
Devan tertegun, netranya menatap tajam pada sosok pria angkuh didepannya yang juga menatap penuh intimidasi padanya dan juga Aliyah.
Han Yo Jo tersenyum tipis, lalu melebar dan berubah menjadi tawa.
HUAHAHAHAHA..
Devan mengernyit, mengeratkan genggaman tangannya. Sedang Aliyah membeku. Seluruh isi perutnya terasa ditekan kuat oleh tatapan Yo Jo yang mendominasi. Tawa pria bertato itu sangat menakutinya.
Yo jo tiba-tiba menghentikan tawanya seketika. Menatap Aliyah dengan sangat tajam wanita itu begidig dan menelan ludahnya sangat susah. Yo jo melirik tangan Devan yang menggenggam erat tangan Aliyah. Tangan yang saling bertautan itu membuat darahnya mendidih. Dibelakang Devan dan Aliyah, dari balik bangunan megah itu Yo Il berdiri dan melangkah dengan tatap yang sulit diartikan. Lalu berhenti beberapa meter.
Yo Jo tersenyum mengejek.
"Apa kau akan membunuh siapa saja yang menyentuh orang yang sudah kau tandai?" sindir Yo jo menyeringai.
"Bagaimana dengan dia? Apa kau tertarik?" kekeh Yo jo lagi semakin mengintimidasi adiknya, Yo Il.
Yo il mengernyit.
Aliyah menoleh dan menatap Yo il dengan permohonan di wajahnya.
Yo Il mengangkat tangannya menengadah.
"Kemarilah, Jangan biarkan tanganku mengambang terlalu lama."
Aliyah terpaku ditempatnya, menatap Yo il. Aliyah tau jika dengan Yo Il ia mungkin akan selamat, tapi Devan suaminya, Tak mungkin dia meninggalkan pria yang sudah bersedia datang untuknya, walau pria itu sudah sempat membuatnya kecewa. Meninggalkan saat Aliyah ingin dia disampingnya. Hingga akhirnya Aliyah justru terperangkap di sarang musuh suaminya.
Aliyah menunduk. Dadanya serasa sesak, isak kecil muncul di tengah kebimbangannya. Devan masih terdiam. Tersayat rasanya, melihat Aliyah begitu bimbang.
"Jangan menangis." lirih Devan, "Aku tak bisa menjanjikan keselamatan buatmu, tapi..."
__ADS_1
Devan menelan ludahnya yang terasa tercekat ditenggorokan. Aliyah menatap bagian belakang suaminya itu dengan mata berair.
"Tapi.... Jika kau bersedia mati bersamaku, mungkin aku bisa berusaha untuk kelangsungan hidup lebih lama."
Aliyah tertegun... Air matanya menetea dari pelupuk matanya. Devan melepas cengkraman tangannya.
"Kau boleh pergi jika tak yakin padaku." lirik Devan tanpa menoleh pada Aliyah. Mata pria itu masih bertahan pada sosok kejam didepannya, yang siap menebas kepalanya itu kapan saja.
"Aliyaahh!" seru Yo Il dengan tangan yang masih mengambang.
"Maafkan aku Yo Il." ucap Aliyah, "Kau seorang teman yang baik." Balas Aliyah tersenyum teduh pada pria yang pernah menolongnya itu.
Aliyah menggengam tangan Devan kembali. Pria itu tersenyum tipis, merapatkan tauatan tangannya dengan jemari Aliyah.
"I love you, my hubby!"
"Katakan itu setelah kau membawaku keluar dari sini." ucap Aliyah.
Devan menarik tangan Aliyah, menembak beberapa penjaga dan berlari ke arah pintu keluar. Yo jo mengernyitkan dahinya. Saat Devan bergerak mendekat dengan mengacungkan pistol kearahnya.
Yo jo menarik bahu pengawalnya hingga kedepan tubuhnya, menjadikan pengawalnya itu sebagai tameng saat Devan berusaha menembaknya.
UUUHHHHGGGGG...
Mata Devan melebar, apa lagi Aliyah, bagaimana bisa Yo jo dengan santainya menjadikan bawahan nya sebagai tameng. Begitulah yang Aliyah pikirkan.
"Gunakan pistolmu untuk melindungi diri!" seru Devan melepas tangan istrinya. Tentu membuat Aliyah tertegun. Memang ada beberapa orang Yo jo yang mengarahkan senapannya pada mereka dengan cepat Aliyah membidik dan menembak. Sesuai harapan. Tembakan Aliyah tak meleset dan menumbangkan orang-orang itu.
Sedangkan Devan dan Yo jo terlibat pertarugan tangan kosong.
__ADS_1
BUG
BUG!
Kedua orang itu saling menyerang, Devan melirik aliyah agar berlari ke pintu gerbang. Devan menyampar pistol yang tergeletak di aspal depan gerbang ke arah Aliyah berdiri. Dengan cepat Aliyah mengambil pistolnya namun Yo jo sudah menginjak tangan Aliyah diatas pistol itu.
"Aaakkkkkhhh!!" pekiknya.
Devan menggeram dan mendang perut Yo Jo yang terbuka. Pria bertato itu mundur selangkah, Aliyah segera menyaut pistol dan Devan menyambar tangan istrinya, dengan bergegas lari ke keluar pintu gerbang.
"SSHHHIIIITTT!!!" umpat Yo jo memukul udara.
"Semuanya! Dapatkan mereka!"
Yo il mendekat pada abangnya.
"Biar aku yang membawa kepala mereka berdua, kak!" ucapnya bertekat.
____€€€____
Reader kuuh , kira-kira siapa ya?
Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
__ADS_1
😊