
"Kamu masih saja berkilah, Keysa. Aku tahu apa yang kamu sembunyikan dari semua orang."
๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช ๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ญ๐ฆ๐ต๐ฉ๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ?
"Sudahlah, kenapa tidak jujur saja dan katakan sejujurnya pada orang tua kita apa yang sebenarnya. Aku yakin ibu dan Ayah pasti akan mempertimbangkannya kembali." ucap Letha yang mencoba meyakinkan adiknya itu.
"Jadi kakak memang tahu apa yang aku sembunyikan?"
"Iya, dan aku mendukungmu!"
"Really...?" Keysa seakan meragukan ucapan kakaknya.
"Iya, sama sepertimu aku juga memiliki impian ku sendiri, tapi aku tak seberuntung dirimu yang bisa memenuhi semua keinginan itu." Letha berucap dengan nada sedih.
"Aku tak akan mengatakannya pada siapapun kak, termasuk pada ayah dan Ibu sebab aku tahu, seberapa besar aku berusaha, keinginanku itu tak akan pernah bisa terwujud, itu hanya akan menjadi mimpi yang tak terwujud." Kesya masih kekeh dengan sugestinya.
"Yasudah jika itu memang keputusanmu, aku tak bisa berkata apapun padamu, tapi yang jelas aku akan tetap mendukungmu, sebagai kakakmu."
"Iya aku tahu!" Kesya memeluk letha, bagi Kesya letha adalah kakak yang ideal, meski karena letha lah Kesya jarang mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibunya, Kesya tak pernah berpikir buruk pada Letha hanya menyayangkan tindakan kedua orang tuanya yang ternyata pilih kasih.
"Pergilah kak, temani ibu aku ingin sendiri dulu sementara, percayalah aku akan baik-baik saja." Kesya meyakinkan kakaknya.
Letha akhirnya menuruti keinginan Keysa dan membiarkannya sendiri untuk saat ini.
Setelah kepergian letha Keysa meneruskan niat awalnya untuk mencari keberadaan pangeran Zain nya.
"Huft.... sudah keliling dari tadi tapi tak ketemu juga batang hidungnya, sebenarnya kemana perginya si Zain itu, cepat sekali menghilangnya." Keysa masih mencari sambil mengomel.
Bugh...
"Astaga!!!"
Sebuah tepukan pada pundak kanan Keysa sempat mengagetkannya hingga membuatnya terjingkat. Dengan cepat Keysa memutar arah pandangnya menghadap orang yang mengagetkannya.
"Kamu cari siapa?" tanya laki-laki yang ternyata adalah Om Brian.
"A-Aku sedang mencari seseorang, Om." jawab Keysa terbata.
"Seseorang, kenapa tidak ikut bergabung saja di sana, kenapa justru harus sendiri di sini, Nak."
__ADS_1
"Em... iya Om, Keysa akan bergabung dengan yang lain." Keysa hendak melangkah meninggalkan Om Brian, namun suara seseorang yang familiar menghentikan langkahnya.
"Tuan ternyata anda di sini...!"
Zain mendekat ke arah daddy Brian hendak mengatakan apa yang di ketahui nya. Sesuai dengan penyamaran, jika terdapat orang di antara mereka Zain akan menjalankan tugas sebagai bodyguard bukan putra tinggal daddy Brian.
๐๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช๐ด๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ ๐ด๐ถ๐ด๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช. Dalam hati Keysa bersorak kegirangan.
"Oh ya, Zain mumpung kamu di sini, bisa antar gadis ini untuk mencari orang yang dia cari, sepertinya dari tadi Nak Keysa ini berputar-putar mencarinya!" pinta daddy Brian.
"Tapi, tuan..."
"Sudah bantulah gadis ini sebentar, tak ada salahnya juga bukan, kasihan nak Keysa ini, soal bicara nanti setelah kamu membantunya menemukan orang yang dia cari temui saya di taman belakang!" perintah Daddy Brian tak terbantahkan. Zain yang masih berpura-pura menjadi Bodyguard hanya bisa mengiyakan permintaan daddy nya itu.
"Mari saya bantu, Nona!" ucap Zain mempersilahkan Keysa berjalan lebih dulu darinya.
"Em... iya." Keysa menuruti apa yang di katakan Zain, mereka meninggal daddy Brian sendiri.
"Kalau boleh tahu, Nona mencari siapa disini, saya akan membantu menemukan orang itu." ucap Zain datar.
"Soal itu..., aku sedang mencari penolongku, dan itu kamu orangnya." Keysa menghentikan langkah kakinya, berbalik menghadap ke arah Zain saat ini. Kening Zain berkerut, "Kenapa mencari saya, apa kita pernah bertemu?" tanya Zain masih datar. Zian tak pernah melupakan musuhnya, namun untuk mengingat sesuatu dari seorang wanita entah itu nama atau wajah Zain sering melupakannya.
"Maksud Nona?" Zain masih menanggapinya dengan ekspresi datar.
"Oh itu."
"Aku hanya ingin berterimakasih padamu, Kak Zain." ucap Keysa tulus dalam hati.
"Tak perlu berterimakasih, aku hanya menolong sesama manusia, bukankah itu tugas kita sebagai manusia lagipula apa yang aku lakukan itu hanyalah hal kecil."
"Walaupun itu tugas, kak Zain memang baik orangnya."
๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฌ, ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต ๐ค๐ถ๐ฆ๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ซ๐ถ๐ด๐ต๐ณ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ก๐ข๐ช๐ฏ.
"Apa ada yang ingin di bicarakan lagi?"
"Ada Em... tidak, sebenarnya aku mau bicara banyak sama kak Zain, tapi sepertinya kak Zain buru-buru mungkin lain waktu kita bisa ngobrol bareng."
"Yasudah jika tidak ada yang bisa saya bantu saya permisi Nona." Zain meninggalkan Keysa dan menemui daddy Brian di taman belakang.
__ADS_1
"Yes...!!" seru Keysa tersenyum lebar, "Akhirnya aku bisa berbicara sama pangeranku, memang orangnya sedikit dingin dan kaku tapi tak apa, itu akan jadi tantangan buatku mendapatkan cintamu kak... tunggu Keysa mu kak, aku yakin aku bisa menaklukkan mu dengan cintaku ini." Keysa menyemangati diri sendiri.
"Keysa...., dari tadi aku mencarimu ternyata kamu disini, kamu mau ikut pulang sama aku apa sama keluargamu?"
"Sama kamu, Nisa, kan aku berangkatnya juga sama kamu masak aku pulang sama keluargaku, tunggu bentar ya aku mau pamit sama ibu dan Ayah."
"Aku tunggu di mobil ya."
"Ayah, ibu, kak, aku pulang dulu ya, kapan-kapan kita ketemu lagi, aku sayang sama kalian." Keysa kemudian memeluk mereka satu persatu dan pergi pada kehidupannya sekarang sebagai orang biasa, meninggalkan fasilitas yang mewah dan mulai menjalaninya sebagai orang biasa.
๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ
Di taman belakang Daddy Brian sudah menunggu kedatangan putranya, duduk santai dengan di temani segelas wine di tangannya.
"Duduklah Zain katakan apa yang ingin kamu katakan pada daddy."
"Daddy...." Zain memperlihatkan benda yang di temukan dari orang yang di temukan oleh daddy Brian kemarin.
"Apa semuanya sudah jelas, apa dia mengaku Zain?"
"Tidak!" terdengar hembusan nafas berat dari daddy Brian, masalahmu cukup berbelit Zain, tapi paling tidak kamu sudah mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan orang itu bukan?"
"Aku sudah meminta pada Alex untuk mencari tahu siapa pemilik kalung ini, tadi ada seorang paruh baya juga sempat bertabrakan dengan ku dan aku juga menemukan kalung sama persis hanya bedanya kalung yang kutemukan barusan memiliki warna emas dan aku yakin ini ada hubungannya." Zain mengutarakan pemikirannya.
Daddy Brian tampak menimbang-nimbang bentuk dari kalung tersebut, " Sepertinya daddy pernah melihatnya, tapi di mana...." daddy Brian tampak berpikir.
๐๐ฉ ๐ช๐บ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐๐ช๐ณ๐จ๐ข ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ด๐ฏ๐ช๐ด ๐ฌ๐ถ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข? tanya daddy Brian dalam hati setelah berhasil mengingat siapa pemilik dari kalung tersebut.
"Daddy benar megenal pemilik dari kalung ini? jika iya beri tahu Zain, Zain yang akan memutuskan selanjutnya apa yang pantas di terima oleh orang tersebut."
"Namanya Dirga, rekan bisnis daddy, daddy sudah bekerja sama dengannya bertahun-tahun lamanya." jelas Daddy Brian.
"Dirga juga mempunyai dua orang putri yang pertama namanya letha Anderson dan yang kedua namanya Keysa, gadis yang baru saja kamu antarkan menemukan orang yang dia cari itu yang bernama Keysa Anderson."
Zain tampak berpikir setelah mendengar informasi yang di dapat dari daddynya. Sebuah senyum mengerikan terlihat di wajah tampan Zain, entah apa yang akan di lakukannya daddy Brian terkadang juga tidak dapat membaca jalan pikir anaknya itu!
"Thank you daddy...!"
"Hem iya, daddy turut senang kamu sudah menemukan apa yang kamu cari selama ini, daddy minta jangan lakukan kesalahan, carilah kebenarannya terlebih dahulu sebelum bertindak agar tak merugikan orang lain, hanya itu pesan daddy, yasudah daddy pergi dulu menyusul mommy mu menemui para tamu yang hendak pulang!"
__ADS_1
"Pasti Daddy!!" Zain menegaskan bahwa dia tidak akan melakuka kesalahan sekecil apapun."
๐ฎ๐ถ๐ด๐ถ๐ฉ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ถ๐ฏ๐ค๐ช, ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ซ๐ข๐จ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐ฌ๐ถ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ช๐ฌ!