
Keysa berjalan melewati trotoar setelah berusaha begitu keras mencari sebuah pekerjaan yang bisa dia lakukan. Semuanya di tolak, entah apa yang menjadi penyebabnya, Keysa pun tak tahu.
Bukan apa, semua itu tak luput ulah dari suaminya sendiri. Ya, Zain tahu betul kemana dan apa yang sedang di lakukan oleh Keysa di luar rumah. Dan Zain tak mau Keysa mendapatkan pekerjaan dengan mudah, itu menjadi kesenangan sendiri untuk Zain.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข, ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ด๐ข๐ญ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข. ๐๐ฏ๐ช ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ ๐ฑ๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ด๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ต๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ, ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ!! ๐๐ฆ๐บ๐ด๐ข, ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ, ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข? ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ก๐ข๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ต๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ข๐ฏ.
"Apa aku kembali bekerja di restoran tempat aku bekerja dulu ya, tapi apa masih di terima, sedangkan aku selama ini menghilang tanpa kabar?"
Keysa terus saja berjalan, kakinya terus melangkah namun pikirannya tak tertuju pada jalan yang di lalui, hingga tanpa sengaja Keysa menabrak mobil yang baru saja perkir di tepi jalan.
"Oh... astagaa!!" detik itu juga Keysa kembali ke alam nyata.
"Bagaimana bisa ada mobil disini? apa mobil ini tak bisa parkir di tempat lain?" Keysa mengomel meski dia sendiri yang salah.
Pemilik mobil itu pun keluar hendak memarahi si gadis yang membuat onar dengannya.
"Gadis itu mungkin tak punya mata, kenapa mobil berhenti dia tabrak!" ucap Dion yang memang berhenti di tepi jalan untuk membeli makanan kesukaan daddy nya.
Keysa yang masih bergeming di tempat, seketika menyadari jika dia akan mendapatkan masalah baru.
"Tuhan kenapa jalan hidupku tak semulus jalan tol, ada saja masalah yang menghampiriku. Kali ini apa lagi Tuhan?!"
"Hei kau gadis ceroboh!!" ucap Dion yang belum menyadari jika itu adalah Keysa.
"Maaf pak, aku tak sengaja menabrak mobil anda. Lagipula mobil anda tidak lecet, jadi tolong jangan di perpanjang ya tuan!" pinta Keysa. Keysa yang memang masih belum menyadari jika orang yang berada di hadapannya adalah mata-mata dari ayahnya, pria yang pernah satu kampus dengannya. Saat itu Dion berpenampilan bak anak remaja, setelah Dion tak lagi melakukan tugas itu, Dion berpenampilan apa adanya yaitu pria dewasa. Keysa terus saja berbicara meminta maaf atas kesalahannya.
Untuk sejenak Dion tak mengalihkan tatapan matanya dari Keysa. Gadis yang selama dua minggu terakhir ini dia rindukan. Gadis yang berhasil membuatnya melupakan sejenak mengenai balas dendam.
"Keysa!!" ucap Dion yang masih tak percaya dia menemukan pujaan hatinya.
"Maaf kamu siapa?" tanya Keysa polos.
"Aku Dion! kamu tak mengingat ku? Kamu pernah bekerja sebagai karyawan ku di restoran milikku, apa kamu ingat sekarang?"
__ADS_1
Keysa sejenak berpikir, "Apa dia pemilik restoran itu?"
Dion sebelumnya memang tak mengetahui jika Keysa bekerja di salah satu restoran miliknya, dan Dion baru saja mengetahuinya saat Dia mencari tahu seluruh informasi mengenai Keysa.
"Ngomong-ngomong kenapa kamu berhenti bekerja, padahal kerja kamu bagus." ucap Dion sekedar basa-basi.
"Em... maaf pak, saya sebenarnya masih ingin bekerja di tempat bapak tapi...." Keysa sebenarnya ingin meminta bekerja kembali di restoran tempat dia bekerja dulu, tapi rasanya tidak sopan jika mengatakan keinginannya itu.
"Yasudah jika kamu tak mau cerita, aku hanya ingin menawarkan pekerjaan, apa kamu masih mau bekerja di restoran ku, jika iya, datanglah, besok kamu mulai bekerja lagi."
Tanpa menunggu lama, Keysa menerima sebab dia juga sangat membutuhkan pekerjaan itu.
"Sungguh pak, saya bisa bekerja di restoran itu lagi?"
"Tentu, kamu karyawan yang memiliki kinerja bagus, lagipula restoran saya juga kekurangan karyawan."
"Baik Pak saya akan bekerja besok, saya janji tak akan mengecewakan bapak lagi, kalau begitu saya permisi." Keysa berjalan melewati Dion dengan tersenyum bahagia.
๐๐ฆ๐บ๐ด๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ญ๐ข๐จ๐ช, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ฌ๐ถ, ๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต๐ช๐ฎ๐ถ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต๐ช ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฎ๐ถ!
๐น๐น๐น๐น๐น
Tak mau terlambat pulang, Keysa sedikit berlari memasuki halaman rumah.
"Sepertinya aku bakalan dapat masalah," Keysa memperhatikan motor Kak Zain yang sudah terparkir di halaman rumahnya. Di sana bukan hanya motor suaminya melainkan ada sebuah mobil mewah yang terparkir. "Aku tidak pulang terlambat kan, ini masih sore, apa kak Zain dalam masalah? dan ini mobil siapa?" pikiran buruk mulai bersarang di kepalanya.
Tanpa pikir panjang, Keysa lebih memilih melihat ke dalam apa yang terjadi.
๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ
"Sebenarnya di mana kamu Keysa? aku sudah bertanya ke beberapa teman dekatmu yang aku ketahui, tapi tak ada satupun dari mereka yang tahu keberadaan mu! kenapa kamu menghilang tanpa kabar?" ucap Letha merasa frustasi. Adik sekaligus teman dekatnya tak ada kabar selama hampir dua minggu. Meskipun sibuk, tapi letha juga meluangkan waktu untuk mencari keberadaan adiknya.
"Semoga saja Keysa tidak dalam masalah, aku berharap dapat segera bertemu dengan adikku yang nakal itu, sungguh aku merindukannya."
__ADS_1
"Kenapa aku tidak meminta papa untuk mencari Keysa, bukankah ayah yang terakhir bertemu dengan Keysa, setidaknya ayah pasti tahu keberadaan Keysa."
Tok
Tok
Tok
"Masuk!"
"Ayah... Letha menganggu tidak?" letha sedikit ragu untuk mengutarakan niatnya, sebab Dirga saat ini terlihat tidak baik-baik saja, keadaannya yang di timbulkan dari kejadian beberapa hati terakhir membuatnya terlihat frustasi.
"Apa yang kamu ingin kan letha?" ucap Dirga lirih.
"Em... letha hanya ingin tahu dimana Keysa berada, ayah. Bukankah ayah yang terakhir kali berhubungan dengan Keysa, tolong ayah kasih tahu letha, letha ingin bertemu dengannya." pinta letha dengan tatapan memelas.
Dirga tak mampu menatap wajah putri tercintanya, ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ๐ฎ๐ถ, ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ค๐ข๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ญ๐ฆ๐ต๐ฉ๐ข. ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ๐ฎ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช. ๐ก๐ข๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐๐ฆ๐บ๐ด๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ช๐ต๐ข, ๐ญ๐ฆ๐ต๐ฉ๐ข.
"Kenapa ayah diam, ayah tahu kan dimana Keysa!"
"Tidak!" ucap Dirga dingin.
Rasanya Dirga pun tak sanggup menjelaskan apa yang terjadi dengan putri bungsunya saat ini. Dirga hanya bisa terdiam membisu, kala ada yang menanyakan keberadaan Keysa kepadanya.
๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ
Diruang tamu seorang pria paruh baya sedang berbincang dengan ringan tanpa beban dengan putranya. Daddy Brian dan Zain bahkan tak menyadari jika Keysa telah masuk ke dalam rumah.
๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ต๐ถ๐ข, ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ต๐ถ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ต๐ถ๐ข? ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ก๐ข๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ก๐ข๐ช๐ฏ. ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ-๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ก๐ช๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฌ๐ข๐ฑ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช ๐๐ฆ๐บ๐ด๐ข. ๐๐ข๐ฃ๐ข๐ณ, ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข!
"Tuan..." Keysa berjalan mendekat ke arah mereka berdua. Pandangan menunduk tak berani menatap mereka berdua, mengundang kecurigaan daddy Brian. Sungguh, sikap jeli yang dimiliki daddy Brian membuat Zain matu kutu.
"Dia siapa?" daddy Brian menuntut jawaban dari Zain.
__ADS_1
๐๐ข๐ฃ๐ช๐ด๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฅ๐ฅ๐บ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ข๐ฌ๐ถ!