
Dunia kampus segera di mulai. Selamat datang anggota baru di universitas negeri Yogyakarta.
Sebagai orang baru Abimanyu termasuk yang pandai beradaptasi, dengan cepat menguasai lingkungan.
Berbagai organisasi Kampus diikuti olehnya. Tentu saja kegiatan yang ramah lingkungan.
“Hei, Abimanyu, kantin yok?” Fenan sahabat baru Abimanyu blasteran Lampung dan Jawa, di besarkan di kota Jakarta memilih fakultas ekonomi satu jurusan dengan Abimanyu.
Kedua pemuda itu menyusuri lorong menuju fakultas mereka yang terletak lumayan jauh jika berjalan kaki.
“Apa yang bagus di Lampung, Abi?”
“Banyaklah, cewek Lampung banyak yang body Korea, wajah cinta and kuatnya bangsa Jepang,”
“Walah! lengkap dong." Heh! Fenan nyengir kuda mendapatkan jawaban Abimanyu yang terkesan asal-asalan.
Duduk di sudut adalah tentang yang menyenangkan. Selain tidak terdeteksi oleh mata liar kedua mahasiswa baru ini bisa menyapukan pandangan mereka langsung pada banyak pemandangan langkah.
Ha ha ha...
"Tuhan selalu berbaik hati pada anak- anak baik macam kita." Fenan memutar matanya menikmati sesuatu yang Abimanyu belum tau.
Keuntungan duduk di sudut! yang tertutup banyak rerimbunan adalah hal semacam yang di dapatkan kedua mahasiswa ini.
"Ada cewek yang duduknya ngangkang!" bisik Fenan di telinga Abimanyu, membuat Abimanyu langsung membelalakkan matanya.
"Dasar otak kotor!" fenen tertawa ngakak.
__ADS_1
Namun Abimanyu pun tidak bisa tidak melihat pemandangan yang luar biasa indahnya itu.
Seorang gadis manis duduk jegang. Roknya yang pendek dan terbuat dari kain sifon tersingkap bagian bawahnya, alhasil anu terbuka lebar. Masih beruntung dia memakai ****** *****! jika tidak....
Aaaaaaaah...wajah Fenan meleleh tidak bisa menyembunyikan rasa inginnya.
“Tiap hari otakku isinya pasir, sedangkan aku tinggal di kontrakan yang isinya hawa semua. Coba apa rasanya?”
“Cenut-cenut!”
Ha ha ha!
"Anjor, Cox!" Gelak tawa keduanya seringkali membuat suasana yang sepi menjadi ramai.
“Hoi! Abimanyu!” Gagas yang tiba-tiba saja muncul dari balik semak ikut bergabung dengan Abimanyu. Cowok hitam manis itu ternyata sudah lebih awal menikmati pemandangan rok tersingkap.
Cowok yang diam-diam naksir Marsela adik Mardalena itu selalu mengekori Abimanyu.
''Apa kabar, adekku?"
"Oke,'' Abimanyu membuat simbol oke dengan menautkan jari dan telunjuknya.
“Heeem,” Fenan mainkan alis matanya mengejek. “Dah setor?”
“Anjai..setor apaan?”
“Apalagi?” Fenan dan Gagas tersenyum dengan nada sarkasme.
__ADS_1
Hampir setiap hari Abimanyu dan taman-tamam barunya nongkrong di tempat itu.
Tente Sulistyo yang selalu menyediakan semua kebutuhan Abimanyu dengan sempurna membuat Abimanyu jarang mengunjungi Kantin, jikalau pun dia nongkrong di sana Abimanyu tidak pernah memesan apapun kecuali kopi.
Akhir -akhir ini tante Sulistyowati sedikit mengistimewakan Abimanyu. Mencuci pakaian, membersihkan kamar dan menyimpan makan dengan sempurna. Alasannya karena Abimanyu tinggal di kamar milik putranya yang sudah almarhum. Jadi berasa masih memiliki anak laki-laki katanya.
Fenan mulai mengunyah makanan dengan intern, dia bahkan bisa menikmati betapa nikmatnya suapan demi suapan. Matanya berkeliling mengitari ruangan kantin menangkap body para ladies yang menggoda iman.
Huuuuuuuufffg
'Sudah lama aku tidak bermain air, seperti apa rasanya basah," lenguh Abimanyu pelan.
Mata fenan dan gagas bersamaan menatap Abimanyu, hembusan nafas dan gumaman Abimanyu mencurigakan.
“Apa?” tanya Abimanyu yang menyadari tatapan kedua sahabatnya.
“kamu baru saja mendesah, apaan isi otakmu?”
"Mau tau aja!"
Abimanyu mengedipkan matanya berulang-ulang, mencoba mengingat apa yang baru saja ia hayalkan.
"Pasti jorok!” kembali Abimanyu menatap mereka berdua dengan mata yang masih berkedip-kedip tak mengerti.
“Mengingat yang basah-basah."Jawab Abimanyu tanpa dosa.
Heeeh 😅😅😅
__ADS_1