Belenggu Cinta Mafia

Belenggu Cinta Mafia
Sama liciknya


__ADS_3

Zain dan Keysa tampak terdiam di kamar masing-masing tak ada pembicaraan yang mereka lakukan setelah makan malam, Zain bahkan tak membahas masalah kedatangan mommy nya tadi siang, kedua orang itu sepertinya larut dalam pemikiran masing-masing.


Keysa termenung di kamarnya, memikirkan kedatangan mertuanya tadi siang, belum dekat, bahkan mommy Maya tak tahu bahwa Keysa adalah menantunya. Tapi pertemuan kedua mereka cukup berkesan, terutama untuk Keysa. Seolah Keysa mendapatkan kasih sayang seorang ibu dari mommy Maya, dan memang itu yang Keysa inginkan selama ini. Hanya hal kecil tapi cukup berkesan bagi Keysa.


"Mommy Maya memang baik, Kak Zain sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat menyayanginya. Tapi apakah itu artinya kak Zain adalah pewaris tunggal keluarga Miller yang tak di ketahui wajah dan keberadaannya itu?" Keysa rasanya masih tak percaya dengan apa yang dia ketahui, sebuah rahasia besar yang tertutup rapat dari semua pihak.


Andai mommy Maya tidak datang ke rumah mungkin Keysa tak mengetahui siapa sebenarnya kak Zain.


"Tapi kenapa kak Zain hidup sederhana, bahkan bekerja sebagai montir? sedangkan harta kekayaan yang di miliki saja tak akan pernah habis sampai tujuh turunan." Keysa semakin di buat bingung ketika memikirkannya.


"Astaga...Kenapa tidak terpikirkan, bukankah kak Zain memang sengaja, semua ini hanya untuk membuatku merasa menderita. Apa kak Zain pikir aku tidak bisa bertahan hidup dalam kesederhanaan? aku rasa kak Zain memang mengangapku anak manja. Sampai dia melakukan semua ini, jika di pikir sungguh lucu kak Zain ini." Keysa tersenyum sambil membayangkan wajah tampan suaminya.


"Apapun itu aku akan tetap bertahan, akan ku buktikan kalau aku bisa hidup dalam kesulitan, dan aku tak akan mengeluh lagi, menikmati hidup yang tak lama ini dengan melihat wajah serta adanya kak Zain di dekatku saja sudah lebih dari cukup. Aku tak berharap banyak Tuhan, hanya ingin menghabiskan waktu bersama orang yang aku cintai."


Keysa memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya, memejamkan mata dan memasuki alam mimpi. Hari ini rasanya Keysa sangat lelah, padahal menurutnya pekerjaan yang di lakukan sangatlah menyenangkan. Bisa memasak dengan ibu mertua bukankah hal yang menyenangkan?


Apa mommy Maya akan menerima Keysa sebagai menantu jika dia tahu kalau putranya Zain sudah menikah dengan Keysa?


Hari sudah berganti, matahari sudah menapakkan batang hidungnya. Sinarnya yang hangat masuk melalui celah-celah di kamar Keysa dan langsung mengenai wajah cantik yang yang terlihat sedikit pucat. Mungkin efek dari bekerja, meski hanya pekerjaan rumah namun terkadang cukup melelahkan. Mungkin juga karena efek obat yang sudah habis, sudah dari kemarin Keysa sudah tak lagi mengkonsumsi obat yang bisa memperpanjang usia hidupnya. Sebenarnya bisa saja Keysa meminta, bahkan mengunakan uang yang kak Zain berikan. Namun peringatan keras yang Zain berikan mengenai harus berhemat membuatnya urung untuk meminta uang untuk membeli obatnya yang telah habis.


"๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ก๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ..." ucap Keysa lirih.


Keysa masih memejamkan mata, seolah sangat berat untuk di buka. Nafasnya bahkan terdengar sedikit berat. Sedangkan waktu telah menunjukkan pukul tujuh, seharusnya Keysa sudah memasak untuk kak Zain sarapan sebelum berangkat bekerja.

__ADS_1


๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ก๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ, ๐˜’๐˜ฆ๐˜บ๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ข๐˜บ๐˜ฐ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ก๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ... ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. Keysa memutuskan untuk tetap melakukan kewajibannya sebagai istri. Selagi dia bisa, maka akan tetap Keysa lakukan.


Tak lupa Keysa memoles wajahnya dengan make up tipis agar tak terlalu pucat.


Kini Keysa sedang berkutat di dapur membuatkan makanan sebelum Zain turun. Masakan yang sempat di ajarkan oleh mertuanya kini Keysa praktekkan, entah hasilnya sama atau tidak yang terpenting adalah usaha, karena usaha tak akan pernah mengkhianati hasil.


Zain hendak turun, dia pun agaknya memang bangun terlambat. Dengan tampilan sederhana namun tetap terlihat tampan, Zain akan pergi ke bengkel. Pekerjaan kecil yang Zain lakukan tak akan pernah Zain tinggalkan, bukan selain hobi, namun itu sudah menjadi kehidupan Zian saat ini.


"Makanlah, aku tak mau kamu sakit. jika kamu sakit tak ada yang membersihkan rumah ini dan aku tak suka rumah yang kotor." ucap Zain kala melihat Keysa hendak kembali ke kamar.


Keysa membuang nafas berat, ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ค๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ.


"Duduklah, oh ya... soal kemarin, jangan pernah kamu anggap serius omongan mommy. Jika mommy datang kemari lagi, aku ingatkan untuk tidak terlalu dekat dengan mommy apalagi untuk mengambil hati mommy. Kamu tak layak untuk menjadi menantu di keluarga Miller. Keluarga Miller tak menerima putri seorang pembunuh!" lagi dan lagi Zain menegaskan bahwa Keysa anak seorang pembunuh.


๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ.


"Bagus jika kamu tahu posisimu, dan ya... kamu boleh mencari pekerjaan untuk mengganti kerugian yang kamu ciptakan kemarin, aku tak mau kamu lari dari tanggung jawab." ucap Zain datar.


"Sungguh kak... aku boleh bekerja?" terlihat sedikit senyum di wajah Keysa.


"Hmmm..."


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ

__ADS_1


Setelah sarapan Zain pergi ke bengkel, tujuan aslinya adalah markas Dragon Black. Kabar mengenai penyusup yang masih belum di ketahui siapa orangnya membuat Zian dan yang lain memasang sikap siaga.


"Apa kamu menemukan bukti?"


"Masih belum tuan, sejauh ini dia bermain sangat rapi, cukup sulit menangkap basah dia."


"Rupanya dia cukup pandai, siapa orang yang bersembunyi di balik layar itu. Apa ini ada hubungannya dengan masa lalu atau musuh baru Dragon Black?" beberapa pertanyaan memenuhi kepala Zain.


"Cari tahu semuanya, Alex. Jika dia pandai kita juga harus lebih pandai darinya."


Tanpa banyak bertanya, Alex mengerti apa yang di inginkan oleh tuannya.


"Hidup dan mati ku adalah milik Dragon Black tak akan ku biarkan siapapun menghancurkan organisasi ini!" ucap Alex mantap.


Setelah mengunjungi markas, Zain baru menuju bengkel untuk bekerja. Sedikit terlambat, tapi kali ini Zain tak akan mendapat hukuman sebab pak Bambang tak akan dia jadikan manager bengkel lagi. Biarlah tetap misterius siapa pemilik Bengkel tersebut.


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


"Kau memang hebat, tak salah aku memilihmu untuk melakukan tugas ini." ucap Viktor pada bawahannya yang di tugaskan mengambil informasi dari Niko. Dengan kaki di angkat ke atas meja Viktor meneguk segelas wine. Selain Viktor juga ada Albert di ruang bawah tanah milik Albert. Ya, sehabis mengawasi anak buahnya menjalankan tugas tanpa ketahuan dia langsung menuju ke kediaman William.


"Sudah ku katakan tak akan ada yang bisa mengalahkan kelicikan seorang Viktor, lihat saja dia bahkan terkecoh dengan penglihatan palsu ini." Viktor menunjukkan hasil rekaman di caffe indah.


Tanpa Alex sadari, Viktor telah mengetahui bahwa Alex mencurigai Niko selama ini.

__ADS_1


"Hahahaha... kau benar-benar licik!" ucap Albert.


Di sisi lain Zain juga tengah menyiapkan jebakan yang sama liciknya untuk menangkap musuh di balik layar ini.


__ADS_2