
Kadang Abimanyu merasakan ada desiran aneh saat berdekatan dengan penghuni kontrakan. Tante Listyo, bahkan terkesan sangat berani.
Rumah kontrakan di mana Abimanyu tinggal adalah surga bagi kaum Adam, oleh sebab itulah Abimanyu memiliki banyak teman. Mereka terkesan memanfaatkan keadaan umum mengenal wanita elit.
'Jangan sampai aku tergoda oleh mereka, aku harus setia pada bibi Gita.' jelas Abimanyu pada dirinya sendiri.
''jalanku menuju bibi sudah dekat jangan sampai bibi tau kelakuanku."
“Ck kamu terlalu asyik dengan mereka!' fenan yang mati-matian mencoba mendekati Marsela mencoba memberikan nasehat-nasehat pada Abimanyu.
Bibir Abimanyu tersenyum sarkasme.
"Perbaiki kelakuan kamu, sebelum kasih nasehat ke aku!" bantah Abimanyu.
"Setialah pada satu wanita saja.”
Cih
"Nasehat lo basi!"
"Hari gini masih setia dengan satu wanita,” Gagas menggeleng-gelengkan kepalanya, bibirnya ikut mencibir.
“Abi!” Gagas dan Fenan bersamaan memanggil namanya. Wajah mereka mendekat hampir menyentuh wajah hidung dan bibir Abimanyu.
"Hah!" Abimanyu menjauh dengan terkejut, tangannya menyeka wajahnya berulang-ulang.
"Hampir ternodai! apa-apaaaa?” pekik Abimanyu gugup.
"Beneran kamu nggak ada yang naksir sama penghuni kontrakanmu?”
“Nggak! Sudah ada wanita yang memenjarakan jiwa ragaku.”
__ADS_1
“Apa wanita yang memiliki nama Gita?”
“He eh."
“Penasaran!” kembali kedua sahabat berkata bersamaan.
Akhir-akhir ini Abimanyu merasa terusik dengan wanita yang berasal dari fakultas sebelah, gadis bernama Baby itu terus menerus menyodorkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya sampai Abimanyu sesak nafas.
Huuuuuuuufffg, "Sumpah! aku rada-rada gerah melihat wanita itu." Gerutu Abimanyu pada sahabatnya.
“Hai, Abi, apa kabar?” baru saja di pikirkan sudah muncul anaknya.
Abimanyu memainkan ujung jarinya di atas meja, dan tersenyum.
“Baik, baby.”
Tiga gadis manis duduk tanpa komando, menjajari ketiga pemuda ini.
“Heeeem,” Abimanyu menarik ujung bibirnya dengan gigi. Melihat tiga aura ranjang menghampiri. 'Astagfirullah alazim!'
“Party?”
Farel memberikan isyarat pada Abimanyu dengan tatapan mata. Pemuda yang terlihat polos seperti Abimanyu hanya mengangguk pelan. Dia tau jika sahabatnya sangat menginginkan dirinya menerima tawaran.
"Yes! kita cabut dulu ya? ketemu ntar malam."
Ketiga bidadari enyah dari hadapan Abimanyu.
"Apa kalian benar -benar menginginkan party itu?" Tatapan Abimanyu beralih pada sahabatnya. Fenan menaikkan alisnya, jawaban iya tanpa kata-kata.
"Lumayan lah, bisa pegang yang kenyal -kenyal." Katanya mesum.
__ADS_1
"Yang kenyal? hanya itu!"
"Yang kental juga!"
Ha ha ha ha....
Haaaaaah
Abimanyu melepaskan nafasnya bebas. Jogja terlalu dekat dengan Gita, bisa saja wanita yang telah mengatakan dirinya itu tiba-tiba muncul.
"Apa yang akan aku katakan, jika tiba-tiba aku ketemu dia?"
"Setakut itu kamu sama wanita bernama Gita?"
"Eh! takut banget.''
''Penasaran!" Kedua sahabat Abimanyu bersedakap santai, sangat penasaran dengan wanita bernama Gita.
"Ada fotonya, biarkan kami membantu mu,"
Abimanyu melemparkan handphonenya ke meja. "Di situ ada fotonya."
Fenan meraih handphone Abimanyu dan langsung bergerilya.
"Anjir! ini cowok benar -benar polos, masak iya nggak ada bokep satupun di handphonemu!"
Gagas tidak kalah penasarannya dari Fenan, mereka berdua bergerilya mencari apapun yang ada Galeri Abimanyu hanya ada foto wanita bernama Gita. Bahkan daftar kontak Abimanyu hanya berjumlah sepuluh.
"Edan!"
Kedua sahabat Abimanyu menambahkan daftar kontak mereka dan mengembalikan handphone Abimanyu.
__ADS_1
CK ck ck ck ck ck