
''Tenang, aku tidak akan ngebut,”
Wooooow! Asyik juga ternyata naik motor trail.
“Huuuuuuu...!” Marsel mengangkat kedua tangannya ke atas, melepaskan setang kemudi membuat aku menjerit-jerit ketakutan.
“Jangan seperti itu! Aku takut, dodol!”
“Ha ha ha...!” Inilah awal pertemuanku dengan seorang Marsel mata coklat Silverqueen. 'First love never die'
*****
Ini adalah hari yang menyenangkan, duduk di bibir pantai. Aku dan keempat sahabat baruku Epri dan Saras teman Marsel dari group balap motornya sedangkan Gigi dan Andara adalah sahabatku satu sekolah.
Aku meliliti tubuhku dengan kain Bali berwarna warni yang dipinjamkan Epri.
Dia ikut menunggu kedatangan Marsel sambil mengobrol dengan Saras temannya. Namun, dia juga sesekali mengomentari kami dengan leluconnya.
Epri, seorang teman Marsel di area balap motor yang sempat dikenalkan denganku, wanita cantik ini adalah teman sekolah Marsel, ia dekat denganku begitu saja tanpa komando.
“Siapapun teman Marsel, ya temanku.” Katanya.
Aku lebih asyik menunggu kedatangan Marsel dengan bermain air, riak ombak pantai yang kecil sangat bersahabat denganku yang tidak pandai berenang.
Kami datang ke pantai lima orang tiga teman dari sekolahku dan dua teman Marsel dan kami cewek semua. Ide datang ke pantai diutarakan oleh Epri.
“Ayok kita mantai,” katanya.
Awalnya aku menolak, tapi ketika ia mengatakan Marsel yang mengajakku, aku pun seperti Patrick yang ikut apa kata Spongebob.
__ADS_1
Hari sudah mulai terik, Gigi dan Andara sahabatku sudah mengigil, tapi Marsel belum juga datang. Epri dan Saras duduk-duduk saja di tepian, mereka tidak ikut masuk ke dalam air.
Pasti hidungku sudah merah sekali setelah keluar dari air, di tambah terpaan angin laut yang kuat dalam kondisi tubuh basah kuyup.
Memilih untuk keluar dari air duduk menjajari Epri, Gigi menyusulku sambil sesekali menyedot ingusnya dengan suara keras.
Di atas pasir putih dan di bawah cahaya matahari yang terik, kami duduk berhimpitan, menikmati potato.
Suara keras klakson motor membuat kami kaget dan melihat siapa yang datang.
Marsel bersama beberapa teman cowoknya menghampiri kami. Matanya langsung memperhatikan aku yang sedikit mengigil.
“Kenapa mandi duluan?” katanya, ia melepaskan jaket yang ia kenakan dan menutupi tubuh setengah telanjangku.
“Kamu kelamaan dodol!” kata Epri memukul kepala Marsel.
Air laut mulai naik, deburnya yang mulai kencang membantuku untuk bersembunyi dari detak jantungku karena pesona Marsel.
Betapa kerasnya detak jantungku berdenyut. Berada didekat Marsel membuat aku salah tingkah sendiri.
Mata Silverqueen itu menatapku dengan tatapan mata memelas.
“Ada apa?” kataku.
“Maukah kamu menjadi milikku, Gita.”
Aku diam saja, ada bahagia tapi takut. Ini yang pertama kali aku di tembak cowok, dan cowok yang nembak aku adalah seorang pangeran William.
Oooooohhhh...
__ADS_1
“Jadilah bidadariku Gita, kamu membuat aku tidak bisa tidur berhari-hari, kamu membuat aku sakit kepala karena menahan rindu...”
Oh, Marsel, dia begitu manis.
“Marsel, aku tidak pernah pacaran, apakah ini yang namanya kamu meminta aku untuk jadi pacarmu,” mataku mengerjap imut.
“He eh, aku sedang memintamu untuk jadi pacarku,” kata Marsel lebih imut, ia tersenyum menggodaku, rupanya ia tau jika aku sedang dilanda badai cinta.
“Gita, lihat Matahari, ia bersinar terang.” Mata Silverqueen yang begitu indah melihat kearah matahari, tangannya memeluk pundakku, kami berakhir duduk di tepi pantai, memandang lepas pada keindahan pesona lautan.
“Matahari yang jauh itu bersinar menerangi tanpa pamrih, ia selalu datang pada pagi hari dan pulang pada sore hari, ia memberikan pelangi juga cahayanya pada penghuni bumi tanpa pilih kasih, meskipun banyak yang menghujat karena panasnya.” Marsel menatapku.
“Ia juga memberikan warna sunset, yang sangat indah pada senja hari. Gita, aku sangat senang menikmati pemandangan senja di pantai ini, karena selain sunset, di sini selalu didatangi burung belibis, dan sekarang aku tidak sendirian.”
Kami duduk berhadap-hadapan, menunggu sampai matahari terbenam ‘benar’ burung belibis datang silih berganti, indah memanjakan mataku.
Aku tidak pernah pergi keluar rumah sejauh ini, apalagi menikmati senja berdua dengan seseorang.
Hari yang indah seindah hatiku yang mulai berwarna. Aku sangat menikmati warna yang di berikan oleh Marsel, burung belibis dan Senja.
Aku Sagitarius, usia empat belas tahun kelas 1 SMP, masa pubertas dan memiliki seorang kekasih pertama. Marsel Anda Maulana kelas 2 SMA.
Taukan? Rasanya jatuh cinta? Seperti makan lobak.
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
BERSAMBUNG....
Hayo siapa yang lagi jatuh cinta... lanjutkan bacanya ya...
__ADS_1