Belenggu Cinta Mafia

Belenggu Cinta Mafia
Chap 39


__ADS_3

Ceklek, Pintu terbuka. Devan bersiap menarik pelatuknya. Mata pria itu menyipit.


Kim masuk melalui celah pintu. dan menutupnya perlahan. Devan dan Aliyah bernafas lega.


"Kim! Kau membuat jantungan saja." gerutu Devan kesal.


"Sory sory." Kim cengengeesan."Kita tak bisa lewat depan. Banyak yang berpatroli. Mereka mulai waspada dan curiga."


"Jadi lewat beranda?"


"Tunggu!" Kim mengangkat tangannya. Kim memasang telinganya. Memastikan pendengarannya tidak salah.


"Sembunyi!" bisiknya berlari mencari tempat sembunyi.


Devan pun menarik Aliyah sembunyi di balik lukisan lipat yang berdiri.


Ceklek, pintu dibuka dari luar. Yo il memasuki ruangan itu. Matanya berkeliling.


"Aliyah?"


"Aliyah? Kau dimana?" nada Yo il mulai terdengar cemas.


Yo il mengelilingi ruangan itu.


Dibalik lukisan Aliyah mengkode Devan agar dia keluar saja. Namun suaminya itu tidak mwngijinkan.


"Biarkan aku keluar Dev."bisik Aliyah, namun tangannya dicengkram oleh Devan. pria itu menggeleng.


"Dia mencariku!" bisik Aliyah penuh penekanan."Jika aku keluar dia tak akan curiga juga tak akan mencari lagi."


"Tidak!" tegas Devan berbisik dengan melebarkan mtanya.


"Dev!"

__ADS_1


Devaan menarik tengkuk Aliyah dan membungkam mulutnya dengan ciuman.


UUUMMMMMPP....


Yo il yang mendengar suara itu melirik ke arah lukisan lipat. Perlahan Yo il mendekat, tangannya mengambil ganggang pistol dari punggungnya.


Devan sedikit menggeser tubuh nya dan menarik Aliyah, masih dengan menciumnya. Yo il melangkah semakin dekat dengan penuh kewaspadaan. Yo il mengarahkaann pistolnya kearah sisi belakang lukisan. Namun tak ada siapapun disana. Devan dan Aliyah sudah berada di sisi yang lain.


Devan mengakhiri ciumannya, melihat Aliyah yang menatapnya protes, Devan menggerakkan kepalanya menginstruksikannya untuk bergerak kearah beranda tanpa suara. Aliyah mengangguk.


Devan daan Aliyah mengendap-ngendap ke arah beranda. Sedangkn Yo il masih siaga di belakang lukisan. Yoil menendang lukisan itu kedepan,hingga jatuh.


BRUUAAAKK!


Kosong! Yo il kembali melangkah. Menatap ke beranda kamar.


"Aliyah."


Masih tak ada sahutan. Yo il melangkah mendekat ke beranda. Tepat di sisi Devan dan Aliyah bersembunyi dibalik tirai beranda. Jarak mereka semakin dekat.


Yo il melangkah semakin dekat. Yo il mengarahkan moncong pistolnya ke arah Devan bersembunyi. Tamgam yo il terulur.


TOK TOK TOK


suara pintu diketuk mengurungkan niat Yo il dan menyelipkan pistolnya di punggung. Yo il melangkah kwluar dan menutup kwmbali pintunya.


Devan dan aliyah bernafas lega.


Devan mengintip dari beranda. Elihat berkeliling untuk membaca situasi. Devan lalu mendekati aliyah lagi.


"naiklah kepunggungku. Kita pernah latihan sebelumnya. Kau ingat?" tanya Devan lembut. Aliyah mengangguk.


"Kau percaya padaku?"tanya Devan sekali lagi.

__ADS_1


Aliyah mengangguk mantap. Devan tersenyum dengan mengusap pipi aliyah.


"Ayo naik."


Aliyah memposisikan diri dipunggung Devan. Devan menyerahkan pistol yang dia bawa.


"Kau ingat saat kita latihan? tembakanmu tidak meleset. Sekatang saat nya gunakan kemampuanmu."


Aliyah mengambil pistolnya dan mengangguk yakin lagi.


"Asalkan bersamamu.."


Devan tersenyum kecil. Devan bersiap melompat untuk turin kebawah.


"satu, dua, tiga!"


Devan melompat dengan yakin dan mendarat sempurna. Devan langsung menurunkan Aliyah dari gendongannya dan berlari menggandeng tangannya. Devan mengambil pistol lain ditubuhnya yang sudah diberi peredam.


Satu per satu penjaga Devan tembak. Pelarian mereka berjalan mulus. Hingga merrka tepat berada ditengah halaman yang luas itu, langkah Devan tiba-tiba terhenti.


wajah Aliyah berubah jadi tegang dan takut. Jantungnya mengentak dengan sangat kuat. Han Yo Jo menyambut mereka didepan gerbang yang terbuka lebar. Pria itu tersenyum sinis.


____€€€____


Reader kuuh , kira-kira siapa ya?


Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___

__ADS_1


😊


__ADS_2