Belenggu Cinta Mafia

Belenggu Cinta Mafia
Kesalahan


__ADS_3

Byurrrr


Zain menyiramkan satu ember air pada Keysa yang kini tengah terlelap dalam mimpinya.


"Oh astaga banjir....!" pekik Keysa terkejut saat mendapat hadiah tak terduga dari Zain.


"Bangun, jangan tidur terus, sepertinya dari tadi kamu hanya tidur tanpa melakukan pekerjaan yang aku perintahkan." ucap Zain dingin.


"Memang kak Zain memintaku melakukan apa?" tanya Keysa polos, dari tadi Keysa bahkan belum sempat keluar dari gudang, sungguh menyulap gudang menjadi tempat tidur layak pakai cukup menguras tenaga Keysa, terlebih lagi debu dalam gudang sempat membuatnya berhenti melakukan aktivitas tersebut, dan demi mendapatkan tempat tidur maka Keysa harus membersihkannya segera.


"Kau bodoh atau apa, aku sudah menyiapkan daftar pekerjaanmu dan sudah ku tempel di dinding, aku kira kamu akan keluar setelah membersihkan gudang ini, tapi nyatanya kamu asik tidur di sini!"


"Maaf kak, aku hanya lelah sedikit tadi, jadi aku berniat tidur sebentar."


"Sudah jangan banyak alasan, lebih baik kamu siapkan makanan, ingat disini tidak ada pembantu, semua pekerjaan rumah tangga kamu yang akan melakukannya, kita harus berhemat mulai dari sekarang, dan ini, gunakan dengan baik jangan gunakan untuk membeli sesuatu yang tidak penting, aku hanya bekerja sebagai karyawan bengkel biasa, gaji tidak banyak jadi jangan bertingkah sebagi ratu disini."


Zain menyerahkan sebuah amplop coklat yang di dalamnya berisi jumlah gaji yang Zain dapatkan selama bekerja sebagai karyawan bengkel. Meski bengkel itu miliknya sendiri, Zain tak mau Keysa merasa curiga, oleh sebab itu Zain bahaya mengisi sedikit jumlah uang di dalam amplop tersebut.


"Iya kak Zain, Keysa akan berhemat, Keysa tak akan menyalahgunakan uang pemberian kak Zain ini." ucap Keysa.


Zain keluar meninggalkan Keysa yang masih mematung di tempat tidurnya.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜’๐˜ฆ๐˜บ๐˜ด๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฎ๐˜ถ.


Keysa segera membersihkan dirinya setelah itu keluar melihat apa yang di katakan oleh kak Zain mengenai tugas-tugasnya itu.


"Oh, astaga! sepanjang ini, mana mungkin aku bisa melakukannya aku sendiri saja baru belajar beberapa hari terakhir sebelum menikah dengan kak Zain, dan sekarang aku harus melakukannya sekaligus!"


"Kak Zain sepertinya nggak main-main sama ucapannya."


"Tapi ya sudahlah, sebagai istri berbakti aku akan tetap melakukannya, semua ini demi kak Zain, semangat Keysa." Keysa kemudian pergi ke dapur untuk membuat makan malam untuknya dan kak Zain.


Zain sudah berada di dalam kamar miliknya, saat ini Zain sedang melakukan panggilan terhadap bawahannya yang berada di markas, sebagai ketua mafia, Zain harus tetap melakukan tugasnya dengan baik.


Zain yang tak mau menerima kata gagal, akan memimpin secara langsung bagaimana bertindak dalam organisasi mafia miliknya. Namun untuk beberapa hari ke depan Zain akan memfokuskan memberi hukuman pada putrinya Dirga Anderson, berharap Dirga akan hancur perlahan setelah melihat berapa menderitanya putri bungsunya itu.

__ADS_1


"Alex, aku perintahkan kamu untuk mengambil alih markas selama beberapa hari, jangan pernah katakan pada siapapun mengenai ini termasuk daddy! aku tak kau daddy mengetahui rahasiaku, kalaupun harus tahu aku sendiri yang akan mengatakannya bukan orang lain."


"Satu lagi, jika ada yang mencurigakan cepat laporkan padaku, aku tahu ada seseorang yang hendak melakukan perlawanan terhadap pihak kita, tapi itu masih abu-abu, siapkan saja semuanya untuk berlatih agar mereka siap jika suatu saat ada pertempuran!" perintah Zain tegas.


"Baik tuan, akan saya jalankan sesuai perintah."


Keysa masih berkutat di dapur, bukan sedang sibuk memasak melainkan sibuk memikirkan bagaimana caranya mengunakan alat-alat untuk memasak itu. Selama hidupnya Keysa tak pernah menginjakkan kaki di dapur rumahnya, Keysa selalu di layani, maka tak heran jika dia tidak bisa memasak apapun.


"Ini bagaimana caranya, dan aku harus memulainya dari mana, apa dari sini?" Keysa menunjuk pada panci yang memang sudah berada di atas kompor dengan sedikit air di dalamnya.


"Sepertinya iya."


Keysa kemudian mengambil telur berniat memasaknya sebagai makan malam.


Pyarrr


Keysa memukul dengan mengunakan centong nasi dengan kekuatan penuh, hasilnya telur tersebut tumpah ke mana-mana.


"Oh astaga, ini kenapa jadi berantakan, mana ini sudah malam lagi, makan malam harus sudah siap, kak Zain pasti marah jika aku tak menyiapkan makan malam untuk kami, ayo Keysa lakukan dengan benar."


Setelah beberapa kali percobaan memecahkan telur, kini akhirnya Keysa bisa memecahkan telur tanpa tumpah.


"Bau apa ini, seperti bau gosong, jangan-jangan!" Zain yang sengaja turun melihat apakah makanan sudah matang, seketika berlari menghampiri dapur melihat apa yang terjadi di sana.


Sedangkan Keysa yang berada di dapur pun sama gugupnya saat mengetahui jika telur yang di masak kini berubah menjadi kehitaman, seperti pantat panci yang gosong.


"Mati aku, Kak Zian pasti akan marah, mana makanannya belum siap lagi."


"Keysa!! apa yang kamu lakukan sampai ada bau gosong dari dapur?"


"Em... a-aku nggak sengaja kak!" ucap Keysa menunduk, tak berani menatap mata Zain yang sedang marah.


"Astaga, Keysa...! bisa-bisanya kamu masak sampai gosong seperti ini, apa kamu nggak bisa masak apapun, apa orang tua kamu nggak pernah mengajarkan cara memasak yang benar, kalau begini bisa kebakaran rumahku!!" Zain berteriak sambil menunjuk ke arah Keysa, Keysa hanya bisa diam menunduk mendapat omelan dari Kak Zain.


"Aku hanya memintamu untuk memasak bukan menghancurkan dapurku, cepat!! bereskan kekacauan ini, dan belajarlah memasak mulai sekarang." Zain kemudian berlalu meninggalkan dapur, selera makannya mendadak hilang saat mengetahui masalah yang di buat Keysa.

__ADS_1


๐˜–๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜จ๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜’๐˜ฆ๐˜บ๐˜ด๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข.


Setelah membersihkan dapur, Keysa berniat untuk tidur kembali, melihat tidak ada pergerakan atau ajakan dari Zain untuk makan di luar, bisa di pastikan Keysa malam ini akan tidur tampa mengisi perut.


Zain sendiri saat ini sedang menikmati makanan yang dikirimkan oleh mommy Maya khusus untuknya tanpa berniat membagi sedikitpun pada Keysa.


๐˜๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ, ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ.


Di dalam kamar yang pengap ini, keysa meneguk beberapa gelas berisi air putih, sengaja Keysa lakukan untuk mengganjal rasa lapar pada perutnya saat ini.


"Semangat Keysa, semoga hari cepat berlalu."


Matahari sudah terbit dari timur, menampakkan sinar hingga nya dengan malu-malu. Keysa yang terbangun sebab merasa silau dengan cahaya yang menembus ventilasi udara menerpa langsung ke wajah cantiknya langsung teringat akan pekerjaan yang sudah menanti di pagi hari ini. Ya, hari ini hari kedua Keysa menjadi istri Zain.


"Aku harus bergegas melakukan pekerjaanku, mana sebentar lagi aku ada jam kuliah lagi harus super cepat ini." Keysa bergumam dalam hati.


Tugas pertama yang Keysa lakukan adalah menyapu lantai, sengaja Keysa memulainya dari hal kecil yang mungkin bisa Keysa lakukan terlebih dahulu. Setelah selesai Keysa beralih ke dapur, berniat mencoba memasak kembali.


"Sepertinya ini adalah bekas makanan, tapi siapa yang makan, bukankah kak Zain semalam tidak keluar makan...., atau kak Zain memang sengaja tak memberiku makanan tadi malam?" beberapa pertanyaan menari-nari di kepala Keysa.


"Sudahlah, memikirkannya hanya menambah beban pikiranku saja, sekarang yang terpenting aku harus segera membuatkan sarapan untuk kak Zian sebelum berangkat kerja."


Dengan bantuan tutorial yang ada dalam handphone miliknya, Keysa memberanikan diri memasak sesuai dengan apa ya g ada di dalam video tersebut.


"Ternyata memasak tak sesulit apa yang aku pikirkan, aku rasa ini cukup menyenangkan aku jadi merasa terhibur dengan pekerjaan memasak ini."


Dua piring Nasi goreng sudah tersaji di atas meja makan, berharap kak Zain akan menyukai makanan buatan Keysa.


Zain turun dan bergabung dengan Keysa yang sudah duduk menunggu kedatangannya nya.


"Kamu masak!! Aku hadap kali ini kamu tak membuat kekacauan lagi, atau aku akan memberikan hukuman kepadamu!!"


"Duduklah kak Zain, rasakan dulu masakan ku, aku yakin kaka Zain akan menyukainya." ucap Keysa bersemangat, Keysa merasa resep yang dia tiru sudah benar.


Happ

__ADS_1


Satu suap masuk kedalam mulut, Zain berhenti sejenak, kemudian menatap Keysa dengan tatapan tak terbaca.


"๐˜”๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ?"


__ADS_2