Belibis Senja

Belibis Senja
GITA MARSEL DAN ANGGUN


__ADS_3

“Ayolah, aku tidak akan mengganggu kamu,” Rajuk Anggun.


“Nggak!”


Marsel pergi begitu saja meninggalkan Anggun, ia memang setia. Jangankan untuk membonceng cewek lain, handphonenya saja tidak ada nomor cewek kecuali Semua temannya yang aku kenal,


‘'Tidak baik menyimpan nomor wanita lain tanpa tau kekasihku’' dia selalu mengatakan hal itu, dan itu membuat aku sangat bahagia.


Dengan mendengus kesal, Anggun Kembali duduk, memperhatikan aku yang hanya tersenyum.


“Sudahlah, Marsel memang begitu.” Kataku menenangkannya.


“Lebay amat sih!” ia membanting tubuhnya di sampingku.


“Ayok kita ke kamar.”


Wajah Anggun tampak terlihat masam, ia langsung tidur di sampingku.


Suara dering handphone membangunkan kami, wajah Marsel terlihat santai di kamarnya, tapi Anggun langsung mengambilnya dan mematikan.


Aku tersenyum melihat wajah juteknya.


“Marsel emang gitu, dia selalu menjaga semua perlakuannya dengan wanita,” kataku lagi.


“Gita, kamu pernah melakukan hubungan suami-istri nggak sama Marsel?”


Aku mengernyitkan dahi ekspresi jijik


“Ya nggak lah! Kamu nih, ya!Aneh."

__ADS_1


“Jadi kamu masih perawan?”


“Ya iyalah, Lagian kita tidak boleh melakukan hubungan seperti itu sebelum menikah.”


“Aku sudah pernah, enak lho.”


“Ih, jorok! Anggun! Kamu menodai fantasiku.” Kupukul Anggun dengan bantal guling.


Anggun begitu lihai bercerita tentang sesuatu yang jorok dia tanpa malu-malu memamerkan banyak hal tentang lelaki yang aku belum tau.


“Kamu dah ciuman belum?” katanya lagi.


Lagi-lagi Aku menggeleng.


“Pacaran kok Belum pernah ciuman, apa itu? Kasihan Marsel.”


“Marsel tau, batasan yang tidak boleh dilewati untuk remaja.”


“Anggun!”


Aku berteriak marah dengan kesal kutelungkupkan tubuhku di kasur.


“Jangan-jangan Marsel?


Jangan! Jangan pernah selingkuh! Marsel!" Aku berteriak dengan air mata.


Hanya membayangkan saja aku sudah tidak sanggup kehilangan dirinya, aku sangat sedih.


“Eh! gitu aja nagis! cengeng!" hardik Anggun.

__ADS_1


Anggun memelukku dan kami tidur berpelukan.


Aaaaaah!!!!


Anggun terbangun dan memeluk aku. Wajahku pucat-pasi “ada apa?” tanya Anggun terkejut. “Ini masih malam,” katanya lagi.


Aku ketakutan, dalam mimpiku aku melihat Anggun dan Marsel menikah.


“Ha ha ha...?” Anggun tertawa sangat keras mendengar ceritaku. “Dasar bodoh! Ayok tidur!”


Malam yang gelap seperti momok bagiku setelah mimpi seram itu.


Buatku itu adalah mimpi terseram. Bagaimana tidak, aku bermimpi Marsel meninggalkan aku dia menikah dengan Anggun.


Aku anak yang ramai, banyak yang menyukai aku tapi sesungguhnya duniaku hanya Marsel seorang.


Anggun, adalah satu satunya sahabat baikku. Kami selalu menghabiskan waktu bersama, makan bersama, juga kami sering tidur bersama.


Anggun mengajarkan aku betapa asyiknya dunia di luar sana. Apa itu pacaran asyik, apa itu ciuman, apa itu cipokkan, bahkan tentang hubungan ranjang. Sampai pada hal yang lebih berani lagi yaitu kenakalan remaja, merokok bolos sekolah dan juga dugem di cafe-cafe.


Tapi, Marsel sangat protektif, ia selalu memarahiku dan tidak menyukai kedekatanku dengan Anggun.


Jika aku pergi lama-lama dengan Anggun, apapun alasannya itu, ia akan marah dan amarah yang meluap-luap.


Marsel sangat menggangguku. Setelah sekian lama kami menjalin hubungan dan tidak pernah terlibat pertengkaran.


Ini kali pertama Marsel dan aku bertengkar. Akhir-akhir ini kami selalu cekcok.


Masalah Marsel hanya seputar Anggun, seolah Anggun adalah hama bagi Marsel.

__ADS_1


BERSAMBUNG UA GAES...


__ADS_2