
Ekspresi wajah Mardalena sangat jelek saat dia menyadari hari kelulusan Abimanyu sudah berlalu beberapa menit yang lalu. Rupanya Abimanyu tidak menunggu waktu berlalu lama, dia bahkan tidak menyia-nyiakan sedetikpun kesempatan untuk segera menagih janji Mardalena.
Wajah Mardalena terlihat kecewa, dia seakan tidak rela kehilangan kesenangannya pada remaja yang menjadi simpanan selama ini.
"Jahat!" Katanya pada Abimanyu yang berdiri mematung bersandar di kursi ruang tamu rumahnya.
“Bukannya ibu sendiri yang janji, jika aku lulus, hubungan kita berakhir, dan ibu akan membawa aku pada bibi Gita.”
"Ya....l see!" Mardalena menghentakkan langkah kakinya menuju ruang tengah.
"Setidaknya temani aku sebagai salam perpisahan." Segelas minuman segar dan makan siang di bawa oleh Mardalena untuk Abimanyu. Tapi, Abimanyu tampak ragu untuk menerima. Ada kemungkinan minuman itu di sisi bahan bakar yang akan membuat ia mati rasa lagi. Mardalena adalah wanita Gita! dia mampu melakukan banyak hal demi keinginannya terwujud.
Remaja ini memilih untuk tetap diam, berdiri pada posisi semula. Wajah Abimanyu sangat dingin, bahkan dia tidak memperhatikan wanita berbaju terbuka dihadapannya.
"Antarakan aku pada bibi Gita! setelah itu aku akan berikan salam perpisahan." Abimanyu menyambar tasnya untuk segera meninggalkan rumah Mardalena.
"Abimanyu!" aura sifat asli Mardalena langsung terlihat.
"Aku akan menyebar luaskan kenakalan kamu, jika kamu menolakku!"
"Gertakan ibu tidak berguna!" jawab Abimanyu santai tanpa menoleh. "Jika ibu pikir saya sebodoh itu, ibu sangat salah!lakukan yang ibu mau!" Abimanyu tetap melangkah menuju pintu.
__ADS_1
"Abi! jangan menguji kesabaranku!"
Hari ini Abimanyu resmi mendapatkan gelar kelulusan. Dengan nilai terbaik nomor tiga, 'lumayan'. Dan hari ini dia bersikeras menuntut Mardalena untuk menepati janjinya.
“Baiklah aku akan membawamu pada Gita, tapi kamu harus mempersiapkan mentalmu untuk tau yang sebenarnya.”
Abimanyu menghentikan langkahnya, sedikit bingung dengan maksud ucapan Mardalena. Tapi dia berusaha untuk tetap tidak terlihat bodoh. Pengalaman yang diajarkan oleh gurunya yang cantik ini sungguh diluar nalar.
'Belum cukup kah mental'ku, setelah ibu dan semua teman ibu mengacak-acak aku selama ini." Jawab Abimanyu datar.
Mardalena mampu menjadikan Abimanyu dewasa hanya dalam waktu beberapa bulan, itu hal yang luar biasa.
“Kamu mau kuliah di mana?”
"Di mana Gita berada aku akan ada di sana."
“Ambil kuliah di Jogja, kamu bisa menepati rumah kami, selama kamu masih menjadi milikku, aku akan membantu kamu.”
Kali ini kening Abimanyu sedikit berkerut.
“Kau bilang apa tadi? Tidak!”
__ADS_1
Abimanyu tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya, jika dia hinggap lagi pada Mardalena.
“Tenang saja, di sana ada kedua orang tuaku, adik -adikku, jadi kamu tidak akan kesepian.”
Urat leher Abimanyu mengencang, lalu sedikit mengendur. 'rileks'
Mardalena tampak tersenyum lebar, usahanya berhasil. Kelemahan Abimanyu sangat mudah ditebak.
'Heh, apa kelebihan Gita, sehingga anak satu ini mati-matian mengejarnya'
Mendengar apa yang di katakan Mardalena Abimanyu menggembungkan pipinya, berpikir sejenak.
Akan lebih baik jika dia tidak terlunta -lunta di negri yang belum dia kenal sama sekali.
"Baiklah, kita akan bermain di bawah tangga, tujuan utamaku adalah Gita.''
Mardalena tersenyum menang.
"Kamu akan terlihat sangat tampan jika sedang marah."
Abimanyu memasang wajah predator.
__ADS_1
'Menakutkan!' Mardalena merasakan aura Abimanyu yang berbeda, kali ini anak yang dia mainkan selama ini telah berubah menjadi seorang yang ganas! Abimanyu bukan lagi mainan, bisa jadi kali ini dirinya lah yang akan di mainkan oleh Abimanyu. Dengan wajah dinginnya Abimanyu telah mampu membuat Mardalena ketakutan.