
Hari ini Zain telah kembali bekerja sesuai dengan berakhirnya masa hukuman yang Zain jalani.
"Aku senang kamu sudah bisa kembali bekerja di sini, Zain. Bengkel ini tanpa kehadiranku terasa sepi, bagaimana tidak semua pelanggan yang menyukai hasil kerja darimu memilih menunggumu bekerja kembali, memang benar bengkel ini cukup ramai, tapi kebanyakan mobil disini masih mengantri, tuh lihat sendiri di parkiran." Doni kini mengarahkan telunjuk tangannya pada deretan mobil yang berjajar rapi.
"Apa sampai separah ini," ucap Zain lirih.
"Hm...."
"Baiklah mulai bekerja, sepertinya aku memiliki banyak pekerjaan pada hari pertamaku masuk kerja!"
Dalam Waktu setengah hari pekerjaan yang menanti Zain telah usai ia kerjakan, bukan tak mungkin Zain memang ahli dalam bidang mesin.
"Semua pekerjaan telah usai, aku pergi dulu ya!" Zain memilih makan siang di luar karena harus menemui Alex guna membahas apa yang akan di lakukannya setelah ini.
"Bagaimana, berkas yang ku inginkan sudah kamu dapatkan?" tanya Zain tanpa basa-basi."
Alex memberikan amplop coklat, yang di dalamnya berisi data mengenai pria yang di maksud oleh Zain.
Zain beralih membuka foto-foto yang ada di dalam amplop. Foto tersebut adalah Foto letha dan Keysa.
"Apa mereka masih kuliah, atau sudah bekerja?" Zain ingin mengetahui siapa yang lebih dekat dengan Ayahnya.
"Yang tertua, yaitu letha sudah bekerja di perusahaan milik papanya tuan, sedangkan yang masih muda ini bernama Keysa dia yang masih duduk di bangku kuliah dia sekarang hidup jauh dari keluarga, dari informasi yang aku dapatkan Keysa ini sengaja ingin hidup mandiri." jelas Alex tanpa ada yang di tutupi.
"Menarik...."
Alex hanya memicingkan matanya tak faham akan jalan pikiran dari tuannya itu.
"Ini pesanannya tuan." ucap Pelayan restoran yang ternyata adalah Keysa.
๐๐ช๐ข..., ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ช๐ต, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ ๐ด๐ถ๐ด๐ข๐ฉ-๐ด๐ถ๐ด๐ข๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ฉ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ. Zain tersenyum penuh arti.
๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข ๐๐ฐ๐ฏ๐ข ๐๐ฆ๐บ๐ด๐ข, ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ ๐ค๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ฏ๐ข๐ด๐ช๐ฃ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐๐ฐ๐ฏ๐ข! ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ก๐ข๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข. Alex berucap dalam hati.
Keysa sendiri baru menyadari jika pelanggannya adalah Zain, "Kak Zain, kakak di sini." ucap Keysa tak percaya.
๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ก๐ข๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ? ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช-๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ช๐บ๐ข, ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.
__ADS_1
"Duduklah..." pinta Zain dingin.
Keysa melirik kanan dan kiri, memperhatikan apa dia bisa duduk sebentar dan mengobrol dengan sang pangeran dalam mimpinya itu.
"Aku senang bisa bertemu kembali dengan Kak Zain."
"Hm, Alex berikan map tersebut padanya." pinta Zain dengan nada dingin. Keysa yang belum mengerti maksud dari omongan mereka berdua hanya bisa memandang Zain dengan tatapan binggung.
"Apa ini kak?" tanya keysa setelah menerima sebuah berkas dari Alex.
"Tanda tangani, itu adalah perjanjian antara kamu dan aku, bacalah agar kamu mengerti!"
Keysa tak lagi bertanya kini matanya fokus menelisik setiap poin yang tertera dalam surat bermaterai tersebut.
"Ini tidak mungkin kak!"
"Sudahlah nona, memang itu adalah kenyataannya, anda adalah putri seorang pembunuh!"
"Jaga bicara mu, ayahku bukanlah seorang pembunuh, ayahku tak akan tega melakukan itu semua, kalian pasti salah orang." bantah keysa berharap kenyataan yang dia hadapi saat ini adalah sebuah mimpi belaka.
"Tanda tangani atau kedua orang tuamu merasakan hal yang sama dengan kedua orang tua ku, gadis manja." ucap Zain penuh penekanan.
Zain yang melihat Keysa menitipkan air mata tersenyum smirk, ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐บ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ฐ๐ด๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐บ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ, ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข!
"Bubuhkan tanda tangan di atas perjanjian itu sekarang!" bentak Zain.
Keysa dengan tangan bergetar meraih pena dan membubuhkan tanda tangan di atasnya. Sejenak Keysa menatap Zain ada rasa bahagia bercampur sedih di dalamnya.
"Besok kita akan melakukan pernikahan, tapi bukan pernikahan sungguhan karena aku tak mau ada yang tahu mengenai pernikahan ini, termasuk keluargaku dan mengenai ayahmu yang pengecut itu dia akan tahu sedang berurusan dengan siapa, dia juga akan datang dan menikahkan mu sendiri dengan ku dan menyerahkan mu di bawah kendali ku, persiapkan saja dirimu besok!" Zain kemudian beralih pergi meninggalkan restoran tersebut tanpa menyentuh makanan yang dia pesan.
"Ingat Nona, nyawa ayah anda berada di tangan anda, jangan pernah berani melawan atau melaporkan ini kepada berwajib karena itu sama saja anda membuat ayah anda harus mendekam di balik jeruji besi." Alex pun ikut pergi menyusul Zain yang sudah menunggu di dalam mobil.
Keysa kini hanya bisa menangis, mengetahui kenyataan sepahit itu membuatnya seakan memilih mati saja.
๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ช๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ญ๐ช๐ต, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ข๐บ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ซ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ซ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ช, ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ๐ฌ๐ถ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ก๐ข๐ช๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช.
"Keysa, kenapa kamu melamun ayo cepat antarkan pesanan pada meja nomor dua!" tegur kepala pelayan.
__ADS_1
"Iya... iya, akan aku antarkan." keysa berdiri dan mulai melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
"Jangan menyerah Keysa, bukankah kamu pernah berjanji kalau kamu akan membuat pangeranmu jatuh cinta kepadamu, mungkin ini jalan yang Tuhan tunjukkan kepadamu, lagipula apa yang bisa kamu lakukan di sisa hidupmu, ini jalan terbaik yang bisa kamu lakukan untuk menolong ayahmu!" Keysa bermonolog.
Bagaimanapun sikap orang tua kita, terlepas dari itu bukanlah kita tetap harus berbakti kepadanya?
๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ
Di perusahaan Haiden Anderson, Dirga yang baru saja kembali ke ruang kerjanya setelah melakukan meeting, di kejutkan oleh kehadiran seseorang yang menurutnya sangat asing.
"Anda siapa, bagaimana bisa anda masuk dalam ruangan saya tanpa seizin saya!" ucap Dirga dengan nada sedikit meninggi.
Zain tersenyum smirk, "Aku datang untuk memberiku sebuah pilihan, duduklah dulu tak perlu terburu-buru."
Zain kini duduk di kursi kebesaran milik Dirga. Rasa kesal bercampur amarah terlihat di mata Dirga kala melihat orang yang tak di kenal asal duduk menempati kursi kebesaran nya.
"Baca dan tanda tangani," Zain melempar kertas bermatrai berisikan perjanjian antara Zain dan Dirga.
Dirga dengan kesal menyambar kertas tersebut dan mulai membacanya, cukup terkejut hingga matanya membola.
"Brengsek!!" umpat Dirga seraya melempar kertas itu di atas meja kerjanya.
"Aku tak akan menanda tangani perjanjian bodoh itu! dan kau tak tahu apapun mengenai kehidupanku jadi jangan pernah mencoba bermain-main dengan ku, anak muda!"
"Hahahaha.... kau yang seharusnya tunduk bukan aku, ingat aku memegang bukti kejahatan mu tiga belas tahun yang lalu, apa kau lupa mengenai pembantaian keluarga yang tak berdosa, itu semua atas perintah darimu kan, Biadap!!" ucap Zain dengan nada dingin dan penuh penekanan pada setiap katanya.
๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช?
"Tak perlu berpikir terlalu keras tuan Dirga, otakmu tak akan mampu memikirkannya, sekarang pilihan ada di tanganmu, lima menit dari sekarang tentukan pilihan mu!!" bentak Zain.
Dirga terlihat gusar, "Bagaimana bisa akun menyerahkan hidup putriku pada pria yang tak aku kenal, tapi dia mengatakan jika dia mengetahui rahasiaku yang selama ini aku pendam dan aku tak mau mendekam dalam penjara, maafkan ayah, Keysa, ayah berjanji akan menebusnya suatu saat nanti." Dirga berucap dalam hati.
Dengan tangan bergetar Dirga meraih pena dan membubuhkan tanda tangan di atas matrai tersebut.
"Kerja bagus, besok datanglah sebagi wali, pada tempat yang aku tentukan, jangan pernah melawan atau putrimu akan mati di tangan ku, aku suka melihatmu tertekan Dirga Anderson!" setelah mendapatkan apa yang di inginkan Zain pergi dari perusahaan Dirga, pakaian yang terlihat biasa cukup menjadi sorotan para karyawan lainnya, namun Zain tak perduli, baginya saat ini adalah mengunci lawannya.
"Alex siapkan semuanya, aku ingin sebuah rumah sederhana sebagai tempat tinggal baruku selama aku menjalani pernikahan bohongan ini, tak akan ku biarkan gadis itu hidup dalam kemewahan, dia harus merasakan sakit di setiap harinya, menebus dosa ayahnya pada keluargaku." ucap Zain datar, tak terlihat kebahagian pada pengantin yang akan melangsungkan pernikahan karena memang tujuannya bukan memberi kebahagiaan melainkan memberi luka pada keluarga Anderson.
__ADS_1
๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช, ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ!, ๐ก๐ข๐ช๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ ๐ด๐ฎ๐ช๐ณ๐ฌ.