Belenggu Cinta Mafia

Belenggu Cinta Mafia
menemukan bukti


__ADS_3

"Kamu masih saja berkilah, Keysa. Aku tahu apa yang kamu sembunyikan dari semua orang."


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ?


"Sudahlah, kenapa tidak jujur saja dan katakan sejujurnya pada orang tua kita apa yang sebenarnya. Aku yakin ibu dan Ayah pasti akan mempertimbangkannya kembali." ucap Letha yang mencoba meyakinkan adiknya itu.


"Jadi kakak memang tahu apa yang aku sembunyikan?"


"Iya, dan aku mendukungmu!"


"Really...?" Keysa seakan meragukan ucapan kakaknya.


"Iya, sama sepertimu aku juga memiliki impian ku sendiri, tapi aku tak seberuntung dirimu yang bisa memenuhi semua keinginan itu." Letha berucap dengan nada sedih.


"Aku tak akan mengatakannya pada siapapun kak, termasuk pada ayah dan Ibu sebab aku tahu, seberapa besar aku berusaha, keinginanku itu tak akan pernah bisa terwujud, itu hanya akan menjadi mimpi yang tak terwujud." Kesya masih kekeh dengan sugestinya.


"Yasudah jika itu memang keputusanmu, aku tak bisa berkata apapun padamu, tapi yang jelas aku akan tetap mendukungmu, sebagai kakakmu."


"Iya aku tahu!" Kesya memeluk letha, bagi Kesya letha adalah kakak yang ideal, meski karena letha lah Kesya jarang mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibunya, Kesya tak pernah berpikir buruk pada Letha hanya menyayangkan tindakan kedua orang tuanya yang ternyata pilih kasih.


"Pergilah kak, temani ibu aku ingin sendiri dulu sementara, percayalah aku akan baik-baik saja." Kesya meyakinkan kakaknya.


Letha akhirnya menuruti keinginan Keysa dan membiarkannya sendiri untuk saat ini.


Setelah kepergian letha Keysa meneruskan niat awalnya untuk mencari keberadaan pangeran Zain nya.


"Huft.... sudah keliling dari tadi tapi tak ketemu juga batang hidungnya, sebenarnya kemana perginya si Zain itu, cepat sekali menghilangnya." Keysa masih mencari sambil mengomel.


Bugh...


"Astaga!!!"


Sebuah tepukan pada pundak kanan Keysa sempat mengagetkannya hingga membuatnya terjingkat. Dengan cepat Keysa memutar arah pandangnya menghadap orang yang mengagetkannya.


"Kamu cari siapa?" tanya laki-laki yang ternyata adalah Om Brian.


"A-Aku sedang mencari seseorang, Om." jawab Keysa terbata.


"Seseorang, kenapa tidak ikut bergabung saja di sana, kenapa justru harus sendiri di sini, Nak."

__ADS_1


"Em... iya Om, Keysa akan bergabung dengan yang lain." Keysa hendak melangkah meninggalkan Om Brian, namun suara seseorang yang familiar menghentikan langkahnya.


"Tuan ternyata anda di sini...!"


Zain mendekat ke arah daddy Brian hendak mengatakan apa yang di ketahui nya. Sesuai dengan penyamaran, jika terdapat orang di antara mereka Zain akan menjalankan tugas sebagai bodyguard bukan putra tinggal daddy Brian.


๐˜—๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. Dalam hati Keysa bersorak kegirangan.


"Oh ya, Zain mumpung kamu di sini, bisa antar gadis ini untuk mencari orang yang dia cari, sepertinya dari tadi Nak Keysa ini berputar-putar mencarinya!" pinta daddy Brian.


"Tapi, tuan..."


"Sudah bantulah gadis ini sebentar, tak ada salahnya juga bukan, kasihan nak Keysa ini, soal bicara nanti setelah kamu membantunya menemukan orang yang dia cari temui saya di taman belakang!" perintah Daddy Brian tak terbantahkan. Zain yang masih berpura-pura menjadi Bodyguard hanya bisa mengiyakan permintaan daddy nya itu.


"Mari saya bantu, Nona!" ucap Zain mempersilahkan Keysa berjalan lebih dulu darinya.


"Em... iya." Keysa menuruti apa yang di katakan Zain, mereka meninggal daddy Brian sendiri.


"Kalau boleh tahu, Nona mencari siapa disini, saya akan membantu menemukan orang itu." ucap Zain datar.


"Soal itu..., aku sedang mencari penolongku, dan itu kamu orangnya." Keysa menghentikan langkah kakinya, berbalik menghadap ke arah Zain saat ini. Kening Zain berkerut, "Kenapa mencari saya, apa kita pernah bertemu?" tanya Zain masih datar. Zian tak pernah melupakan musuhnya, namun untuk mengingat sesuatu dari seorang wanita entah itu nama atau wajah Zain sering melupakannya.


"Maksud Nona?" Zain masih menanggapinya dengan ekspresi datar.


"Oh itu."


"Aku hanya ingin berterimakasih padamu, Kak Zain." ucap Keysa tulus dalam hati.


"Tak perlu berterimakasih, aku hanya menolong sesama manusia, bukankah itu tugas kita sebagai manusia lagipula apa yang aku lakukan itu hanyalah hal kecil."


"Walaupun itu tugas, kak Zain memang baik orangnya."


๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ก๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ.


"Apa ada yang ingin di bicarakan lagi?"


"Ada Em... tidak, sebenarnya aku mau bicara banyak sama kak Zain, tapi sepertinya kak Zain buru-buru mungkin lain waktu kita bisa ngobrol bareng."


"Yasudah jika tidak ada yang bisa saya bantu saya permisi Nona." Zain meninggalkan Keysa dan menemui daddy Brian di taman belakang.

__ADS_1


"Yes...!!" seru Keysa tersenyum lebar, "Akhirnya aku bisa berbicara sama pangeranku, memang orangnya sedikit dingin dan kaku tapi tak apa, itu akan jadi tantangan buatku mendapatkan cintamu kak... tunggu Keysa mu kak, aku yakin aku bisa menaklukkan mu dengan cintaku ini." Keysa menyemangati diri sendiri.


"Keysa...., dari tadi aku mencarimu ternyata kamu disini, kamu mau ikut pulang sama aku apa sama keluargamu?"


"Sama kamu, Nisa, kan aku berangkatnya juga sama kamu masak aku pulang sama keluargaku, tunggu bentar ya aku mau pamit sama ibu dan Ayah."


"Aku tunggu di mobil ya."


"Ayah, ibu, kak, aku pulang dulu ya, kapan-kapan kita ketemu lagi, aku sayang sama kalian." Keysa kemudian memeluk mereka satu persatu dan pergi pada kehidupannya sekarang sebagai orang biasa, meninggalkan fasilitas yang mewah dan mulai menjalaninya sebagai orang biasa.


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


Di taman belakang Daddy Brian sudah menunggu kedatangan putranya, duduk santai dengan di temani segelas wine di tangannya.


"Duduklah Zain katakan apa yang ingin kamu katakan pada daddy."


"Daddy...." Zain memperlihatkan benda yang di temukan dari orang yang di temukan oleh daddy Brian kemarin.


"Apa semuanya sudah jelas, apa dia mengaku Zain?"


"Tidak!" terdengar hembusan nafas berat dari daddy Brian, masalahmu cukup berbelit Zain, tapi paling tidak kamu sudah mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan orang itu bukan?"


"Aku sudah meminta pada Alex untuk mencari tahu siapa pemilik kalung ini, tadi ada seorang paruh baya juga sempat bertabrakan dengan ku dan aku juga menemukan kalung sama persis hanya bedanya kalung yang kutemukan barusan memiliki warna emas dan aku yakin ini ada hubungannya." Zain mengutarakan pemikirannya.


Daddy Brian tampak menimbang-nimbang bentuk dari kalung tersebut, " Sepertinya daddy pernah melihatnya, tapi di mana...." daddy Brian tampak berpikir.


๐˜–๐˜ฉ ๐˜ช๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜‹๐˜ช๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? tanya daddy Brian dalam hati setelah berhasil mengingat siapa pemilik dari kalung tersebut.


"Daddy benar megenal pemilik dari kalung ini? jika iya beri tahu Zain, Zain yang akan memutuskan selanjutnya apa yang pantas di terima oleh orang tersebut."


"Namanya Dirga, rekan bisnis daddy, daddy sudah bekerja sama dengannya bertahun-tahun lamanya." jelas Daddy Brian.


"Dirga juga mempunyai dua orang putri yang pertama namanya letha Anderson dan yang kedua namanya Keysa, gadis yang baru saja kamu antarkan menemukan orang yang dia cari itu yang bernama Keysa Anderson."


Zain tampak berpikir setelah mendengar informasi yang di dapat dari daddynya. Sebuah senyum mengerikan terlihat di wajah tampan Zain, entah apa yang akan di lakukannya daddy Brian terkadang juga tidak dapat membaca jalan pikir anaknya itu!


"Thank you daddy...!"


"Hem iya, daddy turut senang kamu sudah menemukan apa yang kamu cari selama ini, daddy minta jangan lakukan kesalahan, carilah kebenarannya terlebih dahulu sebelum bertindak agar tak merugikan orang lain, hanya itu pesan daddy, yasudah daddy pergi dulu menyusul mommy mu menemui para tamu yang hendak pulang!"

__ADS_1


"Pasti Daddy!!" Zain menegaskan bahwa dia tidak akan melakuka kesalahan sekecil apapun."


๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช, ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ!


__ADS_2