
Abimanyu berdiri di sisi ranjang, mengamati Gita yang tertidur pulas begitu manis.
''Jika dia sengaja meninggalkan aku, mengapa dia terlihat sakit.'''
Dengan berlahan-lahan ia menyeka air mata Gita yang masih basah. Menghela nafasnya sedikit berat. Abimanyu merebahkan tubuhnya, memeluk wanita itu dari belakang.
"Apa yang sudah bibi alami?" bisik lirihnya di telinga Gita.
Hah!
Gita membuka matanya, menepuk pipinya dengan pelan. Dia merasa baru saja mendengar bisikan dari Abimanyu. Dengan terkejut Gita bangun mengamati sekelilingnya.
Dan! dia menatap lelaki yang baru saja memeluknya. Lelaki itu hanya tersenyum melihat dirinya yang linglung seketika.
Huuuuuaxs....
Abimanyu menguap. Dia hanya tersenyum melihat Gita yang terpaku.
“Abi....!”
"Tuhan!" Gita memeluk Abimanyu dengan tiba-tiba. Hampir saja dia pangling, jika lelaki yang ada dihadapannya adalah sosok Abimanyu.
''Maafkan bibi sayang! bibi terpaksa! Jika saja kamu tau, bibi tidak ingin jauh darimu. Ini siksaan bagi bibi, Abi"
Abimanyu terkejut mendapatkan pelukan Gita yang begitu erat.
__ADS_1
"Biarkan mimpi ini menjadi nyata Abi! biarkan aku memelukmu! jika nanti aku terbangun, aku akan mendapatkan kenyataan bahwa kita harus terpisah, Abi!"
Kerinduan yang telah di simpan Abimanyu Sejak lama tidak bisa lagi ia sembunyikan. Getaran gempa terasa kuat menghentak seluruh tubuhnya.
Abimanyu menciumi wajah Gita, dan terus menerus menyodorkan diri.
"Ini hanya mimpi!" Gita terus berbisik sendiri menikmati setiap seruputan Abimanyu.
Abimanyu yang sekarang dihadapan Gita bukan lagi anak yang diasuhnya empat tahun yang lalu. Abimanyu yang sekarang sudah dewasa, dia begitu berani memancing nyali wanita.
Abimanyu terus memanfaatkan Gita yang belum menyadari 'ini nyata.'
Dengan agresif Abimanyu terus menyusuri setiap inci tubuh wanita yang ia impikan begitu lama.
Suara lirih Gita berpacu dengan waktu yang berputar melambat. Dari detik ke menit menjadi butiran sari bunga yang bertebaran dikacaukan oleh kumbang.
Aromanya menyebar keseluruh ruang menjadi harum yang memabukkan. Gita menghirup wewangian dengan rakus, dia berharap tidak akan turun hujan di tengah hari yang indah itu, agar aroma bunga tidak lekas memudar.
Dalam hatinya ia berharap agar waktu berhenti meskipun hanya sejenak. Memberikan ruang yang luas untuk ia menikmati setiap sentuhan lembut seorang yang ia cintai.
Abimanyu memeluk waktu, memaksanya untuk berhenti berdetak. Dia dengan pongahnya menguasai bidadari surga, menengelamkan Gita dalam ilusi nikmat yang belum pernah ia raih.
Gita ingin menumpahkan seluruh risau pada dada bidang pujaan hatinya. Namun ia justru tengelam dalam *******.
Abimanyu tidak memberikan kesempatan pada gadisnya untuk sadar, dia terus memacu kerinduan keduanya dalam lagu cinta terindahnya 'Sang petualang.'
__ADS_1
Bagi Abimanyu menikmati wanita bukan hanya sekali. Tapi, Gita memberikan rasa yang berbeda dari seluruh rasa yang pernah dia dapatkan. Abimanyu terus menekan keinginan untuk menumpahkan segala kenikmatan, menembus dinding dosa yang dengan sadar ia lakukan. Ego nya memaksakan kehendak pada diri rapuh gadis impiannya.
Kali ini Gita meronta melepaskan diri. Terlambat! semua telah di kuasai oleh sang penghisap madu, dirinya telah di tengelamkan dalam kubangan lumpur ternikmat.
Dengan hentakan terakhir, Abimanyu menekan tubuhnya hingga tengelam dalam lautan surgawi. Lagi, lagi, dan lagi... Abimanyu terus mengulangi, memaksimalkan keinginan.
"Ini bukan mimpi! Abi! bangsat kamu!" Hardik Gita terlambat.
"Terus jika aku bangsat! bibi bisa apa?" Abimanyu tersenyum sarkasme. Menikmati kemenangan yang baru saja di raihnya. Dia benar-benar mendapatkan jackpot.
"Ha ha ha ha...!" Abimanyu tertawa Menang. Dia bangkit dari tidurnya, tanpa malu dia melangkah memasuki kamar mandi dan membersihkan diri.
"Lihat," Abimanyu menunjuk jendela. Matahari sudah bersinar terang.
"Aku akan membuat kopi kesukaan bibi. Bibi bersihkan diri." Ujarnya sembari melangkah pergi.
"Paman hari ini tidak usah pulang dulu, ada yang ingin aku bahas dengan bibi, dan tidak mau di ganggu." Abimanyu mengirimkan pesan singkat pada paman Yoga-nya.
Hari ini Abimanyu benar-benar ingin menguasai Gita seutuhnya tanpa ada siapapun yang mengaggu.
---------------END---------------------------
CATATAN ; Tunggu Abimanyu dalam novel berikutnya "DELAYED LOVE"
__ADS_1