
Byurrrr
Zain menyiramkan satu ember air pada Keysa yang kini tengah terlelap dalam mimpinya.
"Oh astaga banjir....!" pekik Keysa terkejut saat mendapat hadiah tak terduga dari Zain.
"Bangun, jangan tidur terus, sepertinya dari tadi kamu hanya tidur tanpa melakukan pekerjaan yang aku perintahkan." ucap Zain dingin.
"Memang kak Zain memintaku melakukan apa?" tanya Keysa polos, dari tadi Keysa bahkan belum sempat keluar dari gudang, sungguh menyulap gudang menjadi tempat tidur layak pakai cukup menguras tenaga Keysa, terlebih lagi debu dalam gudang sempat membuatnya berhenti melakukan aktivitas tersebut, dan demi mendapatkan tempat tidur maka Keysa harus membersihkannya segera.
"Kau bodoh atau apa, aku sudah menyiapkan daftar pekerjaanmu dan sudah ku tempel di dinding, aku kira kamu akan keluar setelah membersihkan gudang ini, tapi nyatanya kamu asik tidur di sini!"
"Maaf kak, aku hanya lelah sedikit tadi, jadi aku berniat tidur sebentar."
"Sudah jangan banyak alasan, lebih baik kamu siapkan makanan, ingat disini tidak ada pembantu, semua pekerjaan rumah tangga kamu yang akan melakukannya, kita harus berhemat mulai dari sekarang, dan ini, gunakan dengan baik jangan gunakan untuk membeli sesuatu yang tidak penting, aku hanya bekerja sebagai karyawan bengkel biasa, gaji tidak banyak jadi jangan bertingkah sebagi ratu disini."
Zain menyerahkan sebuah amplop coklat yang di dalamnya berisi jumlah gaji yang Zain dapatkan selama bekerja sebagai karyawan bengkel. Meski bengkel itu miliknya sendiri, Zain tak mau Keysa merasa curiga, oleh sebab itu Zain bahaya mengisi sedikit jumlah uang di dalam amplop tersebut.
"Iya kak Zain, Keysa akan berhemat, Keysa tak akan menyalahgunakan uang pemberian kak Zain ini." ucap Keysa.
Zain keluar meninggalkan Keysa yang masih mematung di tempat tidurnya.
๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐๐ฆ๐บ๐ด๐ข, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ธ๐ข๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ช ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ถ๐ซ๐ข๐ฏ, ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ฎ๐ถ.
Keysa segera membersihkan dirinya setelah itu keluar melihat apa yang di katakan oleh kak Zain mengenai tugas-tugasnya itu.
"Oh, astaga! sepanjang ini, mana mungkin aku bisa melakukannya aku sendiri saja baru belajar beberapa hari terakhir sebelum menikah dengan kak Zain, dan sekarang aku harus melakukannya sekaligus!"
"Kak Zain sepertinya nggak main-main sama ucapannya."
"Tapi ya sudahlah, sebagai istri berbakti aku akan tetap melakukannya, semua ini demi kak Zain, semangat Keysa." Keysa kemudian pergi ke dapur untuk membuat makan malam untuknya dan kak Zain.
Zain sudah berada di dalam kamar miliknya, saat ini Zain sedang melakukan panggilan terhadap bawahannya yang berada di markas, sebagai ketua mafia, Zain harus tetap melakukan tugasnya dengan baik.
Zain yang tak mau menerima kata gagal, akan memimpin secara langsung bagaimana bertindak dalam organisasi mafia miliknya. Namun untuk beberapa hari ke depan Zain akan memfokuskan memberi hukuman pada putrinya Dirga Anderson, berharap Dirga akan hancur perlahan setelah melihat berapa menderitanya putri bungsunya itu.
__ADS_1
"Alex, aku perintahkan kamu untuk mengambil alih markas selama beberapa hari, jangan pernah katakan pada siapapun mengenai ini termasuk daddy! aku tak kau daddy mengetahui rahasiaku, kalaupun harus tahu aku sendiri yang akan mengatakannya bukan orang lain."
"Satu lagi, jika ada yang mencurigakan cepat laporkan padaku, aku tahu ada seseorang yang hendak melakukan perlawanan terhadap pihak kita, tapi itu masih abu-abu, siapkan saja semuanya untuk berlatih agar mereka siap jika suatu saat ada pertempuran!" perintah Zain tegas.
"Baik tuan, akan saya jalankan sesuai perintah."
Keysa masih berkutat di dapur, bukan sedang sibuk memasak melainkan sibuk memikirkan bagaimana caranya mengunakan alat-alat untuk memasak itu. Selama hidupnya Keysa tak pernah menginjakkan kaki di dapur rumahnya, Keysa selalu di layani, maka tak heran jika dia tidak bisa memasak apapun.
"Ini bagaimana caranya, dan aku harus memulainya dari mana, apa dari sini?" Keysa menunjuk pada panci yang memang sudah berada di atas kompor dengan sedikit air di dalamnya.
"Sepertinya iya."
Keysa kemudian mengambil telur berniat memasaknya sebagai makan malam.
Pyarrr
Keysa memukul dengan mengunakan centong nasi dengan kekuatan penuh, hasilnya telur tersebut tumpah ke mana-mana.
"Oh astaga, ini kenapa jadi berantakan, mana ini sudah malam lagi, makan malam harus sudah siap, kak Zain pasti marah jika aku tak menyiapkan makan malam untuk kami, ayo Keysa lakukan dengan benar."
Setelah beberapa kali percobaan memecahkan telur, kini akhirnya Keysa bisa memecahkan telur tanpa tumpah.
"Bau apa ini, seperti bau gosong, jangan-jangan!" Zain yang sengaja turun melihat apakah makanan sudah matang, seketika berlari menghampiri dapur melihat apa yang terjadi di sana.
Sedangkan Keysa yang berada di dapur pun sama gugupnya saat mengetahui jika telur yang di masak kini berubah menjadi kehitaman, seperti pantat panci yang gosong.
"Mati aku, Kak Zian pasti akan marah, mana makanannya belum siap lagi."
"Keysa!! apa yang kamu lakukan sampai ada bau gosong dari dapur?"
"Em... a-aku nggak sengaja kak!" ucap Keysa menunduk, tak berani menatap mata Zain yang sedang marah.
"Astaga, Keysa...! bisa-bisanya kamu masak sampai gosong seperti ini, apa kamu nggak bisa masak apapun, apa orang tua kamu nggak pernah mengajarkan cara memasak yang benar, kalau begini bisa kebakaran rumahku!!" Zain berteriak sambil menunjuk ke arah Keysa, Keysa hanya bisa diam menunduk mendapat omelan dari Kak Zain.
"Aku hanya memintamu untuk memasak bukan menghancurkan dapurku, cepat!! bereskan kekacauan ini, dan belajarlah memasak mulai sekarang." Zain kemudian berlalu meninggalkan dapur, selera makannya mendadak hilang saat mengetahui masalah yang di buat Keysa.
__ADS_1
๐๐ฉ ๐ข๐ด๐ต๐ข๐จ๐ข, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ๐ช ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฅ๐ช๐ข, ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ณ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐๐ฆ๐บ๐ด๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ค๐ข๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ถ๐ณ. ๐๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข.
Setelah membersihkan dapur, Keysa berniat untuk tidur kembali, melihat tidak ada pergerakan atau ajakan dari Zain untuk makan di luar, bisa di pastikan Keysa malam ini akan tidur tampa mengisi perut.
Zain sendiri saat ini sedang menikmati makanan yang dikirimkan oleh mommy Maya khusus untuknya tanpa berniat membagi sedikitpun pada Keysa.
๐๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช, ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ, ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ ๐ฅ๐ช ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ.
Di dalam kamar yang pengap ini, keysa meneguk beberapa gelas berisi air putih, sengaja Keysa lakukan untuk mengganjal rasa lapar pada perutnya saat ini.
"Semangat Keysa, semoga hari cepat berlalu."
Matahari sudah terbit dari timur, menampakkan sinar hingga nya dengan malu-malu. Keysa yang terbangun sebab merasa silau dengan cahaya yang menembus ventilasi udara menerpa langsung ke wajah cantiknya langsung teringat akan pekerjaan yang sudah menanti di pagi hari ini. Ya, hari ini hari kedua Keysa menjadi istri Zain.
"Aku harus bergegas melakukan pekerjaanku, mana sebentar lagi aku ada jam kuliah lagi harus super cepat ini." Keysa bergumam dalam hati.
Tugas pertama yang Keysa lakukan adalah menyapu lantai, sengaja Keysa memulainya dari hal kecil yang mungkin bisa Keysa lakukan terlebih dahulu. Setelah selesai Keysa beralih ke dapur, berniat mencoba memasak kembali.
"Sepertinya ini adalah bekas makanan, tapi siapa yang makan, bukankah kak Zain semalam tidak keluar makan...., atau kak Zain memang sengaja tak memberiku makanan tadi malam?" beberapa pertanyaan menari-nari di kepala Keysa.
"Sudahlah, memikirkannya hanya menambah beban pikiranku saja, sekarang yang terpenting aku harus segera membuatkan sarapan untuk kak Zian sebelum berangkat kerja."
Dengan bantuan tutorial yang ada dalam handphone miliknya, Keysa memberanikan diri memasak sesuai dengan apa ya g ada di dalam video tersebut.
"Ternyata memasak tak sesulit apa yang aku pikirkan, aku rasa ini cukup menyenangkan aku jadi merasa terhibur dengan pekerjaan memasak ini."
Dua piring Nasi goreng sudah tersaji di atas meja makan, berharap kak Zain akan menyukai makanan buatan Keysa.
Zain turun dan bergabung dengan Keysa yang sudah duduk menunggu kedatangannya nya.
"Kamu masak!! Aku hadap kali ini kamu tak membuat kekacauan lagi, atau aku akan memberikan hukuman kepadamu!!"
"Duduklah kak Zain, rasakan dulu masakan ku, aku yakin kaka Zain akan menyukainya." ucap Keysa bersemangat, Keysa merasa resep yang dia tiru sudah benar.
Happ
__ADS_1
Satu suap masuk kedalam mulut, Zain berhenti sejenak, kemudian menatap Keysa dengan tatapan tak terbaca.
"๐๐ข๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ?"