Belibis Senja

Belibis Senja
GLEX!


__ADS_3

Glex!


Aura panas langsung menghampiri Abimanyu.


Kakinya gemetaran panas dingin! kemungkinan dan kemungkinan mulai berdialog dalam hatinya.


Di dalam rumah Mardalena ada beberapa orang wanita sebaya Mardalena. Pandangan mereka langsung menghajar Abimanyu seperti anak panah dengan racun ular raksasa.


Abimanyu merasa ciut dan merasa sangat kecil.


"Gaes this is the child i told you guys"


'What!'


Mardalena mengandeng tangan Abimanyu dan langsung masuk kamar.


O Lala...


Abimanyu mencoba menahan gerak kakinya, namun tarikan Mardalena begitu kuat sehingga ia pun terseret masuk.


Mardalena menarik paksa Abimanyu. Wanita cantik dengan wajah yang putih mulus berbaju seksi ini tidak memberikan kesempatan Abimanyu sedikitpun untuk menarik nafas.


Akhirnya dengan polos Abimanyu duduk. Tubuhnya yang bongsor melorot ke lantai beralaskan karpet rasfur, tangannya dilipat di bawah dagu, mengantungkan wajahnya sejajar meja.


Pertanyaannya adalah, rumah Mardalena yang ramai. Siapa mereka? Terus untuk apa mereka dirumah Mardalena?


Aaaaaahh !


Pertanyaan yang tidak memiliki jawaban.


Abimanyu masih terlalu kecil untuk berfikir kotor, meskipun dia bukan lagi seorang perjaka, tapi Abimanyu juga belum banyak pengalaman.

__ADS_1


Abimanyu tidak pernah berfikir akan menjadi mahkluk malam simpanan atau apapun yang berbau ****.


“Buk...” baru saja Abimanyu ingin bertanya, bibirnya sudah di sambar jari telunjuk Mardalena.


Sssssaast


Mardalena menekan bibir Abimanyu dengan tangan kanannya, sementara tangannya yang lain langsung aktif menjelajahi seluruh tempat.


"Ibu! ada orang nah di luar.''


"Lalu? kamu mau mereka ikut pesta juga?"


Belum sempat Abimanyu menjawab pertanyaan gila gurunya itu. Mardalena sudah melesat hilang di balik pintu.


haaaaaah! pekik Abimanyu kesal sendari.


Sssssaast...


Mardalena melongokkan kepalanya sebelum benar-benar menghilang dari balik pintu, ia menatap Abimanyu ''ada yang salah?" tanya Abimanyu tidak mengerti.


“Mardalena! Lena...! bukan buk! see?” Guru cantik itu menekankan panggilan yang harus di ubah oleh Abimanyu.


"Dari buk menjadi Mardalena saja," nggak semudah itu merubah kebiasaannya, 'kaku lah rasanya.'


“Emang nggak papa buk, saya panggil begitu,”


“Di sini kamu boleh panggil seperti itu, saat kita berdua saja, kamu boleh panggil aku kekasihmu,” Abimanyu menelan ludahnya, air liurnya terus keluar membasahi tenggorokan, ada rasa tercekat karena takut berlebihan yang ditahan.


Dikepalanya ada gaduh antara takut, bingung, merusuh! bertengkar mengutuknya habis-habisan.


“Kenapa?”

__ADS_1


“Kamu masih ingat kan perjanjian kita,” Abimanyu mengangguk pelan, Mengerti.


(Beberapa hari yang lalu)


Lewat pesan Anisa, Abimanyu menemui gurunya Mardalena di ruang guru, hasil pertemuan itu adalah perjanjian hitam putih.


“Buk,” Dengan nafas sedikit ngos -ngosan Abimanyu langsung masuk ke ruang kerja. Melihat Abimanyu Mardalena langsung tersenyum.


Mainannya yang tampan begitu indah saat kelelahan.


Heeeh...


Abimanyu mencibir dirinya sendiri. Menolak tapi menikmati.


Sentuhan demi sentuhan wanita seolah menjadi candu, lebih kuat dari kecanduan minuman atau rokok.


“Aku tau kamu lagi cari-cari bibi Gitamu kan?” buk Mardalena langsung pada inti permasalahan.


Abimanyu yang memang sudah kesemsem dengan Gita langsung mengangguk.


“Aku dapat membantu kamu bertemu dengan Gita, tapi...?”


Ada tanda tanya tergantung di penghujung Kalimat Mardalena, Kalimat yang sengaja dia buat untuk menjebak Abimanyu.


Anak ingusan yang memiliki wajah tampan sedikit gahar, Memiliki tinggi badan 168 berat badan kurang lebih 65 kilogram. Postur tubuh ideal untuk menjadi pemangsa.


“Olahraga pagi Abi,” kata Mardalena melihat simpanannya kelelahan.


Ia menyodorkan beberapa lebar kertas putih, berisikan beberapa tulisan cetak dan satu lembar kosong.


"Minum," segelas kopi milik Mardalena pun ia tawarkan. Abimanyu, yang kehausan langsung menenggak habis kopi itu.

__ADS_1


Itulah sekelumit cerita singkat yang membawa dirinya terjun bebas dalam permainan wanita-wanita kesepian.


__ADS_2