Benih Tuan Muda Kejam

Benih Tuan Muda Kejam
BTMK bab 158


__ADS_3

Tio pun mengajak Amanda menuju ke mansion mewah milik Abraham.


"Oh ya nanti kita mampir ke toko kue yang dekat restoran Rezta ya," pinta Amanda saat keduanya sudah berada di dalam mobil.


"Siap sayang," jawab Tio dengan semangat.


Mendengar ucapan sayang dari Tio membuat pipi Amanda merona, entahlah padahal kata sayang sering Tio ucapkan.


Tak lama mobil berbelok dan berhenti di toko kue sesuai dengan permintaan Amanda. Amanda pun turun dan Tio memilih menunggu di dalam mobil.


Tak berselang lama, Amanda kembali dengan membawa 1 kantong plastik berisi 2 kotak kue kesukaan bunda Tio.


"Kenapa beli 2?" Tanya Tio.


"Aku ingat 2 kue ini kesukaan bunda," jawab Amanda menunjukkan kotak kue yang sudah dia buka sedikit.


Tio tak bertanya lagi, Tio tersenyum sesaat karena Amanda begitu perhatian kepada bunda orang tua satu-satunya yang Tio miliki, Tio pun memilih untuk melajukan mobilnya kembali agar segera sampai di mansion karena bunda pasti sudah menunggu kehadiran keduanya.


Tio memacu kendaraan miliknya dengan kecepatan sedang.


Akhirnya mobil Tio memasuki halaman depan mansion, pak satpam yang melihat itu pun dengan cepat membuka pintu gerbang karena sudah hafal mobil Tio.


"Ayo turun," ajak Tio mengandeng tangan Amanda setelah dirinya sudah berada di depan teras.


Tio melempar kunci mobilnya kepada salah satu supir yang sedang bersantai tak jauh dari sana. Setelah itu Tio melirik ke arah Amanda dengan cepat dirinya menarik tangan Amanda menuju ke dalam.


"Ayo sayang," ajak Tio dengan lembut.


Tap tap tap tap tap tap...


Mendengar langkah kaki membuat bunda akhirnya mengurungkan niatnya untuk menaiki tangga.


"Lho kalian sudah tiba?" Kata bunda berbalik saat melihat anak dan calon menantunya, bunda segera menuju ke arah Tio dan Amanda.


"Iya Bun," bukannya Tio yang menjawab melainkan Amanda.


"Assalamualaikum wr wb," kata Amanda.

__ADS_1


"Waalaikumsalam wr wb," jawab bunda di ikuti Tio.


Amanda dan Tio tak lupa mengucapkan salam dan mencium tangan sang bunda terlebih dahulu. Amanda tersenyum langsung menyerahkan kantong plastik yang bersi kue yang sudah di bawa ke arah bunda.


"Semoga bunda suka," kata Amanda.


"Terima kasih nak, aduh bunda jadi ngerepotin," kata bunda merasa tak enak padahal dia kesini memanggil Amanda karena ada urusan penting.


"Iya Bun, tidak repot kan cuma kue saja dan itupun Amanda beli pakai uang Tio bukan uang Amanda sendiri, tadi Tio kekeh suruh pakai uang nya, he he he he he he," kata Amanda sedikit merasa tak enak hati.


"Iya kamu pakai saja uang Tio lagian dia juga kerja buat kamu, calon istrinya," kata bunda menimpali.


Bunda tahu kepribadian Amanda tidak seperti wanita matre karena itu dia mendengar ucapan dari calon menantunya itu bunda tidak marah atau melarang. Bunda dapat melihat kalau Amanda mencintai Tio dengan tulus.


"Ayo Amanda- sayang duduk," ajak bunda kepada Amanda membuat Tio cemberut.


Mendengar sang bunda yang menyuruh Amanda duduk, Tio langsung cemberut di buatnya karena dia merasa terabaikan.


"Bunda itu kebiasaan kalau ada Amanda pasti anaknya yang tampan ini di lupakan," celetuk Tio dengan wajah di buat sedih memelas.


Amanda tersenyum melihat wajah sang kekasih yang cemberut.


Tio memegang dadanya seolah-olah terasa sakit.


"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks, aku sakit hati Bun...."


"Jangan drama terus, malu sama Amanda," cibir bunda mengelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya itu.


"Pffttttttt....." Amanda sekuat tenaga menahan untuk tidak tertawa.


"Lihat tuh Amanda sampai mau tertawa," kata bunda menunjuk ke arah Amanda.


Tio hanya mencebikkan bibirnya jengkel.


"Tio mau mandi Bun, gerah," pamit Tio kepada sang bunda namun melirik ke arah Amanda seolah ijin mau ke kamar dan Amanda pun paham dengan sikap Tio, Amanda mengangguk saja sebagai jawaban.


Tio pun bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai atas.

__ADS_1


"Oh ya nak sebentar, bunda buatin minum dulu ya," kata bunda.


"Tidak perlu repot-repot Bun," jawab bunda merasa tak enak hati di buatnya.


"Tidak kok,"


Setelah itu bunda memanggil salah satu art untuk membuat minuman dan memotong kue pemberian Amanda tadi untuk di sajikan.


Bunda mengajak Amanda berbincang sebentar, bunda juga tak lupa untuk menawarinya Amanda mandi di kamar tamu agar tidak gerah, dan bunda juga sudah meminta agar Amanda bisa menemaninya untuk berbelanja untuk keperluan pernikahan mereka nanti. Bunda tidak tahu selera Amanda takutnya barang yang di beli tidak sesuai keinginan Amanda nantinya.


Bunda begitu antusias, sedangkan Arin tak bisa menemani karena dia dan anak-anak sedang menginap di hotel beberapa hari, Arin sedang menemani sang suami perjalanan bisnis dan mengajak ke tiga anaknya tak lupa para pengasuh anak mereka.


****


Keesokan harinya di tempat yang berbeda.....


Kabar mengenai keluarga Denis ataupun pak Rangga sudah meluncur bebas di masyarakat dan koran. Semua orang di buat kaget tentang perusahaan itu tiba-tiba hancur dalam sekejap bahkan bukan hitungan hari saja.


Tio juga menambahkan beberapa foto adegan yang cukup membuat nama pria paru baya itu hancur. Pak Rangga tak menyangka bahwa reputasi yang sedari dulu dia jaga dengan baik dari dulu hancur sekejab bersamaan dengan hancurnya usaha miliknya.


Ya di sana tersebar foto beberapa adegan pak Rangga dengan wanita muda yang pantas di sebut anaknya. Tio juga menyebar foto Denis dengan beberapa wanita, sontak melihat berita yang saat ini viral banyak yang menghujat keduanya.


Banyak yang mencemooh dan mengatakan kalau anak dan bapak sama-sama tidak tahu malu.


Sedangkan sang istri yang tak lain adalah Bu Rita di buat meradang dengan kelakuan suaminya yang dia kira begitu mencintainya namun tega mengkhianati kepercayaan nya.


Bu Rita begitu terpukul, dia tahu alasan apa yang membuat usaha keluarganya jatuh bangkrut dari seseorang kepercayaan nya dari dulu.


Bu Rita memilih mengurung dirinya di kamar, dia begitu malu karena perusahaan hancur dan suaminya tega mengkhianati dirinya. Sungguh malang nasib nya bagai sudah jatuh dan tertimpa tangga.


Di tempat berbeda...


Prok prok prok prok prok prok prok....


Abraham bertepuk tangan melihat berita hari ini.


"Bagus sesuai dengan yang ku inginkan, biarkan pak tua itu meratapi nasibnya yang suka ikut campur urusan orang lain," kata Abraham berbinar.

__ADS_1


"Ha ha ha ha ha ha, selamat menikmati kehancuran mu,"


B E R S A M B U N G....


__ADS_2