Belenggu Cinta Mafia

Belenggu Cinta Mafia
chap 35


__ADS_3

"Nona Aliyah. Silahkan pakai ini." Hana membawa sebuah gaun kuning yang indah.


"Kenapa aku harus memakainya?"tanya Aliyah penasaran."Bukankah kita akan latihan?"


"Tuan Devan hanya menyuruhku membantu nona Aliyah memakai ini."


"Oooh begitu."


Sebenarnya latihan apa sih? kenapa harus pakai gaun? Pikir Aliyah sedikit penasaran.


Setelah semua selesai, Aliyah juga sudah menjadi cantik dengan make up natural. Aliyah menuruni tangga, mengikuti Hana yang menuntunnya ke tempat lain. Menyusuri lorong vila dan berhenti disebuah ruang yang luas. Dengan lampu gantung yang besar di langit-langit.


Devan tengah berdiri disamping piyano. Dengan segelas Anggur ditangannya. Pria itu melirik Aliyah yang semakin mendekat. Lalu dia tersenyum menyambutnya.


Devan meletakkan gelasnya di pinggiran body piyano. Mengulurkan tangannya.


Hana yang menuntun Aliyah menunduk undut diri tanpa suara.


"Apa ini?" tanya Aliyah membiatkan tangan Devan mengambang."Bukankah kita akan berlatih?"


"Heeemmm..."


"Ini tidak terlihat seperti sebuah latihan fisik."


Devan mengulas senyum.


"Ini juga bagian dari latihan..."


Aliyah menyipitkan sebelah matanya sangsi.


"Latihan apa?"


"Dance."


Aliyah terkekeh, membuang muka nya kesamping. lalu kwmbali menatap Devan. Pria itu masih mengangkat tangannya menunggu Aliyah menyambutnya.


"Tak ada musik. Tak bisa berdansa."


Devan menjentikkan jari nya. Suara musik soft teralun indah. Aliyah mengulas senyuman geli.


"Baiklah! Aku anggap ini latihan." ucapnya menyambut tangan Devan.


Devan menempatan tangan Aliyah di lengannya dan dia memeluk pinggang istrinya mendekat. Perlahan mereka membuat gerakan kecil, hingga menari dengan indah.


"Kamu lumayan." puji Devan memegang tangan aliyah diatas kepalanya, Gadis itu berputar dan berporos pada tangan prianya.


"Tentu saja. Disekolah kami dulu ada kelas menari."cetus Aliyah, menjatuhkan separuh tubuhnya, tangan Devan menyangga punggung Aliyah. Menatap wajah cantik istrinya.

__ADS_1


"Jadi kamu ikut serta?" tanya nya.


"Hemmmm..."


Sesaat tatapan mereka bertabrakan. Devan melirik leher Aliyah yang terbuka, perlahan mendekatkan wajahnya dan menyusuri dari dagu hingga ke dada atas, dengan bibirnya. Devan sesekali menyesap leher mulus itu meninggalkan jejak-jejak kemerahan. Aliyah menutup matanya, menikmati sentuhan sang suami.


Perlahan Devan menegakkan tubuh Aliyah memeluknya dan menautkan bibir mereka, dengan sedikit gerakan kecil pada kaki mengikuti irama.


Devan menelan ludahnya yang tercampur dengan milik Aliyah, membuat jarak beberapa inci dan menarik nafasnya. Kembali dia mendekat dan melummmaattt bibir ranum Aliyah. Lebih rakus dan buas, hingga gadis itu kehabisan nafas.


"Ini juga termasuk latihan?" Aliyah mengatur nafasnya yang tersengal.


"Kamu suka?" Devan balik bertanya, sambil menempelkan kening pada kening Aliyah.


Aliyah menggeleng.


"Latihan apa ini?"


Devan terkekeh.


"Menjadi romantis." ucapnya.


"Membuatmu bahagia." lanjutnya


"Mencintaimu.."sambung Devan lagi.


Aliyah terkekeh... Melepaskan diri dari Devan. Mendorong tubuh pria itu.


Devan melangkah mendekati Piyano. mengambil gelas anggur nya lalu meminumnya.


"Sebentar lagi makanan datang."


Devan mengambil duduk di kursi piyano dan mulai memainkan nada.


"Kau bisa memainkannya?"


"Tentu saja. Aku multi talent."


"Sombong." dengus Aliyah membung mukanya kesamping dengan melipat dadanya.


"Keadaan yang memaksaku begini. Aku harus bisa semuanya." jelas Devan pelan masih memainkan jarinya diatas piyano.


"Kemarilah!" Devan menoleh menatap istrinya."Aku ajari sedikit lagu."


Aliyah membuang nafasnya kesal.


"Aku sudah bisa." mendekat dan duduk disamping Devan yang sedikit menggeserr bokongnya.

__ADS_1


"Biar kulihat kalau begitu." tantang Devan tersenyum tipis.


Aliyah mulai mainkan jari lentiknya dengan indah. Membuat alunan nada melow yang panjang.


Devan menatap indah wajah Aliyah. Sesekali berkedip pelan menikmati suara musik yang dimainkan mengiringi.


Semoga ini tak lantas cepat berlalu. Aku masih ingin lebih lama bersamanya... suara hati Devan.


Ditengah pria itu tenggelam dalam musik yang Aliyah mainkan. Para pelayan datang dengan kereta makanan. Lalu mengaturnya di meja yang disiapkan.


"Makanan sudah siap. Ayo makan." ajak Devan beranjak.


"Heeemm... ini enak." Aliyah mulai menyantap makanannya.


"Kamu suka?" Devan tersenyum melihat Aliyah.


"Setelah ini apa lagi?" tanya Aliyah. "Aku sangat penasaran kenapa kita berlatih dansa dan piano?"


"Sebenarnya, akan ada pertemuan beberapa hari ini. Dan aku harus membawamu." jelas Devan mengunyah steak nya."Kamu mungkin nanti harus berdansa dan memainkan musik. Yang pasti ada disana ya piano. Jadi...."


"Aaahh ... aku mengerti. Baiklah."ucap Aliyah. "Kemampuanku sudah cukup kan?"


"Sudah. Tapi aku ingin melakukannya lagi lain waktu." Devan tersenyum kecil.


Aliyah juga ikut tersenyum. Entahlah dia cukup senang hari ini. Mungkin juga karena ada Devan, atau perlakuan manisnya kali ini. Entahlah.


Dari belakang Devan, Kim muncul dan memdekat.Lalu membisiki sesuatu ditelinga Devan. Wajah Devan sedikit berubah.


Lalu menatap Aliyah bersamaan dengan Kim yang mulai membuat jarak.


"Baiklah. Aku mengerti." ucapnya.


Kim lalu membungkuk kecil dan pergi.


Devan menatap Aliyah sesaat tatapan mereka bertemu.


"Kau akan pergi lagi?"


nanti ya ini belum kelar


____€€€____


Reader kuuh , kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.

__ADS_1


Salam___


😊


__ADS_2