
Abimanyu berlari menyusuri jalan setapak menuju rumahnya. Rumah di mana dia di besarkan oleh malaikat bersayap perak.
Air matanya sudah tidak dapat ia bendung, sepanjang jalan nafasnya sudah memburu tidak sabar untuk bertemu.
"Bibi aku rindu.''
“Assalamualaikum...!”Tepat pukul 03.12, Abimanyu berdiri didepan pintu. Dua hari dalam perjalanan tidak terasa lelah, rasa rindu juga penasaran ingin tau sebab musabab Bibinya pergi meraung inginkan penjelasan.
Sesampainya di depan rumah Abimanyu langsung menggedor pintu.
"Bibi...!” Cukup lama dia memanggil-manggil, mengelilingi rumah, mengintip dari selah-Sela dinding juga jendela.
'Sepertinya tidak ada orang'
Tidak ada siapapun yang menyahutnya. Lalu Abimanyu mengambil handphone untuk menghubungi, pamannya.
“Paman! Aku sudah di rumah.”
Baru saja terlihat panggilannya di angkat Abimanyu sudah nyerocos tidak sabar.
“Lah, cepat! Kami lagi di luar rumah, ambil kunci di tempat biasanya,”
“Bibi??????!"
“Belum sampai mungkin, kemarin baru mengabari paman, terus paman menyampaikan sama kamu.''
__ADS_1
"Yaaaaah..."
Sedikit kecewa, wajah Abimanyu langsung terlihat lesu.
"Tapi, tidak apa-apa yang penting toh akhirnya aku bertemu dengan bibi."
Rumah papan itu tidak memiliki perubahan sama sekali, masih seperti hari di mana dia pergi.
Cting
Pesan singkat masuk, dari paman yoga.
“Paman tidak pulang malam ini, kemungkinan bibi akan datang malam atau lusa. Jangan katakan paman yang mengabarimu.”
Abimanyu mendengus kesal. Dari pesan yang ia dapatkan baru saja. Jelas! selama ini Gita menghindarinya. ‘Kesal!' Abimanyu merasa sanggat kesal, dia merasa di bodohi selama ini.
Abimanyu sengaja menghilangkan jejak kepulangannya. Dia ingin memberikan kejutan istimewa untuk wanita yang sangat dia cintai itu.
******
Pukulan 04 00 Subuh, mobil silver berhenti diujung sebuah halaman luas yang tertata rapih.
Seorang wanita cantik turun dengan elegan. Pandangannya langsung mengitari seluruh tempat, meskipun dalam kegelapan wajahnya terlihat penuh kerinduan.
Abimanyu mengintip dari jendela kamar. Jantungnya berdetak dengan cepat, tubuhnya panas dingin ketika tau siapa yang datang. Wanita yang dirindukannya selama ini.
__ADS_1
Rambutnya masih sebahu tubuhnya masih semampai, dari kejauhan Gita tetap sama, bercahaya dan indah.
Rasanya, Abimanyu ingin berlari menghampirinya. Namun ia menahan keinginannya kuat-kuat, dia ingin melihat reaksi Gita saat melihat dirinya. Gita seperti menghubungi seseorang, sembari menghampiri dimana biasanya kunci rumah tersimpan. Dia mematung di depan pintu rumah cukup lama, sebelum kemudian dia masuk dan tidak menyadari adanya orang lain di dalam rumah.
Huuuuuuuufffg....
dia menghembuskan nafasnya, aura kenangan yang sangat indah langsung mengitari kepalanya. Tempat yang ia tuju pertama kali adalah kamar Abimanyu. Anak sialan yang sudah mulai menguasai dirinya secara diam-diam.
Ini seperti karma, Dia yang ditinggalkan oleh kedua orang tua Abimanyu, justru kini mencintai anak mereka.
Gita tidak memungkiri tentang rasanya pada anak Sialan yang sudah di rawatnya sejak Bayi itu, namun dia lebih harus tau diri. Melihat keadaan keluarganya yang kini sedang berantakan. Ayahnya sakit dirawat di RS bertahun-tahun tidak kunjung sembuh. Tumor yang tinggal dikepala ayahnya sudah setadium akhir. Ayahnya bersikeras untuk di rawat di rumah. Dan itu membutuhkan waktu yang banyak juga uang yang tidak tanggung-tanggung. Melibatkan Abimanyu dalam urusan rumah Gita tidak tau bagaimana akan menjelaskan pada Marsel dan Anggun.
Gita tidak bisa menahan diri, dia menagis meraung sembari memeluk bantal, di ciumnya semua benda yang memiliki aroma Abimanyu.
"Dimana kamu sekarang Sayang."
Kamar kecil yang memiliki bayangan mata Silverqueen begitu hangat, berasa berada dalam pelukan Abimanyu.
"Seandainya aku memiliki keberanian menghadapi rasa ini, mungkin kita tidak mungkin harus begini! aku tidak sanggup menghadapi dirimu dan Marsel, lebih-lebih aku harus menghadapi Anggun."
Bantal guling tak bersalah menjadi amukan rinduny yang tersembunyi.
"Mengapa aku harus mencintai mu Abimanyu!"
Seseorang berdiri diambang pintu sedikit bersembunyi, memperhatikan semua yang terjadi. Melihat Gita yang sedang Gila di kamarnya.
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya? Apa yang di alami bibi?" bisik Abimanyu pada dirinya sendiri.
Wanita yang ia cintai itu akhirnya tertidur pulas, tertelungkup di ranjang kecil kamarnya.