Belenggu Cinta Mafia

Belenggu Cinta Mafia
Musuh terkunci


__ADS_3

Hari ini Zain telah kembali bekerja sesuai dengan berakhirnya masa hukuman yang Zain jalani.


"Aku senang kamu sudah bisa kembali bekerja di sini, Zain. Bengkel ini tanpa kehadiranku terasa sepi, bagaimana tidak semua pelanggan yang menyukai hasil kerja darimu memilih menunggumu bekerja kembali, memang benar bengkel ini cukup ramai, tapi kebanyakan mobil disini masih mengantri, tuh lihat sendiri di parkiran." Doni kini mengarahkan telunjuk tangannya pada deretan mobil yang berjajar rapi.


"Apa sampai separah ini," ucap Zain lirih.


"Hm...."


"Baiklah mulai bekerja, sepertinya aku memiliki banyak pekerjaan pada hari pertamaku masuk kerja!"


Dalam Waktu setengah hari pekerjaan yang menanti Zain telah usai ia kerjakan, bukan tak mungkin Zain memang ahli dalam bidang mesin.


"Semua pekerjaan telah usai, aku pergi dulu ya!" Zain memilih makan siang di luar karena harus menemui Alex guna membahas apa yang akan di lakukannya setelah ini.


"Bagaimana, berkas yang ku inginkan sudah kamu dapatkan?" tanya Zain tanpa basa-basi."


Alex memberikan amplop coklat, yang di dalamnya berisi data mengenai pria yang di maksud oleh Zain.


Zain beralih membuka foto-foto yang ada di dalam amplop. Foto tersebut adalah Foto letha dan Keysa.


"Apa mereka masih kuliah, atau sudah bekerja?" Zain ingin mengetahui siapa yang lebih dekat dengan Ayahnya.


"Yang tertua, yaitu letha sudah bekerja di perusahaan milik papanya tuan, sedangkan yang masih muda ini bernama Keysa dia yang masih duduk di bangku kuliah dia sekarang hidup jauh dari keluarga, dari informasi yang aku dapatkan Keysa ini sengaja ingin hidup mandiri." jelas Alex tanpa ada yang di tutupi.


"Menarik...."


Alex hanya memicingkan matanya tak faham akan jalan pikiran dari tuannya itu.


"Ini pesanannya tuan." ucap Pelayan restoran yang ternyata adalah Keysa.


๐˜‹๐˜ช๐˜ข..., ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ต, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ. Zain tersenyum penuh arti.


๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜•๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜’๐˜ฆ๐˜บ๐˜ด๐˜ข, ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฃ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜•๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข! ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ก๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. Alex berucap dalam hati.


Keysa sendiri baru menyadari jika pelanggannya adalah Zain, "Kak Zain, kakak di sini." ucap Keysa tak percaya.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ก๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ? ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ช๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.

__ADS_1


"Duduklah..." pinta Zain dingin.


Keysa melirik kanan dan kiri, memperhatikan apa dia bisa duduk sebentar dan mengobrol dengan sang pangeran dalam mimpinya itu.


"Aku senang bisa bertemu kembali dengan Kak Zain."


"Hm, Alex berikan map tersebut padanya." pinta Zain dengan nada dingin. Keysa yang belum mengerti maksud dari omongan mereka berdua hanya bisa memandang Zain dengan tatapan binggung.


"Apa ini kak?" tanya keysa setelah menerima sebuah berkas dari Alex.


"Tanda tangani, itu adalah perjanjian antara kamu dan aku, bacalah agar kamu mengerti!"


Keysa tak lagi bertanya kini matanya fokus menelisik setiap poin yang tertera dalam surat bermaterai tersebut.


"Ini tidak mungkin kak!"


"Sudahlah nona, memang itu adalah kenyataannya, anda adalah putri seorang pembunuh!"


"Jaga bicara mu, ayahku bukanlah seorang pembunuh, ayahku tak akan tega melakukan itu semua, kalian pasti salah orang." bantah keysa berharap kenyataan yang dia hadapi saat ini adalah sebuah mimpi belaka.


"Tanda tangani atau kedua orang tuamu merasakan hal yang sama dengan kedua orang tua ku, gadis manja." ucap Zain penuh penekanan.


Zain yang melihat Keysa menitipkan air mata tersenyum smirk, ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข!


"Bubuhkan tanda tangan di atas perjanjian itu sekarang!" bentak Zain.


Keysa dengan tangan bergetar meraih pena dan membubuhkan tanda tangan di atasnya. Sejenak Keysa menatap Zain ada rasa bahagia bercampur sedih di dalamnya.


"Besok kita akan melakukan pernikahan, tapi bukan pernikahan sungguhan karena aku tak mau ada yang tahu mengenai pernikahan ini, termasuk keluargaku dan mengenai ayahmu yang pengecut itu dia akan tahu sedang berurusan dengan siapa, dia juga akan datang dan menikahkan mu sendiri dengan ku dan menyerahkan mu di bawah kendali ku, persiapkan saja dirimu besok!" Zain kemudian beralih pergi meninggalkan restoran tersebut tanpa menyentuh makanan yang dia pesan.


"Ingat Nona, nyawa ayah anda berada di tangan anda, jangan pernah berani melawan atau melaporkan ini kepada berwajib karena itu sama saja anda membuat ayah anda harus mendekam di balik jeruji besi." Alex pun ikut pergi menyusul Zain yang sudah menunggu di dalam mobil.


Keysa kini hanya bisa menangis, mengetahui kenyataan sepahit itu membuatnya seakan memilih mati saja.


๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ก๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


"Keysa, kenapa kamu melamun ayo cepat antarkan pesanan pada meja nomor dua!" tegur kepala pelayan.

__ADS_1


"Iya... iya, akan aku antarkan." keysa berdiri dan mulai melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


"Jangan menyerah Keysa, bukankah kamu pernah berjanji kalau kamu akan membuat pangeranmu jatuh cinta kepadamu, mungkin ini jalan yang Tuhan tunjukkan kepadamu, lagipula apa yang bisa kamu lakukan di sisa hidupmu, ini jalan terbaik yang bisa kamu lakukan untuk menolong ayahmu!" Keysa bermonolog.


Bagaimanapun sikap orang tua kita, terlepas dari itu bukanlah kita tetap harus berbakti kepadanya?


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


Di perusahaan Haiden Anderson, Dirga yang baru saja kembali ke ruang kerjanya setelah melakukan meeting, di kejutkan oleh kehadiran seseorang yang menurutnya sangat asing.


"Anda siapa, bagaimana bisa anda masuk dalam ruangan saya tanpa seizin saya!" ucap Dirga dengan nada sedikit meninggi.


Zain tersenyum smirk, "Aku datang untuk memberiku sebuah pilihan, duduklah dulu tak perlu terburu-buru."


Zain kini duduk di kursi kebesaran milik Dirga. Rasa kesal bercampur amarah terlihat di mata Dirga kala melihat orang yang tak di kenal asal duduk menempati kursi kebesaran nya.


"Baca dan tanda tangani," Zain melempar kertas bermatrai berisikan perjanjian antara Zain dan Dirga.


Dirga dengan kesal menyambar kertas tersebut dan mulai membacanya, cukup terkejut hingga matanya membola.


"Brengsek!!" umpat Dirga seraya melempar kertas itu di atas meja kerjanya.


"Aku tak akan menanda tangani perjanjian bodoh itu! dan kau tak tahu apapun mengenai kehidupanku jadi jangan pernah mencoba bermain-main dengan ku, anak muda!"


"Hahahaha.... kau yang seharusnya tunduk bukan aku, ingat aku memegang bukti kejahatan mu tiga belas tahun yang lalu, apa kau lupa mengenai pembantaian keluarga yang tak berdosa, itu semua atas perintah darimu kan, Biadap!!" ucap Zain dengan nada dingin dan penuh penekanan pada setiap katanya.


๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?


"Tak perlu berpikir terlalu keras tuan Dirga, otakmu tak akan mampu memikirkannya, sekarang pilihan ada di tanganmu, lima menit dari sekarang tentukan pilihan mu!!" bentak Zain.


Dirga terlihat gusar, "Bagaimana bisa akun menyerahkan hidup putriku pada pria yang tak aku kenal, tapi dia mengatakan jika dia mengetahui rahasiaku yang selama ini aku pendam dan aku tak mau mendekam dalam penjara, maafkan ayah, Keysa, ayah berjanji akan menebusnya suatu saat nanti." Dirga berucap dalam hati.


Dengan tangan bergetar Dirga meraih pena dan membubuhkan tanda tangan di atas matrai tersebut.


"Kerja bagus, besok datanglah sebagi wali, pada tempat yang aku tentukan, jangan pernah melawan atau putrimu akan mati di tangan ku, aku suka melihatmu tertekan Dirga Anderson!" setelah mendapatkan apa yang di inginkan Zain pergi dari perusahaan Dirga, pakaian yang terlihat biasa cukup menjadi sorotan para karyawan lainnya, namun Zain tak perduli, baginya saat ini adalah mengunci lawannya.


"Alex siapkan semuanya, aku ingin sebuah rumah sederhana sebagai tempat tinggal baruku selama aku menjalani pernikahan bohongan ini, tak akan ku biarkan gadis itu hidup dalam kemewahan, dia harus merasakan sakit di setiap harinya, menebus dosa ayahnya pada keluargaku." ucap Zain datar, tak terlihat kebahagian pada pengantin yang akan melangsungkan pernikahan karena memang tujuannya bukan memberi kebahagiaan melainkan memberi luka pada keluarga Anderson.

__ADS_1


๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช, ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ!, ๐˜ก๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ด๐˜ฎ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ.


__ADS_2