Benih Tuan Muda Kejam

Benih Tuan Muda Kejam
BTMK bab 105


__ADS_3

"Om Tio mau kuliah dulu ya sayang, jangan nakal ya," bujuk Tio kepada Aurel.


"Nanti pulangnya jangan lupa belikan es krim ya om," pinta Aurel.


"Iya sayang," jawab Rio sambil mengacak rambut bocah itu gemas.


"Ishhh om, kan rambut Aurel kusut lagi," jawab Aurel mencebikkan bibirnya jengkel.


"Ha ha ha ha ha ha mulutnya gemes banget sih," Tio terkekeh lucu melihat tingkah laku bocah itu.


"Mbak tolong jaga Aurel," teriak Tio kepada pengasuh Aurel. Sedangkan Abrian dia sering bermain bersama Doni di taman belakang, apalagi kalau tidak bermain sepak bola atau belajar bela diri. Doni maupun Bimo sering kali mengajari Abrian berlatih bela diri untuk menjaga diri agar tak mudah di tindas temannya dan bisa membela sang adik.


Tio pun bergegas menuju kamarnya, dia tak sabar ingin membuktikan kebenaran dari yang di sampaikan oleh Niko.


Tio bergegas mandi setelah itu mengambil kemeja berwarna biru polos yang begitu cocok untuk dia pakai hari ini, karena rencananya Tio akan memakai mobil yang di berikan oleh Abraham. Tak lupa memakai jam tangan kesukaan nya. Meskipun kembar namun gaya mereka berdua sangatlah berbeda. Tio lebih suka tampil perfeksionis sedangkan Rio tampil cuek namun tak mengurangi ketampanan keduanya.


Tio pun bergegas turun menuju garasi. Tanpa sengaja dia bertemu dengan bunda.


"Lho kamu sudah mau berangkat sayang, tumben apa ada kelas pagi?" Tanya bunda karena sudah hafal jadwal anak itu.


"Iya bunda ada keperluan sebentar," jawab Tio karena tak mungkin berbohong dengan sang bunda ataupun berkata jujur jadi Tio hanya bilang ada urusan saja.


"Bunda kenapa sudah pulang, bukannya jaga kak arin?" Tanya Tio.


"Bunda mau tata kamar buat si baby A, besok kakak mu sudah di perbolehkan pulang," jawab bunda.


"Oh..."


"Bunda Tio pamit dulu ya, titip Aurel dan Abrian," kata Tio berpamitan mencium tangan sang bunda.


"Iya, tenang saja bunda juga tidak baik lagi ke rumah sakit. Mungkin nanti malam bunda menemani kakakmu. Kamu jangan ngebut-ngebut ya sudah hati-hati," kata bunda.


"Eh sampai lupa, bilang sama Rio nanti dia pulang ke sini saja lagian di rumah sana tidak ada orang, kan nek Ijah masih main di rumah anaknya," kata bunda.


Tio pun menuju garasi mengeluarkan mobil, Tio melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membela jalanan kota.


Tak butuh waktu lama mobil Tio sudah sampai di halaman kampus.

__ADS_1


Jangan tanya lagi bagaimana reaksi mahasiswi cantik di sana, semuanya menatap Tio dengan berbinar.


"Tio makin ganteng saja,"


"Mau dong jadi pacarnya,"


"Aduhh beruntung banget sih yang jadi pacar nya,"


"Tetapi dengar-dengar dia sudah punya kekasih karena dia sering menghindari cewek-cewek yang coba mendekati dirinya,"


"Iya benar tuh, eh kalian lihat Amanda tadi kan,"


"Ha Amanda kenapa?" Tanya dengan penasaran.


Tio pun berjalan santai melewati segerombolan wanita itu, Tio memelankan langkah kaki nya saat tanpa sengaja dia mendengar nama Amanda di sebutkan.


"Amanda sekarang berubah jadi cantik loh tetapi dia tadi boncengan dengan Rio, tumben banget tuh anak biasanya mereka pakai kendaraan sendiri-sendiri. Dengar-dengar mereka pacaran,"


"Ha benar begitu,"


"Bisa jadi, Amanda mungkin lelah nunggu Tio,"


"Weee lagi ngobrolin apa sih serius amat?" Tanya seorang mahasiswa yang baru datang menghampiri segerombolan wanita yang sedang bergosip.


"Amanda jadi cantik banget,"


"Ha benar itu?"


"Iya, pasti si Tio nyesel tuh selama ini sudah bersikap acuh kepada Amanda,"


"Ssttt ada Tio lewat," kata yang lain memberitahu temannya karena Tio sudah dekat dengan mereka.


Tio yang mendengar itu pun jadi kesal sehingga raut seolah menggambarkan isi hatinya yang tak rela kembarannya dekat wanita yang selama ini selalu perhatian kepadanya. Wanita yang sering dia bentak itu sekarang berubah dan lebih menyakitkan lagi wanita itu tak lagi memandang ke arahnya.


Deg....


Pemandangan di depan itu membuat Tio semakin kesal.

__ADS_1


Dengan sengaja Rio mengandeng mesra tangan Amanda seolah meyakinkan semuanya kalau keduanya berpacaran.


"Cepat senyum ada Tio noh, eitsss jangan nengok," kata Rio kepada Amanda.


Kedua sahabat itu melakukan rencana mereka dengan sukses.


Tiba-tiba Amanda kebelet pipis, dia pun berpamitan kepada Rio untuk pergi ke toilet.


Tio mengikuti langkah Amanda.


Sesampainya di toilet, Tio menunggu di luar karena dia tak mungkin masuk ke dalam sana.


Setelah keluar dari toilet, Amanda pun merapikan tampilan nya di depan cermin besar itu, dirasa sudah rapi dia pun keluar dari sana.


Grrreeeeep....


Amanda kaget karena seseorang menarik tangannya dan membenturkan tubuhnya ke tembok, Amanda terbelalak saat menyadari orang itu adalah Tio.


"Ti-o lepaskan aku," kata Amanda ketakutan terlebih lagi sorot mata Tio penuh dengan kemarahan.


"Dasar perempuan plin-plan, kemarin ngejar-ngejar aku sekarang kamu pacaran dengan saudara ku," kata Tio dengan sinis.


"Lepaskan aku, apa salahnya aku bersama dengan Rio toh dia singel dan aku juga sendiri. Jadi kamu tidak perlu ikut campur lagian kamu siapa?" jawab Amanda tak kalah sinis.


Jleb


Kata-kata Amanda membuat Tio mematung sesaat, memang benar kata Amanda. Apa hubungannya dia dengan Amanda.


Melihat Tio tiba-tiba melepaskan tangan nya, Amanda pun bergegas kabur dari Tio.


Penyesalan inilah yang tengah di rasakan Tio saat ini, dia tak sadar akan perasaanya. Dia terluka melihat wanita yang selama ini ada untuknya berubah menjadi asing, berubah menjauhinya bahkan tatapan mata nya pun tak se ramah dulu.


Hos hos hos hos hos hos hos....


Amanda mengatur nafasnya kala dia sudah berada jauh dari Tio.


B E R S A M B U N G....

__ADS_1


__ADS_2