Belenggu Cinta Mafia

Belenggu Cinta Mafia
Sah


__ADS_3

Hari sudah berganti, tepat jam sembilan pagi di sebuah KUA yang letaknya cukup jauh dari kediaman keluarga Miller maupun keluarga Anderson, Zain kini sudah duduk dengan tenang di depan penghulu yang akan menikahkan kedua mempelai.


"Panggilkan pengantin wanitanya, acara yang baik ini akan segera di mulai." perintah pak penghulu.


Zain kemudian meminta Alex sebagai tangan kanan Zain untuk menjemput kakak iparnya di kamar rias, dengan kedipan mata Alex sudah mengerti apa yang harus di lakukan.


Tok


Tok


Tok


Cklek


Pintu terbuka menampilkan Keysa dengan balutan kebaya sederhana berwarna putih suci, sesuci acara yang akan berlangsung beberapa menit lagi.


"Turunlah, semua sudah menunggu, termasuk Ayahmu!"


Deg


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ก๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


"Sudahkah jangan melamun, tak ada gunanya juga kamu melamun, pernikahanmu akan segera dilakukan." Alex bertugas memastikan Keysa turun dan duduk di samping Zain yang sudah siap melakukan ijab kobul.


"Saya Terima nikah dan kawinnya Keysa Anderson binti Dirga Anderson dengan emas seberat sepuluh gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai." Zain mengucapkannya dalam satu tarikan nafas.


Sah


Sah


Sah


Pak penghulu membacakan doa setelah akad dan di amini oleh para saksi.


"Kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri, selamat pak Zain dan bu Keysa." ucap pak penghulu kemudian berlaku pergi meninggalkan mempelai sebab masih ada beberapa mempelai yang harus dia nikahkan.


"Saya harap anda tidak menyakiti putri saya, dia adalah harta berharga dalam hidup saya." pinta Dirga dengan sedikit menunduk, sungguh kini Dirga telah hancur, impian mengenai putri bungsunya, Keysa telah sirna.


"Itu bukan lagi urusan Anda pak Dirga, maaf, ayah mertua! Keysa kini sudah menjadi istri saya dan dia akan mengikuti setiap perintah dari saya, ingat anda sudah menyerahkan hidup putri anda ini pada saya, jika anda melawan itu sama saja dengan memilih masuk kedalam penjara, bukankah begitu ayah mertua!!" Zain tersenyum smirk, hatinya sungguh puas melihat lawannya diam tak berkutik.


Dirga sendiri hanya bisa menghela nafas berat, "Aku tahu." Dirga kini beralih menatap putrinya, "Maafkan ayah Keysa, ini semua bukan keinginan ayah, percayalah ayah tak memiliki pilihan, semoga kamu berbahagia, nak!"


Dirga hendak memeluk Keysa untuk yang terakhir kalinya, namun Keysa menghindar dari pelukan sang ayah.


"Pergilah!, hari ini ayah membuktikan jika aku memang tak memiliki arti apapun dalam hidup ayah, nyatanya ayah dengan mudahnya memberikan hidupku yang tak berharga ini pada pria asing." Keysa tak bisa membendung tangisnya, air matanya pecah menganak sungai di hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagian bagi seorang gadis yang baru saja menikah, namun semua itu tak berlaku pada Keysa. Meskipun Keysa sangat menginginkan Kak Zain sebagai pasangannya, tapi dengan cara seperti ini tak bisa Keysa bayangkan akan menjadi seperti apa pernikahannya nanti.

__ADS_1


Apa kebahagiaan akan menghampiri Keysa? apa menikah dengan kak Zain akan membawa perubahan pada hidup Keysa?


Dirga memilih pergi karena tak kuat melihat putri kesayangannya menangis karena ulahnya.


"Ayah janji Keysa suatu saat ayah akan membebaskanmu dari pernikahan bodoh ini." Dirga bermonolog.


Tak ada yang mengetahui apa yang Zain lakukan saat ini, daddy Brian pun tak mengetahui jika putra kesayangannya telah menikah, hanya Dirga yang tahu mengenai pernikahan Keysa, ibunya Keysa dan juga kakaknya pun tak tahu mengenai masalah ini, semua tersimpan rapat.


"Berhentilah menangis, aku tak suka gadis yang cengeng!" ucap Zain dengan nada dingin.


Keysa yang mendengar ucapan Zain kini menghapus air matanya kasar, sekeras apapun ia menangisi takdirnya kenyataan itu pun tak akan berubah, Keysa kini telah resmi menyandang setatus sebagai istri Zain.


๐˜‰๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ก๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ.


Zain kini membawa Keysa untuk pulang ke rumah barunya, rumah yang akan menjadi saksi bahwa mereka sudah menikah, rumah yang akan Zain jadikan tempat yang sangat mengerikan untuk Keysa putri dari pembunuh orang tuanya.


"Pergilah Alex, tugasmu telah selesai."


Zain bukan ingin berduaan dengan Keysa, melainkan ingin menunjukkan posisi istrinya saat ini.


"Baik tuan." jawab Alex singkat.


"Masuklah, ada banyak tugas untukmu di rumah ini." Zain melemparkan senyum devilnya.


๐˜›๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ด? ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?


"Jangan harap kamu akan di perlakukan baik di rumah ini, disini yang berkuasa adalah aku maka kamu harus menuruti semua perkataanku tanpa ada bantahan, mengerti!" bentak Zain, berharap Keysa memiliki rasa takut terhadapnya.


"I-iya kak Zain, Keysa mengerti."


Zain hendak masuk kedalam kamar miliknya, di rumah yang sederhana ini hanya terdapat satu kamar utama.


Tanpa mengerti apapun Keysa ikut masuk kedalam kamar suaminya, Keysa berpikir mereka sudah menikah maka akan tidur dalam satu kamar.


"Berhenti!, kamu tak boleh melewati batasan di rumah ini, ini hanya akan menjadi kamarku seorang!" teriak Zain.


"Lalu aku tidur dimana kak Zain?" tanya Keysa polos.


"Tidur ya..., Zain tersenyum smirk, ikut aku." Zain menarik paksa tangan Keysa, berjalan menuju sebuah ruangan yang tertutup rapat.


Cklek


Pintu ruangan tersebut terbuka, Zain mendorong masuk tubuh Keysa, ini adalah tempat yang sangat cocok untukmu, mulai hari ini kamu akan tidur di tempat ini dan jangan pernah kamu masuk kedalam kamarku, tanpa seizinku paham!!"


"Tapi ini gudang kak, bagaiman aku bisa tidur di sini?"

__ADS_1


"Kamu punya tangan dan kaki kan, bersihkan tempat ini jika memang kamu mau tidur di dalam rumah jika tidak, tidur saja di luar."


Keysa tercengang mendengar jawaban dari Kak Zain, "Buk_"


Belum sempat keysa menyelesaikan bicaranya, Zain berlalu pergi ke kamar, dan membanting pintu.


Di dalam kamar Zain tidak mengistirahatkan tubuhnya, melainkan bersiap hendak pergi ke bengkel, bagaimanapun Zain harus tetap bekerja, selain untuk menghindari Keysa yang banyak sekali bertanya, Zain juga tak mau kedua orang tuanya curiga, sesuai rencana Zain akan melakukannya diam-diam, setelah berhasil menghancurkan mental putri kesayangan Dirga Zain akan mencampakkan nya.


"Tetap diamlah di rumah, jangan pernah keluar tanpa seizinku, atau kamu akan mendapatkan hukuman dariku, aku akan kembali bekerja." ucap Zain datar.


"Iya kak." ucap Keysa lirih.


Keysa yang masih berada di dalam gudang hanya bisa menghembuskan nafas beratnya, " Aku harus kuat, ingat keysa kamu sudah menikah kehidupanmu kini hanya untuk mengabdi pada Kak Zain, bukankah dia pangeran yang selalu kamu impikan, percayalah kak Zain mu pasti akan berubah suatu saat nanti!" Keysa memberi semangat pada dirinya sendiri.


"Ayo bekerja, kita ubah gudang ini menjadi tempat layak pakai, semangat keysa!" Keysa pun mulai melakukan pekerjaannya.


Cukup lama Keysa berkutat membersihkan gudang tersebut, kini gudang itu sudah bisa di gunakan, kebetulan di dalam gudang Keysa menemukan kasur yang sudah usang namun masih latak pakai, Keysa mengunakannya untuk alas tidurnya.


"Setidaknya aku masih beruntung memiliki tempat untuk tidur, daripada tidur di luar ini jauh lebih baik." Keysa berniat mengistirahatkan tubuhnya sebentar sebelum Zain pulang.


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


Zain kini memilih menemui kedua orang tuanya terlebih dahulu sebelum pergi ke bengkel, untuk meminta izin tinggal sendiri selama beberapa bulan.


"Daddy, mommy, izinkan Zain untuk tinggal sendiri ya, Zain ingin hidup sederhana, please mom, dad, selain itu Zain juga ingin bisa menenangkan hati Zain, jujur beberapa hari terakhir kenangan kedua orang tua kandung Zain selalu mengusik Zain, Zain janji Zain akan sering pulang, Zain butuh waktu untuk sendiri mom, dad!" ungkapan Zain memang terdengar cukup aneh, namun Mommy Maya dan daddy Brian cukup memahami perasaan putranya, tanpa menaruh curiga kedua orang tua Zain itu memberikan izin atas keputusan Zain, mereka percaya sepenuhnya pada Zain.


"Jika itu sudah menjadi keputusanmu, mommy dan daddy hanya bisa memberi dukungan saja, tapi janji harus di tepati, kamu harus sering pulang ke rumah ini, mommy ngak bisa lama-lama jauh dari putra kesayangan mommy ini."


"Pasti mom! yasudah, Zain berangkat kerja dulu ya mom, dad."


"Anak kita sudah besar ya, pa." ucap mommy Maya sambil menatap kepergian putranya.


"Ya, kita berikan saja ruang untuk Zain, percaya saja putramu pasti akan baik-baik saja."


Setelah keluar dari kediaman Miller, Zain kini menuju bengkel miliknya, tentunya sebagai karyawan bukan bos.


"Zain, aku kira kamu bakalan libur hari ini."


"Tidak, aku hanya punya urusan sedikit, tak mungkin aku libur yang ada aku di pecat jika tidak bekerja." ucap Zain datar.


"Iya, kita juga ngak mau kehilangan teman sebaik kamu kok."


Tak terasa jam sudah berganti sore, matahari mulai membenamkan sinarnya. Zain yang sudah pulang, melepas helm dan turun dari motor butut miliknya, Zain memutuskan akan mengunakan motor saja untuk kendaraan pergi bekerja.


Cklek

__ADS_1


Sepi, itu yang Zain lihat saat masuk ke dalam rumah, lampu yang belum dinyalakan, membuat rumah tampak temaram, hanya cahaya dari luar yang tampak menyinari beberapa perabotan di dalamnya.


"Dimana gadis itu, apa dia mencoba kabur! jika sampai dia berani kabur lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya!" Zain terlihat sangat emosi, kilat kemarahan terlihat jelas di matanya.


__ADS_2