
"Sedang apa kau di sini, bukankah seharusnya keu berlatih dengan yang lain."
"Em... iya tadi aku mau ke toilet sebentar, ini juga sudah selesai dan mau kembali berlatih." elak Niko, meski gugup tapi Niko bisa bersikap biasa saja.
"Oh... segeralah bergabung dengan yang lain, ingat berlatih dengan sungguh-sungguh, anggota Dragon Black harus tak tertandingi." ucap Alex penuh penekanan.
๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ช๐ฌ๐ฐ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐จ๐ฆ๐จ๐ข๐ฃ๐ข๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ต๐ช ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ถ๐ณ๐ช๐จ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ.
Sebelum pergi kembali berlatih, Niko meminta izin untuk pergi menemui keluarganya sebentar di caffe indah.
"Tuan, apa boleh setelah berlatih aku pergi sebentar, aku harus menemui adikku hari ini dia hendak membayar uang kuliah, aku harus memberinya uang. Hanya sebentar tuan?" ucap Niko meyakinkan, dengan mimik memelas.
Tentu itu semua adalah alasannya untuk bisa menemui sang bos dan melaporkan apa yang dia ketahui.
"Ya, baiklah. Kau boleh pergi tapi hanya tiga puluh menit waktu yang kamu punya di luar, setalah urusanmu selesai cepat kembali."
Alex berlalu pergi meninggalkan Niko.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ธ๐ข๐ด๐ช ๐๐ช๐ฌ๐ฐ, ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ-๐จ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ ๐๐ช๐ฌ๐ฐ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ๐ช๐จ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ.
๐น๐น๐น๐น๐น
Hari ini letha berencana ingin mengajak Keysa pergi berbelanja. Setelah beberapa minggu tidak bertemu, letha sangat merindukan adiknya itu.
"Kenapa nomor Keysa tidak aktif ya, kemana dia? sebaiknya aku cari saja ke rumah Nisa, dia kan sahabat baik Keysa pasti tahu tempat tinggal Keysa dimana."
Ingin tiba lebih cepat letha memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri, tentu dengan sedikit cepat, tak sabar ingin menghabiskan waktu dengan Keysa.
"Hari ini aku libur, aku bisa bersenang-senang dengan Keysa." ucap letha dengan antusias.
Cithhh
Bugh
Letha menginjak rem dengan kekuatan penuh.
"Oh astaga! aku menabrak orang, apa dia baik-baik saja?" letha segera turun untuk melihat kondisi orang yang dia tabrak barusan.
"Maaf... maaf, aku tak sengaja!" letha mendekat berniat membantu untuk berdiri. Untung saja yang di tabrak tidak terluka parah hanya beberapa goresan di tangan.
__ADS_1
"Lain kali kalau nyetir hati-hati, kalau bukan aku, orang lain akan jadi korban kamu." ucap Zain. Orang yang Letha tabrak tak lain adalah Zain Miller.
"Kamu... bukankah kamu adalah pengawal di keluarga miller?" Letha ingat betul wajah Zain saat jadi pengawal di pesta waktu itu.
"Ya, itu dulu sekarang tak lagi, aku seorang montir." ucap Zain datar.
Zain bahkan tak tertarik melihat kecantikan letha yang terhidang di hadapannya, namun lain dengan letha, dia terpana dengan ketampanan seorang Zain.
"Sudah, aku tak apa, lain kali jangan di ulangi."
"Em...sebagai permintaan maaf ku, bagaimana kalau aku traktir makan, sepertinya di dekat sini ada caffe yang makanannya enak." letha berharap bisa mengenal pria itu lebih dekat, sungguh ketampanannya telah mengikatnya.
"Tak perlu, aku sudah terlambat!" jawab Zain masih datar, Zain membetulkan motornya sendiri dengan keahliannya, tak lama motornya pun bisa di gunakan kembali. Pikiran Zain pagi ini tertuju pada masakan Keysa hingga membuatnya tidak fokus pada jalanan yang dia lalui, hingga Zain tanpa sengaja berbelok dan menyebabkan kecelakaan kecil, untung jalan tersebut masih sepi kalau tidak, mungkin letha sudah di amuk masa.
"Setidaknya terima ajakan ku tidak kali ini lain kali pun tak apa." letha masih memaksa.
Zain tak ingin terjebak bersama letha terus menerus, akhirnya Zain mengangguk saja menyetujui ajakan letha. Itu Zain lakukan agar bisa segera pergi.
๐๐ด๐ต๐ข๐จ๐ข, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ต ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ ๐ฌ๐ฆ ๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ช, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ช๐ด๐ฉ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข, ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฏ๐ฐ๐ฎ๐ฐ๐ณ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ง๐ฐ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ต๐ถ.
"Tadi bukankah dia mengatakan bekerja sebagai seorang montir, itu artinya aku masih punya kesempatan untuk dekat dengannya dong." bak mendapat lotre, letha terus saja tersenyum sepanjang jalan menuju rumah Nisa.
๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ
"Sepertinya aku pernah melihat gadis itu, tapi dimana?" Zain mencoba mengingat-ingat kembali.
"Oh... Bukankah dia letha, putri sulungnya Dirga. Dunia ini terlalu sempit ya, sampai aku bisa mendapatkan mangsa tanpa berbuat terlalu banyak!" Zain bermonolog.
Sebuah senyum terbit di sudut bibir Zain, "Akan ku manfaatkan kamu letha, mungkin kamu tak memiliki masalah denganku, tapi semua orang yang berhubungan dengan Dirga harus merasakan penderitaan. Bahkan harus lebih sakit dari apa yang aku rasakan!"
Saat Zain masih memikirkan cara untuk membalas Dirga, sebuah pesan masuk ke handphone Zain.
"๐๐ถ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ๐ช๐จ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ด ๐ฌ๐ช๐ต๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ค๐ถ๐ณ๐ช๐จ๐ข๐ช, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช, ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ."
Zain cukup geram membaca pesan dari Alex, "Siapa orang yang berani bermain di belakangku?" tatapan penuh amarah terlihat di mata Zain. Dengan cepat Zian membalas pesan dari Alex, " ๐๐ฌ๐ถ๐ต๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ข, ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ช๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ซ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข, ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ฏ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ธ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ."
Alex pun membaca pesan dari Zain.
"Sesuai perintah tuan." dengan menyamar Alex mengikuti setiap pergerakan dari Niko, tentu tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1
๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ
Di caffe sesuai janji Niko telah menunggu, lima menit kemudian datang seorang pemuda yang mengaku sebagai adik dari Niko.
"Hai kak, sorry lama nunggu." pemuda yang di ketahui namanya viko itu bersikap layaknya saudara Niko. Untuk tetap aman Niko juga membalas perlakuan tersebut.
"Ya, bagaimana kuliahnya? semuanya lancar?"
"Lancar kak, itu semua juga karena kakak!"
Pertemuan mereka terlihat tak ada yang mencurigakan, Alex yang mendengarkan melalui chip yang terpasang secara sembunyi di baju Niko pun kini cukup binggung, antara mencurigai dan percaya. Tapi instingnya mengatakan jika Niko tak seperti yang terlihat.
"Sepertinya tak ada cara lain selain ini." ucap Alex menyerigai.
Bos besar Niko tidak bodoh dengan langsung bertemu dengan Niko. Dia lebih memilih bermain di balik layar dan memantau pergerakan dari kejauhan.
"Kali ini aku yang akan menang Zain. Aku akan membalas semua yang kamu lakukan kepadaku." ucap Albert.
Albert juga sedang berada di caffe indah namun duduk di kursi paling ujung, suasana yang ramai membuat kehadirannya tak di ketahui oleh siapapun.
"Ayah... apa dia benar bisa kita andalkan?" tanya Dion yang juga menemani ayahnya makan di sana.
"Tentu, Niko yang terbaik dan dia yang paling setia, kenapa kamu berkata begitu, kamu tak yakin jika dia bisa di andalkan?"
"Ya, bisa saja dia berhianat."
"Tidak akan, semau keluarganya berada di bawah kendali ku, tenang saja semua berjalan sesuai keinginan kita."
๐น๐น๐น๐น๐น
Hari ini Keysa banyak bersantai, pekerjaan sudah selesai sedari tadi.
"Sepertinya aku bisa bermain piano lagi, kak Zain juga pulangnya pasti sore dan sekarang masih siang. Aku aman."
Tanpa membuang waktu, Keysa kembali bermain dengan sangat lihai, semakin hari kemampuannya bermain piano semakin meningkat.
Saat Keysa masih asik dengan pianonya, terdengar sebuah ketukan di pintu utama, yang artinya ada yang datang berkunjung.
"Siapa yang datang, bukankah kak Zain bilang jika dia tidak terlalu mengenal tetangga disini sebab masih baru, dan rumah kak Zain cukup jauh dengan rumah para tetangga, lalu siapa di luar?" Keysa berdiri meninggalkan pianonya, dia hendak membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
__ADS_1