Belibis Senja

Belibis Senja
MANUSIA KUTUB


__ADS_3

Sagittarius seperti memiliki media magnet, yang sanggup menarik beberapa ton besi, Abimanyu sadar dia telah masuk ke dalam Medan itu. Ditarik dengan kuat sehingga tidak bisa lagi melepaskan diri.


Memikirkan dirinya yang sudah terjebak dalam dunia gila, 'ini bukan hal yang sederhana' pikir Abimanyu.


“Rupanya aku sudah mengali kuburanku sendiri!”


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Entahlah!


Sebulan sudah dari kejadian party para wanita ber-uang itu, dan ini adalah bulan yang ke lima dari janji Gita akan kembali. Ujian Nasional akan segera datang, hanya tinggal menunggu hari Abimanyu segera lulus.


Abimanyu memilih untuk diam tidak lagi bertanya pada paman dan bibi yoga, perihal Gita karena dia sudah tau jawabannya.


Abimanyu tau kedua pengasuhnya itu pasti ikut andil dalam semua drama, mereka sengaja merahasiakan darinya.


“It’s fine, I’ll look for the information myself.”


Ada yang luruh dalam tatapan mata remaja yang beranjak dewasa ini, luka yang tidak semua orang akan bisa menebak. Dalam balutan wajahnya yang tampan senyumannya yang menawan tersimpan tragedi demi tragedi. Kini Abimanyu terlihat lebih dewasa dan pendiam.


Dalam kurun waktu yang singkat Abimanyu berubah menjadi manusia kutub.


Sejak kepergian Gita di tambah dengan kejadian party malam itu Abimanyu menjadi berbeda. Dia lebih banyak diam dan menyendiri, menghabiskan waktunya seorang diri.


Dia selalu mendatangi perpustakaan untuk belajar, selepas itu ia akan menghabiskan waktunya di kamar Gita sekedar rebahan atau pun belajar.


“Hei, orang gahar,” Andre merangkul bahu Abimanyu “ada apa beberapa waktu ini Lo sedikit sibuk, ya?”

__ADS_1


“Kita mau ujian, konsentrasi saja. “Jawab Abimanyu tanpa ekspresi. Matanya tetap asyik pada lembar demi lembar kertas soal-soal ulangan tahun-tahun lalu.


“Rajin amat?” Reno duduk di sebrang terus memperhatikan sahabat nya yang tidak bergeming didepannya.


Andre mengangguk-angguk pelan, mulutnya yang penuh makanan seperti hendak menyemburkan keluar.


“Masih ingat dengan Dhea,”


“Heeeem,” Abimanyu hanya mengangguk.


Bukan cuma ingat, Abimanyu pun mengakui di dalam hatinya, bahwa dirinya ikut taman modal, atas hamilnya Dhea. Kenyataannya Abimanyu sering melakukan hal-hal kotor dengan gadis itu.


“Ada apa dengan Dhea?” tanya Abimanyu.


“Heem...ada apa?” Andre melihat wajah Abimanyu yang sedikit kuyu, ia menyipitkan matanya dengan curiga.


“Kamu mau kuliah di mana?” tanya Andre kemudian. Tidak ingin mencongkel apapun soal masalah Abimanyu. Reno sudah menebak pasti seputar bibi Gitanya.


“Kita lihat ke mana air akan mengalir,” jawab Abimanyu tidak bergeming.


“Air seni maksudnya elo,” canda Andre.


“Abimanyu...!” suara tak asing menghampiri telinga remaja ini. Semua mata melihat ke arah suara termasuk Abimanyu. Suara itu terlalu kencang juga sangat familiar di telinga kutub Utara ‘panggilan baru untuk Abimanyu' mengganggu acara nongkrong asyik bersama teman -teman.


“Iya,” jawab Abimanyu singkat.

__ADS_1


“Nanti ke rumah ibu, kita lanjutkan pelajaran yang kemarin.” Mata Abimanyu berputar, berpikir sedikit ada keinginan untuk menolak, tapi remaja ini bingung, alasan apa yang bisa ia pakai untuk berlari.


Kali ini Abimanyu sudah masuk ke dalam lorong waktu yang panjang dan tak berujung.


Dari seorang bayi kecil, beranjak anak-anak dan remaja lalu menjadi dewasa. Semua butuh proses! Tapi kepergian Gita yang tiba-tiba menjadi hal terburuk baginya.


Why?


Semua pertanyaan yang tak ingin mencari jawaban.


Sekarang Abimanyu sudah menjadi seorang predator, dia memangsa daging manusia! menjadi kanibal. Bahkan melahap mangsanya hingga tak tersisa.


Di sekolahnya ia menjadi sangat pendiam dan menyendiri. Bukan hanya karena rasa kehilangan, tapi banyak peristiwa yang di alaminya tanpa Gita membuatnya hampir putus asal.


Surat perjanjian yang ia buat sendiri menjadi sebuah borgol.


'Alangkah bodohnya! Aku.'


“Sesekali bik hubungi aku,” pesan singkatnya pada nomor watshap Gita. Tidak pernah lelah Abimanyu mengirimkan pesan di nomor yang ia simpan. Namun seribu chatnya tidak ada yang dibalas.


“Aku tidak akan pernah Lelah.’’


‘Jika saja sudah selesai masa pendidikanku aku menyakinkan diriku sendiri. Bahwa aku akan menyusulmu.’


“Yang terpenting saat ini adalah aku lulus dengan baik, biarlah mungkin ini prosesku.” Bisik Abimanyu, hati kecilnya pasrah.

__ADS_1


__ADS_2