
SETELAH MEMBACA TINGGALKAN JEJAK 👍 LIKE BUAT SEMANGAT MENULIS.
"Baik kalau begitu silahkan jabat tangan pak Tio," perintah pak penghulu yang langsung di ikuti oleh Abraham.
Meskipun pernah menikah, ternyata tak mengurangi rasa gugup yang di miliki oleh Abraham. Bulir-bulir keringat membasahi wajah milik Abraham.
Sedangkan dokter Rian menahan tawa melihat wajah Abraham yang biasanya dingin kejam terlihat gugup tak berdaya di hadapan penghulu.
Abraham pun menjabat tangan Tio, dia mengikuti apa yang di ucapkan oleh adik Arin itu.
Abraham mengucapkan ijab qobul dengan lantang dan tegas dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?" Tanya pak penghulu kepada saksi yang ada di sana.
Sah ....
Sah...
Sah...
Tak berselang lama terdengar kata sah menggema dari semua yang hadir di sana.
"Alhamdulillah...." Kata semua serempak.
Abraham bernafas lega, setelah itu pak penghulu melantunkan ayat-ayat Al Qur'an yang berisi doa-doa untuk kedua mempelai. Semua mengangkat tangan mengamini setia doa yang keluar di ucapkan pak penghulu.
Sedangkan di dalam kamar Arin.
Sah....
Deg...
Saat Arin mendengar kata itu tiba-tiba air matanya menetes, entah air mata sedih, bahagia maupun terharu hanya Arin lah yang mengetahuinya.
"Alhamdulillah nak," kata bunda menyerobot masuk dan memeluk sang bunda.
"Sudah jangan sedih, nanti riasan kamu luntur," lirih bunda mengusap sudut mata Arin.
"Detik ini kamu sudah resmi menjadi istri tuan Abraham, pesan bunda hanya satu jadilah istri yang baik nak jangan pernah memikirkan nak William lagi mungkin dia bukan jodoh kamu," itulah wejangan dari sang Bunda.
Bunda berfikir kalau Arin menangis karena sedih harus menikah tuan Abraham.
"Iya bunda, Arin sudah ikhlas dengan semua ini, Arin sudah tak memikirkan tentang William lagi," ralat Arin.
__ADS_1
"Alhamdulillah nak akhirnya kamu sadar juga, bunda akan berdoa semoga hanya ada kebahagiaan buat kamu setelah semua yang telah kamu alami nak," kata bunda kembali memeluk anaknya.
'Semoga doa bunda terkabul, Arin juga ingin melihat si kembar bahagia,' batin Arin.
Bunda begitu lega akhirnya sang putri tercinta menikah juga.
"Ayo bunda, kak Arin malah main peluk-pelukan," grutu Rio yang sedari tadi menunggu Arin yang tak muncul-muncul.
Sedangkan si kembar masih bersama mbak Tina di ruangan bermain.
Bunda dengan bahagia tengah mengapit lengan Arin menuntun ke bawah, jangan tanyakan lagi senyum sang bunda yang sedari tadi terpancar dari wajah wanita paruh baya itu.
Saat Arin sudah sampai di depan Abraham, semua mata tertuju ke arah Arin.
Deg deg deg deg deg deg... Degup jantung Abraham berdetak kencang melihat wajah ayu sang istri.
Abraham sungguh terpesona oleh Arin, tatapan matanya tertuju ke arah Arin.
"Kedip bro," ledek dokter Rian. Sedangkan Tio yang mendengar nya pun menahan tawa.
"Wuihhh bening dan masih muda, pantas saja Abraham ngebet banget mau nikahin nih cewek ternyata," guman dokter Rian dengan suara kecil tetapi masih di dengar oleh Abraham karena jarak mereka bersebelahan.
"Ehemmm....." Abraham berdehem menetralkan degup jantungnya. Ya Abraham tak menyangka Arin terlihat begitu cantik.
Abraham menatap dokter Rian dengan tajam, bak elang memangsa mangsanya.
Sedangkan dokter Rian hanya cengengesan ke arah Abraham, berbeda dengan Hendra mengelengkan kepalanya melihat kelakuan dokter Rian yang sedari tadi heboh sendiri.
Arin pun di tuntun bunda untuk duduk di samping Abraham. Sedangkan Hendra dan dokter Rian pun menyingkir dari Abraham, mereka tak ingin salah berbicara lagi kalau tidak mereka bisa berakhir di daerah terpencil.
Arin duduk dengan perasaan gugup untuk pertama kalinya, saat Abraham mengandeng tangan Arin.
Deg deg deg deg deg deg deg...
Jantung Arin tiba-tiba berdetak kencang.
'Apa yang terjadi dengan ku, kenapa jantungku seperti marathon begini,' lirih Arin dalam hatinya.
Arin dan Abraham melanjutkan dengan pemasangan cincin, penandatanganan buku pernikahan.
Di lanjut lagi dengan acara sungkeman. Tak lupa semua orang berfoto.
Apalagi si kembar begitu heboh saat melihat Arin dan Abraham mengenakan pakaian pengantin.
__ADS_1
Ya sedari tadi Rio sengaja menyuruh mbak Tina menjaga si kembar saat acara akad berlangsung, Rio tak ingin keduanya mengacau.
"Huaaa..... Mama cantik dan papa ganteng," ceplos Aurel berlari kearah ke duanya.
Aurel maupun Abrian baru muncul saat akad sudah selesai. Rio tak ingin Aurel dengan mulut cerewet nya menganggu acara berlangsung.
"Pa gendong, aku ingin kita berfoto bersama nanti kita pajang di ruang tamu yang gede seperti di rumah Nino," pinta Abrian.
Baru saja muncul, Abrian sudah minta gendong. Sejak ada Abraham, kedua bocah itu yang biasanya mandiri sekarang terlihat lebih manja.
"Boleh..." Abraham pun mengajak keduanya berfoto. Abraham memeluk pinggang Arin sehingga membuat Arin menoleh sedangkan Abrian turun dan berdiri di depan Arin sambil merangkul Aurel.
Kebahagiaan keluarga kecil itu terasa oleh semua orang terdekat yang melihat nya.
"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks.... Aku bahagia sahabatku akhirnya menemukan cinta lagi," kata dokter Rian terisak sambil bersandar di ke pundak Hendra membuat Hendra risih.
"Srooot.... " Dokter Rian mengelap ingusnya dengan sapu tangan membuat Hendra bergidik ngeri.
"Hei minggir saja, jijik banget sih... Sana jauh-jauh," usir Hendra membuat dokter Rian mencebikkan bibirnya kesal.
"Dasar asisten gak punya perasaan, hibur kek apa gitu," cebik dokter Rian dengan mulut komat-kamit menggerutu tak jelas.
Sedangkan di sudut tempat....
"Akhirnya kak Arin menikah," lirih Tio.
"Iya akhirnya, andai ayah masih ada di tengah-tengah kita saat ini pasti bahagia melihat putri kesayangannya menikah," saut Rio.
Kedua saudara kembar itu terlihat menahan tangis air mata.
"Awalnya aku tak setuju, tetapi saat melihat sorot mata tuan Abraham kepada si kembar, sorot mata kerinduan dan kasih sayang membuat aku langsung setuju," jelas Tio.
"Jujur sebenarnya dulu tidak setuju saat kak Arin dekat dengan kak William tetapi kita berhutang banyak dengan nya, entahlah bagaimana kalau kak William mengetahui kak Arin menikah dengan tuan Abraham," jelas Tio membuat Rio menoleh kepadanya.
"Sudah jangan pikir macam-macam karena kak Arin sudah ada yang menjaga dan melindungi nya, semoga tuan Abraham memperlakukan kak Arin dengan baik," lirih Rio meyakinkan saudaranya.
Kedua saudara kembar itu pun ikut bahagia melihat sang kakak akhirnya menikah.
B E R S A M B U N G....
Maaf ya kalau ada salah🤣, binggung juga mau nulis acara pernikahan ini maklum sudah lama lupa 🤭
LIKE SEMUA BAB YA🙏.
__ADS_1