
"Kasihan tuh anak orang kamu perintah-perintah" kata Amanda memprotes tindakan yang Tio lakukan.
"Ayo... Sayang sudah jangan pikirkan tuh anak," kata Tio merangkul pundak Amanda menjauh meninggalkan tempat itu.
Sedangkan Nino sedari tadi menggerutu tak jelas sambil menunggu orang suruhan nya datang.
"Ah mumpung nih mobil di sini, sekalian foto update status siapa tahu ada cewek yang lihat postingan ku," kata Nino membayangkan dirinya mendapatkan perempuan cantik.
Cekrekkk...
Cekrekkk...
Cekrekkk...
"Wah Nino mobil baru ya," tanya salah satu mahasiswi cantik yang menghampiri Nino.
"Eh..." Nino tersentak kaget, dia melihat sekeliling ternyata ada 2 perempuan yang sedari tadi memperhatikan dirinya.
'He he he he he he, pucuk di cinta cewek pun tiba. Baru saja menghayal, eh sudah ada perempuan yang kecantol. Uhuuuyyy....' Batin Nino dengan girang bersorak dalam hati.
"I-ya," jawab Nino terbata karena dia sedikit gugup.
'Aduh bagaimana ini, aku terlanjur bilang iya. Kalau mereka tahu kalau ini bukan mobilku bagaimana?' guman Nino dengan binggung di dalam hati.
'Ah bodoh amat. Yang penting kelihatan keren dulu di depan nih cewek-cewek cantik,' lanjut Nino dengan cuek di dalam hatinya.
"Wah mobil kamu keren ya," kata perempuan itu membelai lengan Nino dengan menggoda.
"I-ya," jawab Nino dengan gugup, tubuhnya gemetar panas dingin.
"Sekali-kali ajak kita berdua jalan dong," kata perempuan itu dengan mengedipkan mata nya.
Ah rasanya tubuh Nino semakin berkeringat dingin, karena baru kali ini dirinya berdekatan dengan yang namanya perempuan cantik.
"Iya nanti kalau ada waktu luang kita jalan, kalau sekarang ini aku lagi sibuk," elak Nino karena tak ingin ketahuan kalau tuh mobil bukan miliknya bisa-bisa dia malu sendiri kalau ketahuan.
"Benar ya," kata perempuan dengan gaya genitnya itu memastikan.
"Iya tentu dong," jawab Nino dengan bangga.
"Bay Nino," kedua perempuan cantik itu mengusap pipi Nino dengan manja tak lupa kedipan manja kedua perempuan itu arahkan kepada Nino.
Deg
Deg
Deg
__ADS_1
'Emak anakmu di elus Pipinya sama perempuan cantik,' Nino serasa melayang di buatnya.
"Emuuuaccchh...."
"Emuaaachhh..."
Tak lupa keduanya memberikan ciuman jauh ke arah Nino setelah itu kedua wanita cantik itu meninggalkan Nino yang masih di tempatnya tersenyum lebar. Nino melambaikan tangan nya sampai kedua wanita itu menghilang dari pandangan tetapi Nino belum juga berhenti melambai.
Nino mengusap pipinya dengan tangannya, dia langsung mencium tangan itu.
"Hmmm..... Wangi cewek cantik," guman Nino.
Kedua perempuan itu pergi meninggalkan Nino.
#Pembicaraan kedua wanita itu....
"Eh mobil Nino keren ya?" Kata cewek tadi ke arah temannya.
"Iya, baru kali ini aku lihat dia bawa mobil keren begitu. Pasti mahal," jawab cewek satunya.
"Apa jangan-jangan selama ini Nino berpura-pura jadi orang susah ya, karena setiap ke kampus bawa motor butut," tebak cewek satunya.
"Pasti begitu, kan jaman sekarang banyak lelaki tajir pura-pura miskin buat cari Cinderella nya," tebak nya menduga-duga seperti kisah-kisah dalam drama yang sering keduanya lihat.
"Nah benar-benar," jawab nya berbinar.
"Yups sama,"
"Eh ayo cepat, hari ini kalau tidak salah ingat ada kelas pak Robert yang galak itu ya," kata teman satunya mengingatkan.
"Ha serius..." wanita cantik itu melotot, dia sungguh melupakan sesuatu yang penting.
"Waduh gawat kalau kita telat masuk," kata nya dengan begitu binggung.
"Ayo jangan banyak bicara," dia berjalan cepat mengandeng tangan temannya itu.
Keduanya berlari menuju ke dalam kampus.
****
Sedangkan di tempat Tio dan kawan-kawan.
"Nih bukti rekaman pertengkaran kamu tadi dengan tuh si Denis," kata Rio memperlihatkan video ke pada Tio.
"Lho bukannya si Nino yang rekam?" Tanya Tio heran.
"Iya tadi aku di kirim sama dia buat bukti nanti takutnya nanti di ponselnya ke hapus atau apalah, kan dia orangnya ceroboh," jawab Rio mengingat kejadian tadi.
__ADS_1
"He he he he he, iya aku lupa," jawab Tio cengengesan.
"Eh si Nino kok belum nyamperin kita ke sini sih?" Tanya Bram karena biasanya yang paling heboh di sini adalah Nino.
"Oh Nino ya.... Nino ku suruh tungguin mobilku sampai selesai," jawab Tio cuek.
"Ha kamu suruh Nino bawa mobil ke bengkel?" Tanya Rio kaget.
"Tidak kok," jawab Tio singkat.
"Fyyuuhhh..... Syukurlah," jawab Rio.
"Alhamdulillah mobil kamu masih aman," kata Reza menyahuti.
"Kalian kenapa sih pada aneh banget," kata Tio heran melihat ketiganya.
"Kami baik-baik saja," jawab Rio.
"Terus kenapa kalian kelihatan takut kalau kunci mobilku ku suruh Nino yang bawa?" Tio bertanya kembali karena dia sedari tadi binggung melihat ketiganya seperti mencemaskan sesuatu.
"Ha kunci kamu kasih Nino, ck ya sudah lah selamat masuk bengkel tuh mobil," kata Rio kesal karena Tio tak mengerti arah pembicaraan nya.
"Benar sih harusnya masuk bengkel karena ban bocor tetapi aku suruh dia tunggu di sana nanti ada yang bawa ban sama ganti. Nah si Nino tugasnya kalau sudah selesai tinggal bawa ke parkiran," jelas Tio membuat ketiga lelaki di depan nya menepuk jidat bersamaan.
"Bram jelasin, capek aku," kesal Rio karena tenaganya habis untuk melanjutkan ucapannya.
"Kok aku sih?" Protes Bram yang tak terima permintaan Rio.
"Aku lapar mau makan, jadi kamu yang jelasin," kata Rio.
"Begini ya Tio, intinya tuh Nino tidak bisa bawa mobil. Nah dulu pernah sekali tuh anak belajar pakai mobilku. Tahu tidak yang dia alami?" kata Bram ke pada Tio, tak lupa di sertai pertanyaan.
Tio mengelengkan kepalanya karena dia jarang gabung dengan mereka karena sibuk mengembangkan perusahaan milik sang kakak ipar yang tak lain adalah Abraham.
"Tuh mobil masuk parit dan besoknya tuh mobil langsung ku jual rugi. Untung teman kalau tidak sudah ku minta ganti rugi," grutu Bram sedikit kesal karena ingat mobil kesayangan langsung rusak.
"Ha ha ha ha ha ha ha ha," Tio terbahak-bahak mendengar cerita Bram.
Tio berfikir jadi itulah alasan nya mengapa Bram ganti mobil namun bukannya lebih dari yang dulu malah di bawahnya.
"Hei kenapa kamu ketawain aku, harusnya kamu tuh cepat lari ke sana lihat mobil mu masih aman atau sudah terbelah," Bram menepuk pundak Tio kesal.
Tio melotot, dia bangkit dan berlari menuju tempat mobil nya tadi. Dia tak ingin mobil hadiah pemberian sang kakak ipar itu lecet bisa-bisa dia ceramahi sama Arin sang kakak.
"Ha ha ha ha ha ha ha," semua tertawa menertawakan tingkah Tio.
B E R S A M B U N G....
__ADS_1