
Arin membuka pintu dengan pelan, ketiga nya berjalan dengan pelan tanpa menimbulkan suara.
"Sssttt...." Arin melihat ke arah dua laki-laki yang mengikuti langkah Arin dari belakang.
Arin melotot kepada sang adik, kala Rio hendak mendahului langkah Arin masuk.
'Glekkk.... Ish kak Arin semakin seram saja,' batin Rio kesal Arin seolah-olah sang kakak menekan dirinya untuk diam mengikuti langkahnya.
Sedangkan Tio maupun Amanda tengah berpelukan tanpa tahu ketiga orang itu sudah masuk ke dalam ruangan diam-diam.
"Sstttt.... Jangan berisik nanti ketahuan," Arin memberi kode kedua orang itu agar tak ketahuan.
'Ha ha ha ha ha, Tio siap-siap kena sembur kak Arin,' batin Rio terlihat senang melihat saudaranya itu di omeli sang kakak.
"Ehemmm..... Jangan peluk-peluk belum halal," sindir Arin berpura-pura menatap tajam sang adik.
Mendengar suara dari belakang sontak keduanya dengan cepat melepaskan pelukannya, pipi Amanda langsung merona malu karena ketahuan sedangkan Tio memasang wajah kesal.
'Aduh bagaimana ini, aku malu banget ketahuan peluk Tio. Kenapa sih Rio gak bilang kalau kakaknya sudah masuk,' batin Amanda menahan malu.
Ya Amanda sudah menebak kalau perempuan itu adalah kakak Rio dan Tio karena wajah mereka hampir mirip, Rio pun pernah bilang kalau punya Kakak perempuan yang cantik dan sudah mempunyai anak kembar juga.
'Dasar Rio, baru juga merasa nyaman peluk Amanda, ehhh mereka tiba-tiba masuk. Sudah ganggu mana nyindir lagi,' batin Tio mengeram kesal.
Namun melihat wajah Arin yang garang menurut versi Tio membuat Tio sedikit takut.
'Gleekkk... Kenapa kakak ku jadi seperti kak Abraham sih menyeramkan begini,' batin Tio sedikit tak enak melihat sorot mata sang kakak.
"He he he he he he, dikit doang kak," jawab Tio cengengesan.
'Ha keajaiban apa hari ini, melihat Tio yang biasanya dingin hari ini bisa tertawa, tersenyum bahkan meluapkan perasaan nya,' guman Amanda dalam hati tak menyangka karena Tio terkenal dingin dan ketus apalagi dulu dia sering mendengar kata bentakan bahkan di acuhkan oleh Tio.
"Awas kalau kamu ulangi lagi, ku aduin ke bunda biar kamu dapat ceramah dari bunda," ancam Arin.
Arin tahu kalau kedua adiknya paling takut dengan bunda, kalau nakal mereka akan di ceramahi sampai bunda puas belum lagi hukumannya mereka harus mengepel, menyapu atau yang lainnya.
"Sini cantik duduk sama kakak," Arin memanggil Amanda untuk mendekat.
__ADS_1
Arin mengajak Amanda untuk duduk di dekat dirinya, sedangkan Amanda melihat ke arah Tio seperti meminta pendapat. Tio pun mengangguk kala tahu pasti Amanda sedang merasa canggung.
"Sudah jangan takut, sini nanti kamu di terkam manusia kutub itu," ledek Arin membuat Tio melotot sedangkan Rio menahan tawanya.
Plukkkkk.... Tio melempar tisu ke arah saudaranya karena kesal.
"Terus saja ketawa, nanti kubilang sama kak Arin kalau kamu sering bolos kuliah untuk menjenguk pacar kamu," kata Tio memperingati Rio namun dia keceplosan berbicara keras apalagi ada sang kakak.
"Benar itu Rio?" Suara Arin menggelegar memenuhi ruangan membuat Rio ketakutan di buatnya.
"Bohong kak jangan percaya dengan Tio,"elak Rio karena takut sang kakak marah.
"Lha kalau percaya sama aku tuh kamu musyrik nama nya, ha ha ha ha ha ha," ledek Tio menertawakan muka Rio yang sudah masam akibat ulah iseng nya.
"Sudah Amanda jangan pedulikan mereka," kata Arin.
"Eh iya kak," jawab Amanda kikuk.
"Emm... Sayang, aku mau ke kantor sebentar ada rapat penting," kata Abraham dengan sorot mata terfokus ke arah Arin dan tatapan yang begitu lembut.
"Oh ya sudah nanti biar aku pulang di antar Bimo saja," jawab Arin tak lupa mencium tangan Abraham.
'Apa nanti Tio bisa sweet seperti itu ya,' Amanda dalam hatinya membayangkan dia dan Tio nantinya.
Amanda pun menatap ke arah Tio, namun Amanda di buat menganga saat Tio justru mengedipkan matanya dengan genit ke arahnya.
"Kalian jangan buat kakak kalian repot," kata Abraham santai menatap Rio dan Tio bersamaan namun kata kakak iparnya itu seolah terdengar ancaman bagi si kembar saat ini.
Keduanya mengangguk patuh tanpa ada yang berani buka suara. Setelah itu Abraham pun pergi meninggalkan mereka.
"Rio belikan mbak teh hangat ya di kantin," pinta Arin karena dia ingin minum teh hangat.
"Ok kak," jawab Rio bersiap untuk berdiri.
"Eh tunggu Rio," cegah Arin membuat Tio pun tak jadi melanjutkan langkahnya.
"Tio sama Amanda mau pesan apa?" Tanya Arin menatap keduanya bergantian.
__ADS_1
"Tidak kak," jawab Amanda karena dia tak ingin meminta apapun.
"Kalau kamu tio?" Tanya Rio melirik saudara kembarnya.
"Emmm enaknya apa ya?" Tio masih mikir-mikir tentang apa yang dia inginkan saat ini.
"Ck lama banget sih, pakai mikir segala," cebik Rio kesal.
"Sabar dong biar tambah subur," ejek Tio.
Arin mengelengkan kepalanya melihat kelakuan keduanya adik nya itu.
"Aku pesan teh manis sama dengan kak Arin," kata Tio.
Rio pun bergegas keluar untuk membeli minuman untuk sang kakak, tak lupa dia juga membeli beberapa minuman kaleng dan beberapa air mineral untuk di taruh di dalam kulkas.
"Oh ya Amanda tahu dari mana kalau Tio sedang di rumah sakit," tanya Arin heran pasalnya dia saja baru tahu dari sang suami tadi malam.
"Tadi saya ke kampus terus gak sengaja lewat ruang dosen dan dengar pak Erik dapat telepon dari Rio," jawab Amanda.
"Rio bilang apa?" Kening Arin mengerut binggung.
"Oh... Tadi Rio bilang ke pihak kampus kak kalau aku lg di rumah sakit, ya intinya dia minta ijin buat aku dan dia," jelas Tio.
"Lha Rio ijin apa?" Tanya Arin lagi.
"Dia bilang tadi sih, dia mau jagain aku di sini jadi dia minta ijin," jawab Tio.
"Tuh anak modus banget sih, kamu kan bisa bang Bimo dan Doni yang jaga kamu," kata Arin geleng-geleng.
Ketiganya pun terlibat obrolan, Arin banyak bertanya kepada Amanda, dari yang Arin tangkap ternyata Amanda ini perempuan yang baik, polos terlihat dari obrolan mereka.
Arin sangat setuju sang adik dengan Amanda, selain cantik dia juga sopan dan ramah.
Tak lama Rio pun datang membawa pesanan mereka, dia juga memberikan air mineral untuk Amanda.
Tak berselang beberapa menit Bimo datang sesuai dengan perintah Abraham untuk menjaga dan mengantar Arin karena Abraham takut musuh mereka mengincar Arin dan yang lainnya.
__ADS_1
B E R S A M B U N G.....