Belibis Senja

Belibis Senja
DIARY MILIK GITA


__ADS_3

Seperti rencana sebelumnya Abimanyu terus bergerilya mencari informasi seputar gita dikamar ukuran tujuh kali delapan meter persegi itu.


Hampir semalaman ia mengelilingi rak buku, belum juga dia terpuaskan oleh penemuan. Kamar bibinya penuh dengan buku membuat dia kesulitan untuk menemukan buku yang ia cari.


Azan subuh berkumandang bersama dengan itu Abimanyu baru menemukan apa yang ia cari.


Aaaaaah! Sempat merasa gagal, untung saja dia sempat ingin ke kamar kecil, dari sudut itu dia bisa melihat sebuah buku tersusun rapih di bawah dipan.


Dibawa tumpukan buku-buku itu ada sebuah kotak kecil ukuran dua kali dua centi meter atau setara dengan dua jengkal telapak tangan.


Rupanya Gita sengaja menyimpan ditempa yang tersembunyi.


Kotak kayu jati antik berukir batok khas Jogja.


Akhirnya aku menemukan buku diary milik bibi. Buku diary yang sudah berbentuk cerita ...


Inilah sepenggal cerita di awal bulan Januari... tahun’2022.


Abimanyu menghela nafas dalam, matanya terus menikmati kata demi kata.

__ADS_1


1 Januari 2022


Malam itu anggun datang padaku dengan air mata, ia memelukku dan bersimpuh di kakiku.


“Ada apa? “ tanyaku tidak heran.


“*ada apa beib...” kataku lagi, kali ini aku bertanya dengan manis, kupeluk tubuh sesampainya.


Kala itu kami masih duduk di bangku sekolah menengah umum kelas dua. Kami adalah dua serangkai, ‘aku dan anggun*’ sahabat tak terpisahkan.


*Marsel adalah kekasihku, kami memiliki hubungan sudah sejak aku duduk di bangku kelas satu SMP, dan hubungan kami berlanjut sampai aku SMA. Kesalahanku terlalu percaya, ketika aku duduk di bangku SMA aku mengenalkan anggun dengan Marsel. Aku pikir kami adalah sahabat baik, satu meja, satu kelas, satu organisasi bahkan kami sering makan sepiring berdua. Aku tidak boleh menyalahkan siapapun atas sakit hati ini, semua salahku, tidak bisa menjaga orang yang aku cintai.


Marsel yang sudah duduk di bangku kuliah sering menjemput aku dan akhirnya kami bertiga dekat. Tidak sedikitpun aku menaruh curiga dengan Marsel dan anggun yang ternyata memiliki hubungan di belakangku, karena kami selalu bersama dan tidak ada yang mencurigakan dari mereka.


Hingga pada malam itu anggun datang dengan air matanya, “ada apa beib...?’’ kataku tidak mengerti.


Malam yang di guyur hujan dengan lebat.


“Maafkan aku Gita, maafkan aku...” aku semakin tidak mengerti, “gue hamil! hamil! Gita” Aku masih tidak mengerti dengan yang diucapkan anggun, hingga akhirnya mengejutkanku. Dia tanpa malu menyebut nama Marsel.

__ADS_1


*Ia, Marsel adalah ayah dari anak yang ada di rahimnya. Aku terkejut seperti di sambar petir malam itu, jantungku berdetak tak beraturan ingin meledak. Air mataku berlinang tak henti-hentinya. Setega itu kah mereka padaku? lalu sejak kapan mereka berselingkuh di belakangku? tidak ada jawaban


Aku terdiam membisu.


Dan, dunia seakan berhenti berputar bersama dengan detak jantungku yang berhenti berdenyut.


Akupun tumbang tak sadarkan diri*. Cukup *lama.


Akhirnya mereka menikah, dan hidup bersama. Marsel meninggalkan aku*.


Cinta pertamaku kandas. Waktu yang panjang yang Kami lewati sepertinya tidak memiliki arti lagi. Enam tahun bersama dan berakhir di 1januari 2006.


Setelah itu aku memilih untuk pindah sekolah ke Bali, mencoba melupakan dan tidak ingin berinteraksi apapun yang hubungan dengan mereka. Aku ikut nenek di kota Denpasar Bali dan menghabiskan waktu sesakku di sana.


*Marcel adalah kenangan yang tidak ingin kuingat. Bahkan menyebutkan namanya saja aku tidak ingin.


Aku menghapus kenangan tentang Marsel dan Anggun.


Hingga suatu hari, tepat dua tahun peristiwa yang tidak bisa kulupakan itu terjadi, seseorang membuka luka lama, seseorang yang sangat kubenci datang padaku*.

__ADS_1


Anggun...


__ADS_2