Belenggu Cinta Mafia

Belenggu Cinta Mafia
Chap 37


__ADS_3

Han Yo il membawa Aliyah ke markas besar. Dimana tak ada yang bisa menjangkau mereka karena keamanan disana sangat ketat. Bahkan Devan pun tak akan bisa masuk kesana.


"Pakai bajuku dulu. Nanti akan ada seseorang yang membawakan baju untukmu." Ucap Yo il menyerahkan sepasang piama miliknya.


"Yo il.. berapa lama aku akan ada disini?"tanya Aliyah pelan dengan wajah sedih.


Yo il menghela nafasnya. "Aku juga tidak tau. Tapi disini aman."


"Bagaimana dengan Devan..."lirih Aliyah


"Jangan pikirkan dia." Yo il mengambil p3k. lalu duduk di kursi."Kemarilah, biar ku obati lukamu."


Aliyah menurut melepas jaket sport yang melekat ditubuhnya. Aliyah mengernyit perih. Tampak ada luka sepanjang 3cm di lengan atasnya. Yo il dengan telaten memgobatinya.


"Aaaa.." erang Aliyah merasa perih. Yo il meniup luka Aliyah sembari mengoleskan obat.


"Devan pasti menghawatirkan ku."lirih Aliyah sendu.


"Dengar Aliyah, saat ini bukan dia yang patut kau kuwatirkan. Tapi dirimu sendiri." ujar Yo il menatap wajah Aliyah.


"Aku pikir saat ini kamu bahkan tidak tau siapa itu Devan. Bukan?" lanjut Yo il. Aliyah terdiam dia memang tidak tau apapun tentang Devan.


"Devan adalah salah satu cucu dari pendiri gangster terbesar diasia ini. kekuatan dan pengaruhnya setara dengan kakeknya. Namun, Kini dia malah dikejar oleh ketua-ketua gangster yang lain, karena dia ditengarai menjadi dalang dalam kasus pencurian data dan CIP senjata mutakhir."


"Dia meninggalkanmu di sana bukan? Kau tau kenapa?" tanya Yo il lagi. Aliyah menggeleng."Dia mendapat serangan pengalihan dari kakaku Han Yo jo."


"Dia lebih kuat dari pada Devan. Jauh lebih kuat. Yo jo bukan orang yang bisa Devan atau aku lawan." terang Yo il.


"Dan buruknya, Yo jo mencarimu sekarang. Jika kau bersama Devan, Dia tidak akan bisa melindungimu."


"Maksudmu, kau lebih bisa melindungiku?"tanya Aliyah menatap mata Yo il mencari kebenaran disana.


"Setidaknya, Yo jo tidak akan menentang Adiknya sendiri." Yo il meyakinkan.


"Sekarang. Pakai baju mu!" titah Yo il berdiri."Aku akan turun kebawah, temui aku disana. Ada beberapa yang ingin aku tunjukkan padamu."


Aliyah mengangguk.


"Sementara ini tinggalah disini."


Yo il berbalik dan berjalan mendekati pintu. Tangannya sudah memegang handel pintu. Namun terhenti oleh suara Aliyah.


"Yo il!"


Yo il menoleh.


"Bagaimana bentuk Cip itu?" tanya Aliyah ingin tau.


"Kau tidak tau?"Yo il balik bertanya.


Aliyah menggeleng. "aku belum pernah melihatnya."


Yo il tersenyum tipis. "Lebih baik begitu. "


Yo il keluar dari kamar dimana Aliyah berada. Aliyah masih terbengong manatap pintu yang baru saja menutup itu.


"Mungkin Benar kata Yoil saat ini aku lebih baik aku disini dulu. Aku yakin Devan pasti akan memikirkan bagaimana menyelamatkanku." gumam Aliyah,

__ADS_1


Gadis itu mulai melepas handuknya dan memakai piyama Yo il.


"Uuuuhhh... piyama ini besar jadi terlihat longgar. Bagian dadanya pun sedikit melorot. Sudahlah dari pada tidak pakai." gumam Aliyah melihat bagian atas dada nya yang sedikit terekspose.


Aliyah melangkahkan kakinya untuk turun ke lantai bawah sesuai apa yang Yoil instrusikan.


Dibawah Siap makanan. Dan yoil duduk di meja makan.


"Kita makan dulu. " ucapnya saat melihat aliyah yang sudah turun."Setelah ini kita bicarakan hal lain."


Aliyah dengan patuh duduk dimeja makan lalu melahab nya. Aliyah atu Yo il adalah orang baik, sehingga Aliyah tak perlu waspada padanya. Yo il juga sudah beberapa kli membantunya.


###


Di vila Devan.


Devan dengan cepat berlari dan menyisir vilanya yang sudah berantakan itu.


"Aliyah!"


Aliyah!"


Teriaknya mencari setial sudut vila itu. berharap Aliyah masih berada disana. Namun nihil. Devan memukul tembok hingga tangan nya berdarah.


"Siaalll!!"


"Tuan." panggil Kim


Devan menoleh.


"Kami sudah mengevek cctv."ucap Kim.


"Apa?"Devan tersentak , "Han bersaudara?"


Kim mengangguk. Pria itu lalu menunjukan rekaman CCTV memang terlihat Yo il membawa kabur Aliyah keluar beranda dan lari menuju laut lepas. Kelompok Dari Yo jo sempat mengejar. Dilaut lepas terlihat ada nyala yang terang lalu muncul kepulan asap.


"Mungkinkah Yo il menyelamatkan Aliyah dari Yo jo?" gumam Devan pelan.


"Tuan."


"Kim! Cari dan gumakan teknologi terbaru dan tercanggih untuk menemukan dimana Aliyah." titah Devan tegas. "Hidup dan matiku ada padanya."


Devan melangkah dengan tatapan dingin dan serius.


Jika sesuatu terjadi pada Aliyah. Kalian semua habis! batin Devan penuh tekat dendam.


###


Seusai makan, Yo il membawa aliyah berjalan mengelilingi markas. Menunjukan beberapa tempat latihan yang sedang dipakai.


"Apa Devan mengajarimu bela diri?"


"Ya. Tapi hanya dasarnya saja."


"Yaaahh, tentu saja. Dia orang yang di incar. Tak mungkin membiarkanmu lemah. Tanpa bisa sedikit bela diri." respon Yo il menanggapi dengan sedikit senyuman.


"Jika aku jadi Devan aku juga akan melatihmu dengan kerass."sammbung Yo il lagi.

__ADS_1


Mereka berjalan dan memasuki ruang panel. "Ini adalah kontrol panel. Dan keamanan." terang Yo il.


Dieuangan itu ada banyak layar dan teknologi canggih lainnya yang memantau setiap pergerakan markas dan sekitarnya. Mata yo il menyipit pada satu layar. Dia melihat Yo Joo mendekat ke markasnya.


"Dia sudah datang!" ucap Yo il.


"siapa?"


"Yo jo."


Aliyah menegang, wajahnya berubah."Kakakmu yang mengejarku itu?"


"Iya." singkat Yo il."Aku akan melindungimu. Jangan takut."


Yo il mencoba menenangkan Aliyah yang terlihat sangat takut itu. Tangan Gadis itu bahkan gemetaran. Yo il menggenggam tangan Aliyah.


"Percayalah padaku." dengan senyum tipis.


"Ayo! Kita sambut dia diruaang utama." ajak Yo il. menggandeng Aliyah.


Diruang utama markas Keluarga Han.


Yo jo duduk dengan melipat kakinya. Menatap Yo il yang dengan beraninya menggenggam erat tangan Aliyah didepannya.


Yo jo menghisap cerutunya, lalu mengeluarkan asap tebal dari mulut dan hidungnya.


"Siapa dia?" tanya Yo Jo mendominasi.


"Pacarku Kak."


Yo Jo terkekeh.


"Sejak kapan kau pacaran haaahh?" lantang Yo Jo dengan nada penuh intimidasi.


"Sejak aku bertemu dengannya." Yo il menjawab denga datar dan tenang.


Sedangkan Aliyah sudah panas dingin ketakutan. Apalagi Yo jo menatapnya dengan penuh intimidasi.


Yo Jo tergelak. Tawany begitu sangat menakutkan.


Yo Jo berdiri dan mendekat. Berjalan mengelilingi Yo il dan Aliyah. Yo Jo melihat sekitar leher dan dada atas Aliyah yang ada beberapa tanda merah di kulit mulusnya.


"Karena itu kau menandai barang barang milikmu?" menatap tajam Adiknya.


"Tenti saja."


Yo jo terkekeh.


"Yo il pacarmu ini terlihat sedap. Aku juga ingin mencobanya...."


Yo il melayangkan pukula di wajah Yo jo. Pria tampan penuh tato itu sedikit mudur oleh pukulan Yo il.


"Dia milikku Yo jo!" tegas Yo il dengan mata yang membuat sempurna. Tampak guratan kemarahan di wajahnya. Tangan Yo Il.masih mengepal kuat.


"Di sudah kutandai. Jika kau menyentuh apa yang kutandai..... "


"Aku akan bagaimana?" tantang Yo Jo menatap tajam Yo il balik.

__ADS_1


____€€€____


__ADS_2