Belenggu Cinta Mafia

Belenggu Cinta Mafia
Chap 36 mengandung ehem


__ADS_3

Aliyah berdiri dan melangkah meninggalkan Devan. Aliyah kecewa entah, dia tak merasa baik-baik saja. Rasanya seperti..... Haaahh...


Tanpa sadar Bulir bening menngalir dipipinya begitu saja. Devan berjalan cepat mengikut, menarik tangan Aliyah hingga gadis itu berbalik. Hati Devan serasa berdenyut menyakitkan melihat istrinya menangis.


"Maaf."


Aliyah menarik tangannya, namun cengkraman Devan begitu kuat. Aliyah terus berusaha melepaskan diri.


"Aku hanya pergi sebentar. Ada hal yang harus aku selesaikan."


Aliyah masih menitikkan air matanya.Berulang kali dia menghapusnya namun tetap saja mengalir tanpa kendali


Kenapa denganku? kenapa tiba-tiba begini. protes Aliyah membatin.


Devan menatap Aliyah dengan sedih. Denyut di dadanya tak kunjung berkurang. Devan meraih tubuh Aliyah, walau berontak, Devan akhirnya berhasil memeluknya juga.


"Aku masih ingin bersamamu. Jika urusan ini sudah selesai. Secepatnya aku kembali. Aku.... juga masih merindukanmu." lirih Devan,


Devan menangkup wajah Aliyah, dan melummaatt bibir kenyal itu. Aliyah awalnya menolak dan berontak, namun akhirnya ikut menikmati juga. Bergulum dan berbagi ludah dengan suaminya. Hingga beberapa menit berlalu. Rasanya masih enggan melepas kecupannya.


Tangan Devan menyusuri tubuh Aliyah, menarik lepas gaun yang dia kenakan. Dan menampakkan tubuh polos Aliyah. Mereka mendeja cumbuan, mengatur nafas dan merapatkan kening.


Devan menelan ludahnya susah. Tubuh pria itu panas, Devan melepas sendiri pakaiannya. Dan melummmaaattt lagi bibir seksi istrinya yang merekah. Bibirnya turun ke dagu, lalu ke lwher dan terus turun hingga kebawah. Melummaatt bola kenyal milik Aliyah, Devan mengangkat paha Aliyah hingga kepinggangnya, kemudian menggendong tubuh mungil istrinya.


Aliyah mencapit pinggang Devan. Bibir mereka saling bertautan. Devan melangkah dan menjatuhkab tubuh ke lantai dengan karpet berbulu. Devan memutar tubuhnya hingga berada diatas tubuh Aliyah. Perlahan melakukan hantaman, dengan ritme yang semakin cepat. Peluh mengalir ditubuh Devan, perlahan jatuh di dada Aliyah. Hentakan perlahan melemah. Devan mengecup kening istrinya lembut. Dan menghujani wajah cantik yang lelah itu dengan kecupan kecil.


Detik berlalu menjadi menit, menit bergerak menjadi jam. selang beberapa waktu, Devan memakai pakaiannya membalut tubuh Aliyah dengan gaun dan merangkapkan jas miliknya ditubuh wanitanya.


Devan mengangkat Aliyah yang masih terlelap itu, membawanya ke kamar mereka. Dengan hati-hati Devan meletakkan Aliyah diatas ranjang. Lalu menyelimutinya.


Devan menatap wajah tidur Aliyah. Sekali lagi, Devan tegoda untuk melummaaatt bibir seksi istrinya. Memyusuri seluruh rongga mulutnya. Tanpa sadar Devan sudah merangkak diatas tubuh Aliyah.


"Jika ini diteruskan. bisa-bisa aku memperkozanya sekarang ." gumam Devan pelan.


"Kendalikan dirimu Dev"


Devan melangkah dan berbalik. Lengannya tertahan oleh tangan Aliyah.


"Jangan pergi!" lirih Aliyah meminta.


Devan menutup matanya mencoba menekan apa yang bergejolak didalam dirinya.


"Jangan pergi."Isak Aliyah lirih.


Devan berbalik.


"Kalau...."


"Kalau aku tak boleh pergi," ucap Devan pelan. "Kau harus membuat aku tak bisa bangkit dan bergerak."


Devan mendekat menyibak selimut yang menutupi tubuh Aliyah. Devan merangkak diatas tubuh mungil itu. Bibirmya menyesap leher Aliyah, membuat Aliyah melenguh.


*****


Malam berlalu, setelah melakukan pertempuran sepanjang hari itu berdua. Aliyah benar-benar dibuat tak bisa bergerak. Devan mengeratkan pelukannya. Dan berberapa kali mengecup punca kepala Aliyah.


Sesaat kemudian Devan bangkit dan membersihkan diri. Devan keluar dari kamar mereka. Devan sudah mengenakan pakaian kamuflase. Dia melangkah lebar.


"Ayo pergi!"


Kim yang sedari tadi setia menunggu mengikuti langkah Tuannya.


###


Ditempat vila Han Yo Il.

__ADS_1


"Bos, mereka bergerak."


Yo il yang membawa gelas minuman beralkohol itu melirik sinis pada bawahannya.


"Baiklah!" ucap Yo il."Persiapkan semuanya. Kita harus mendapatkan CIP itu."


"Baik."


Yo il menghela nafasnya. Pikirannya masih terpaut pada Aliyah. Gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta.


"Aku sudah melepaskan mu. Namun tidak dengan saudaraku. Dia masih mengejarmu." gumam Yo il."Bagaimana caraku melindungimu, Aliyah. Jika dia tau kamu wanita orang itu, entah bagaimana cara kaka akan membunuhnmu."


###


Dibelahan bumi yang lain, Seorang pria duduk dengan menghisap sigaretnya. Pria itu bangkit dan berjalan perlahan.


"Kalian sudah menemukan dimana wanita itu?"


"Sudah tuan"


"Ayo kesana." perintahnya."Aku yang akan menangkapnya sendiri dengan tanganku."


"Baik Tuan Han Yo Jo."


###


Aliyah terbangun menatap langit kamarnya. Dia tersentak meraba ruang kosong disampingnya. Dia terdiam. Aliyah merasa sedih, juga sakit. Akhirnya dia ditinggalkan juga. Dengan lemas Aliyah membawa tubuhnya kekamar mandi. membersihkan diri. Aliyah menatap pantulan diri di cermin. Mendapati tubuhnya yang penuh tanda merah. Aliyah kembali termenung Merasakan deyar didadanya yang semakin terasa sakit.


"Akhirnya aku ditinggalkan juga." isak Aliyah merasai dadanya yang yang semakin terasa sakit.


Aliyah menghapus air matanya. Membalut tubuhnya dengan Handuk dan keluar dari kamar mandi. Aliyah terkejut. Melihat Han Yo il sudah berada di kamarnya.


"Apa yang kau...."


Han yo il merangsek mendekat dan menutup mulut Aliyah. Dengan jari yang dia tempelkan di mulutnya sendiri.


"Apa!?" Aliyah terkejut." Siapa?"


Yo il melihat tampilan Aliyah yang hanya memakai handuk itu. Yo il menelan ludahnya.


"Siapa Yo il?"


"Kakaku! Dia masih mengincarmu atas kematian ayah."


"Apa?"Aliyah terkejut "Aku akan menghubungi Devan."


Yo il mencengkram tangan Aliyah. "Tidak! Disaat seperti ini dia malah meninggalkanmu disini. Dia tidak pantas....." Yoil menggeram marah.


"Dia priaku Yo il..."sentak Aliyah kesal.


Yo il melihat leher dan dada atas Aliyah yang penuh dengan bekas tanda merah. Membuat dada nya berdesir.


Dengan cepat Yo il melepas jaket sport nya dan menyelimutkannya pada tubuh Aliyah.


"Kita tak punya banyak waktu." Yo il menarik lengan Aliyah.


"Tidak!" tolak Aliyah mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Yo il."Aku akan menunggunya disini..."


DOOORRR


DOOOORRR


UUUGGGHHH...


Aliyah terlonjak kaget. Tiba tiba terdengar suara tembakan. Disusul dengan suara tembakan lain.

__ADS_1


Aliyah bergidig. Aliyah menatap Yo il.


"Kita sudah tak punya banyak waktu." tegas Yo il.


"Tapi... Aku..." Aliyah terbata, "Biarkan aku pakai baju dulu." dengan wajah malu dan takut. Karena kembali terdengar suara tembakan dan semakin dekat.


"Tidak sempat. Aku akan menggendongmu." Yo il membopong tubuh Aliyah. Lalu berlari cepat keluar beranda dan melompat. Yo il bergegas berlari mencari tempat yang gelap.


Dikejauhan terdengar suara tembakan dan erangan kesakitan. Dan suara hellikopter yang mendekat.


"Sial!" Umpat Yo il."Dia sudah dtang!"


Dengan cepat Yoil membawa lari Aliyah menaikkannya diatas speetboat dan tancap gas.


Di laut lepas masih ada beberapa gerombolan yang mengejar.


"Menunduk dan berlindung!" titah Yo il mengeluarkan pistolnya. Aliyah menurut dan membungkuk untuk bersembunyi.


Yo il menembaki para pemburunya tanpa ampun. Hingga mereka tumbang satu persatu.


"Bisa mengoperasikan speetboad?"


Aliyah mengangguk pelan walau tak yakin.


"Ambil kendali!" perintah Yo il .


"Apa?"


"Ambil kendali dan arahkan kebarat daya." ujarnya masih lancarkan tembakan.


Aliyah mengangguk. Aliyah mencoba mengambil alih kemudi dan mengarahkannya kebarat daya.


TRIINNGG!


benda logam mengenai samping kemudi.


PPSSSSUUUUUUWWW...


"Aaaahhh..." Pekik Aliyah.


"Ada apa?" Yo il menoleh,


Yo il melihat lengan Aliyah berdarah. Yo il mengeretakkan giginya marah.


"Habis kalian malam ini!"


Dia mengambil basoka dari bawah kursi dan menembakannya ke speetboat yang mengejar mereka. dan terjadilah ledakan yang cukup besar.


Yoil menggeser tubuh Aliyah, untuk mengambil alih kemudi..


"Aku akan membawamu ketempat yang aman. bertahanlah." seru Yo il khawatir.


____€€€____


Visual Han Yo jo (Abang Han Yo Il)



Reader kuuh , kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___

__ADS_1


😊


__ADS_2