
Cklekk
Pintu terbuka, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda sedang berdiri di depan pintu masuk..
"Maaf ibu siapa ya?" Keysa masih belum menyadari jika wanita tersebut adalah ibu dari suaminya.
Mommy Maya sendiri tak langsung menjawab, dia masih mengingat-ingat wajah gadis di hadapannya saat ini.
"Em... aku ibunya Zain."
๐๐ฉ ๐ข๐ด๐ต๐ข๐จ๐ข!! ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ก๐ข๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฏ๐ต๐ฆ ๐๐ข๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข, ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ.
"Kenapa melamun, apa Zain nya ada di rumah?"
๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ข๐ณ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐บ๐ข?
"K-kak..., Em maksud saya tuan Zain sudah berangkat bekerja, nyonya." elak Keysa, terpaksa Keysa harus menyembunyikan statusnya, Keysa selalu teringat hukuman apa yang Zain berikan, jika sampai Keysa mengatakan yang sebenarnya pada siapapun, tanpa terkecuali.
"๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ-๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ฎ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ!"
Meski tampak gugup, Keysa sebisa mungkin menyembunyikannya. Tak mau terlihat tidak sopan Keysa mempersilahkan mertuanya untuk masuk ke dalam.
"Silahkan masuk, Nyonya. Apa anda ingin menunggu, biasanya Tuan pulangnya sore." ucap Keysa, untuk menyembunyikan identitasnya Keysa terpaksa berbohong, Keysa mengatakan jika dia adalah pembantu di rumahnya Zain.
๐๐ถ๐ค๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ต๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ๐ฌ๐ถ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ๐ช ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช, ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ต๐ถ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ?
"Sepertinya wajah kamu sangat Familiar, apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
"Tidak nyonya, kita belum pernah bertemu." jawab Keysa cepat, tentu dengan mengubah sedikit cara bicaranya.
"Oh.... mungkin aku salah orang. Apa disini hanya ada kamu seorang, atau ada pembantu yang lain?"
pandangan Tante Maya menelisik setiap sudut rumah Zain, "๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ข๐ฑ๐ช."
"Apa kamu membersihkan semua ini?" tante Maya terus saja bertanya, seakan pertanyaan itu tak pernah ada habisnya.
__ADS_1
"Iya Nyonya, hanya ada saya di rumah ini."
"Baiklah, oh ya, selama kamu bekerja di sini, Jangan terlalu mengubah tata letak semua barang yang ada di sini. Itu jika kamu memang ingin bekerja disini, sebab Zain tidak menyukai barangnya di usik." ucap mommy Maya berharap keysa bisa bekerja sesuai keinginan Zain.
"Tentu Nyonya, saya akan bekerja sesuai dengan keinginan tuan Zain."
Mereka berdua saling mengobrol, meski mommy Maya tahu nya Keysa adalah seorang pembantu, entah mengapa mommy Maya merasakan kedekatan dengan Keysa. Banyak hal yang mommy Maya ceritakan pada Keysa, mengenai mas kecil Zain hingga dewasa, bahkan mommy Maya bisa bercerita panjang lebar, seakan bercerita dengan Keysa sangat mengasikkan. Hingga hari sudah menjelang sore, Mommy Maya masih betah berada di rumah Zain.
๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ฎ๐ข๐ต๐ช ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฑ๐ข ๐ก๐ข๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ซ๐ข๐ต๐ถ๐ฉ ๐ค๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐บ๐ด๐ข. ๐๐ช๐ข ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ค๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ, ๐ค๐ฐ๐ค๐ฐ๐ฌ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ก๐ข๐ช๐ฏ, ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ต๐ข๐ต๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ก๐ข๐ช๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข.
Meski keluarga Miller merupakan keluarga terpandang, namun untuk urusan jodoh, selagi dia baik dan sangat mencintai putranya, mommy Maya dan daddy Brian akan menerima sebagai menantunya.
"Bagaimana kalau kita masak, bukankah sebentar lagi Zain pulang?" ajak mommy Maya antusias.
"Ta-tapi nyonya, saya masih belum pandai memasak, saya masih belajar memasak, hanya satu yang saya bisa yaitu memasak nasi goreng selain itu saya belum bisa." ungkap Keysa jujur.
"Oh... tak apa Keysa, kebetulan saya mau membuat makanan kesukaan Zain, kamu bisa sekalian belajar memasak."
Mereka berdua kini sudah berada di dapur, membuat kebisingan di dapur dengan sedikit canda tawa.
๐๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฐ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐ฎ๐บ? ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐ฎ๐บ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐ฎ๐บ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐บ๐ด๐ข, ๐๐ด๐ต๐ข๐จ๐ข!! ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ณ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ถ ๐จ๐ข๐จ๐ข๐ญ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฑ๐ถ๐ข๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข. ucap Zain sambil sedikit berlari masuk ke dalam rumah dengan menduga-duga.
Langkah Zain berhenti ketika terdengar gelak tawa mommy nya dari arah dapur. Pemandangan di depan mata Zain sempat membuatnya terkejut, bagaimana tidak, mommy Maya yang tidak begitu mudah dekat dengan orang baru, sekarang terlihat sangat akrab bukankah itu aneh.
Baik Mommy Maya dan Keysa masih belum menyadari jika Zain sudah berada di ambang pintu sedang memperhatikan kedekatan mereka, tentu dengan perasaan sedikit geram.
๐๐ฑ๐ข ๐๐ฆ๐บ๐ด๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐ฎ๐บ? ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐ฎ๐บ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ถ๐ด๐ต๐ณ๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข?
Hingga Keysa berbalik ke arah pintu, baru Keysa sadar jika suaminya sudah pulang.
"Kak Zain." ucap Keysa lirih. Senyum yang terpancar pun perlahan menghilang terganti dengan rasa takut melihat wajah Zain yang sudah tidak bersahabat. Bisa di pastikan dia akan marah dan mendapat hukuman kembali.
Mommy Maya yang melihat Keysa terdiam mematung pun penasaran dan ikut melihat apa yang keysa pandang.
"Zain..." berbeda dengan Keysa yang langsung terdiam, mommy Maya justru terlihat sangat bahagia melihat putranya pulang.
__ADS_1
Dengan langkah ringan mommy Maya berhamburan memeluk putranya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Keysa yang melihatnya tersenyum, Keysa ikut merasakan betapa kasih sayang di antara ibu dan anak terjalin begitu erat, lain dengan kedekatannya dengan sang ibu, meski ibu kandung tapi terasa seperti anak tiri, sebab selalu di kesampingkan.
"Bersihkan dirimu dulu Zain lalu kita makan bersama." titah Mommy Maya.
Tanpa banyak bertanya Zain berlalu pergi meninggalkan dua wanita yang masih terlihat akrab.
"Keysa semoga kamu betah ya bekerja disini, Zain baik kok orangnya, asal kamu tidak melakukan kesalahan fatal pasti Zain tak akan marah."
"Baik nyonya."
๐๐บ๐ฐ๐ฏ๐บ๐ข? ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ต๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข! Zain tersenyum, merasa lega sebab semua masih berjalan sesuai kehendaknya. Zain kemudian ikut bergabung dengan mereka di meja makan.
"Mommy yang masak lo Zain, kamu harus makan yang banyak!"
"Pasti mom, masakan mommy emang enggak ada tandingannya." Zain memandang Keysa, seakan mengejek bahwa Keysa tak akan pernah bisa menyaingi masakan mommy nya, meski ilmu memasak dia dapatkan dari mommy Maya sendiri.
Pandangan keduanya sempat bertemu, namun melihat tatapan penuh ejekan Zain, Keysa segera membuang muka.
"Makanya kamu cepat cari istri Zain, mommy juga pengen cepat punya mantu terus bisa gendong cucu!"
Uhukk
Zain terbatuk mendengar perkataan mommy nya, bagaimana bisa mommy nya berkata begitu gamblang di depan Keysa yang merupakan menantunya sekarang, lebih tepatnya menantu rahasia.
"Mommy...!" Zain meminta agar mommy tidak membahasnya di depan Keysa saya ini.
"Kenapa Zain, permintaan mommy masih normal dan kamu memang harus cari calon istri. Ya contohnya seperti Keysa ini." Mommy Maya menunjuk Keysa sebagai salah satu pilihannya.
Uhukkkk
Kini bukan hanya Zain yang terbatuk melainkan Keysa juga. Mereka cukup terkejut mendengar penuturan mommy Maya barusan.
๐๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ข๐ฎ๐ช ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฌ?
__ADS_1
Zain sendiri menatap Keysa dengan tatapan tak terbaca.