian yang kerap kali melakukan kerja sama dengan Digo.


"Daddy, bangunlah jangan tinggalkan aku seperti mommy meninggalkan aku, yang ku punya sekarang hanyalah daddy ku mohon bangunlah." Dion berusaha memberikan semangat untuk daddy nya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Seorang gadis berpenampilan elegan sedang berdiri di depan cermin, memantau penampilannya apakah sudah serasi atau belum.


"Cantik!! Sepertinya aku terlalu serakah memiliki kecantikan yang tiada tandingannya bahkan kakakku saja kalah denganku kalau soal kecantikan." Keysa bermonolog.


"Semoga hari ini aku bisa mendapatkan pekerjaan, apapun itu yang terpenting aku bisa menyambung hidup, masak iya aku sendiri yang memutuskan keluar dari rumah tapi aku tetap memakai fasilitas yang di berikan oleh ayah, itu namanya sama saja tidak mandiri dan merepotkan orang tua." Keysa mencoba memberikan sugesti pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Keysa melangkahkan kakinya keluar dari kontrakan tak lupa menguncinya takut ada maling yang membobol kontrakannya sebab di sekitar kontrakan keysa kerap kali ada berita seperti itu entah itu nyata atau tidak Keysa sendiri tak tahu.


lagian apa yang mau dicuri dari rumah Keysa? saat ini di dalam kontrakannya saja tak ada perabotan berharga yang keysa miliki, jadi sepertinya sayang jika malingnya pergi ke kontrakan milik keysa hanya akan pulang membawa angin.


"Berikan kemudahan pada ku Tuhan, semoga aku bisa mendapatkan pekerjaan." Keysa berharap banyak kali ini.


Amplop berisi lamaran pekerjaan itu menemani setiap langkah Aisyah, mencari tempat yang sesuai dengan keadaannya, hingga mendarat pada meja tempat makan sebuah lestoran, kebetulan Keysa tak ada jadwal kuliah hari ini jadi dia bebas melamar pekerjaan.


"Harus kemana aku mencari pekerjaan, sudah hampir semua aku melamar pekerjaan tapi nyatanya tak ada satupun yang memberikanku kesempatan, apa aku melamar di tempat ini saja ya, aku lihat pelayan di sini tidak terlalu banyak sedangkan pembelinya cukup ramai pastilah aku di terima di sini."


"Coba saja lah siapa tahu berhasil."


Keysa bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri manager restoran tersebut.


"Siang Pak, apa saya bisa mendapatkan pekerjaan di sini, saya lihat bapak memerlukan pekerja tambahan!"


"Nona ingin melamar pekerjaan disini?"


"Iya pak, jika di izinkan saya mau bekerja di restoran ini."


"Baiklah, jika kamu memang ingin melamar pekerjaan, kebetulan saya juga sangat membutuhkan karyawan pada saat ini, jadi saya Terima kamu sebagai karyawan baru disini, sekarang pun juga bisa bekerja jika nona mau, nona lihat sendiri betapa restoran saya ini rame saat ini."


"Dengan senang hati pak, saya terima tawaran anda, apapun akan saya kerjakan asalkan halal." Keysa bersemangat baru kali ini dia akan mendapatkan uang dari jerih payahnya sendiri. Mulai hari ini Keysa telah bekerja sebagai pelayan di restoran lestari tersebut. Keysa hanya bekerja paruh waktu jika dia memiliki jadwal kuliah, bagaimanapun Keysa akan tetap mengutamakan kuliah di atas pekerjaannya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Nyonya Maya dan Tuan Brian telah mempersiapkan semuanya untuk putra kesayangannya, Zain tidak mengekspos dirinya sebagai putra dari Pasangan paruh baya yang saat ini tengah duduk di kursi utama, melainkan menjadi seorang pengawal jalannya acara tersebut, acara yang di adakan bukanlah acara pertemuan bisnis melainkan acara berkumpul dengan anak-anak panti asuhan, ya, atas permintaan Zain sendiri, "jika mau mengadakan acara maka cukup mengundang anak panti asuhan saja tak perlu yang berlebihan, aku tak suka, mom, dad!" ucap Zain pada kedua orang tuanya.


"Apapun itu mommy akan menyiapkan semuanya dengan sangat baik, oh ya nanti sekalian mommy mau undang teman-teman mommy boleh, mereka akan datang bersama keluarga masing-masing, siapa tahu ada yang Zain suka dari mereka karena kebetulan anaknya temen mommy itu perempuan semua, hanya mommy yang anaknya laki-laki." kekeh Mommy Maya pelan.


"Terserah mommy, aku hanya ingin putra kita bahagia, do'akan saja semoga Zain bisa menyelesaikan misinya dan memilih untuk membina keluarga kecilnya sendiri."


Semua penerima undangan telah hadir di kediaman daddy Brian.


"Apa kamu senang Zain, pesta ini sesuai dengan keinginanmu bukan." ucap daddy Brian sudah berada di dekat Zain yang sedang menyamar menjadi pengawal.


"Daddy memang yang terbaik," ucap Zain lirih namun dapat di dengar oleh daddy Brian.


"Nikmatilah acaranya, semua ini kami buat hanya untukmu." daddy Brian kemudian berlalu kembali ke samping istrinya.


"Selamat pak Brian, saya turut senang dapat menghadiri acara anda ini." ucap Dirga yang merupakan rekan bisnis daddy Brian.

__ADS_1


"Terimakasih sudah berkenan hadir, acara ini saya buat hanya untuk putra saya semata tapi sayang dia tidak bisa hadir di sini menemani kita semua." elak daddy Brian berbohong, krena tak mungkin daddy Brian mengatakan jika Zain saat ini tengah menjadi pengawal jalannya acara ini.


"Aku jadi tak sabar ingin bertemu putramu itu, pastilah sangat tampan dan berbakat seperti daddynya ini." gurau Dirga pada Brian.


"Itu sudah pasti, siapa dulu orang tuanya." balas daddy Brian di iringi canda tawa.


Jika daddy Brian tengah menemui rekan bisnisnya lain dengan mommy Maya saat ini yang sibuk bercengkrama dengan para gadis, anak dari teman sosialita nya.


"Kalian senang bersama dengan anak-anak panti?" pertanyaan yang menyangkut kasih sayang itu mommy Maya ajukan pada gadis-gadis yang datang bersama keluarganya, bukan apa mommy Maya memang sengaja melakukannya, Mommy Maya ingin menantu yang tak mengilai harta semata dan juga memiliki ketulusan hati. Dengan cara melibatkan anak panti Mommy Maya dapat menyimpulkan sendiri apa ada yang pantas untuk putranya atau tidak di antara mereka.


Jawaban mereka pun berbeda-beda, pada akhirnya setelah berusaha keras mencari jodoh di acara tersebut Mommy Maya tetap harus menyerah pada argumennya sendiri. Dari sekian gadis yang ikut di wawancarai oleh Maya, tak ada satu pun yang memenuhi kriteria calon mantu idaman mommy Maya.


"Ayo, Keysa temani aku, kita masuk jangan diam di luar seperti ini, orang tuaku pasti sudah menungguku di dalam." Bisa mencoba membujuk Keysa untuk masuk ke dalam acara di dalam rumah Zain.


"Enggak, nanti aku ketemu sama ayah dan ibu bagaimana?"


"Kalau ketemu yang tinggal di sapa, apa salahnya kamu tetap anaknya meski tidak tinggal satu rumah, suatu hari kamu juga pasti akan pulang dan berkumpul lagi dengan mereka, Keysa. Jadi buanglah ego mu dan temani aku masuk, kita sudah terlambat hanya gara-gara kamu menolak masuk." Nisa menarik paksa Keysa masuk kedalam kerumunan acara tersebut.


"Wah...!" tatapan keysa terkunci pada anak panti yang berlalu lalang di acara tersebut, mereka bermain sesuai dengan keinginan mereka.


"Apa ini nyata, mereka semua ada di sini."


"Aaakkhh..." pekik Keysa kala tangan Nisa sudah mendaratkan cubitan tepat di pipinya saat ini.


"Ayo kita temui tuan rumahnya dulu."


Brak


Keysa menabrak tubuh keker dengan setelan pengawal itu, pandangan mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain, "Apa ada yang sakit?" tanya Zain datar.


"Tidak," seketika rasa terkejut yang Keysa rasakan telah berubah dengan kebahagiaan kala melihat pangeran dalam tidurnya nyata hadir di depannya saat ini. tanpa bertanya lebih lanjut Zain pergi meninggalkan Keysa yang masih terpaku di tempat.


"Apa itu tadi pangeran Zain ku?"


"Ah ternyata Tuhan sangat baik padaku, mempertemukan aku kembali dengan pujaan hatiku itu."


"Gadis itu, sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana?" tanya Zain.


"Ah, sudahlah, tak ada waktu bagiku untuk memikirkan seorang gadis." Zain melanjutkan pekerjaannya.


Brak

__ADS_1


"Kau..., bagaimana kau ada disini!" pekik Zain.


__ADS_2