
SETELAH MEMBACA LIKE YA BUAT DUKUNG NOVEL INI🙏.
🍃🍃🍃🍃
Greppp.....
"Lepaskan aku," Arin mencoba meronta tetapi tangan besar milik Abraham memeluk pinggang Arin dengan erat.
"Ma-mau apa kamu?" Tanya Arin tergagap dengan panik melirik sekilas ke wajah Abraham.
Dirinya belum pernah sekamar dengan laki-laki selain kejadian kelam itu bersama Abraham, laki-laki yang saat ini resmi menikah dengan nya. Jalan hidup berliku membawanya sampai kepada Abraham dan berakhir menjadi istrinya meskipun diawali dengan kesedihan yang merenggut nyawa sang ayah.
Arin pun tersadar dari lamunannya. Ke dua tangannya terus mencoba melepaskan tangan Abraham yang masih setia menempel di pinggang ramping nya.
Arin mendengus kesal, dia mencoba menarik tangan milik Abraham itu tetapi lagi-lagi gagal karena tenaga dia jauh di bawah Abraham. Wajah Arin di tekuk cemberut itu terlihat semakin mengemaskan di mata Abraham.
Abraham membalik tubuh Arin menghadap dirinya, hembusan nafas mereka terasa hangat. Abraham memandang lekat mata indah itu, Arin seakan terhipnotis dengan mata Abraham terasa tajam namun penuh kehangatan.
Abraham mendekatkan wajahnya ke wajah Arin, tanpa di duga oleh Arin. Hidung Abraham bersentuhan dengan hidung Arin. Abraham memandang wajah cantik istrinya itu.
"A-ku....." Arin belum selesai berbicara tetapi Abraham menutup mulut Arin dengan bibirnya. Ya Abraham mendaratkan bibir nya di bibir Arin tanpa di duga oleh Arin.
"Emmmm....." Arin mencoba memberontak mencoba menginjak kaki Abraham dengan kencang.
Tapp..... Abraham merasakan sakit luar biasa di kakinya, membuat bibir Abraham itu terlepas dari bibir manis milik Arin.
"Aaaaa ....." teriak Abraham kesakitan di kakinya, Abraham memegang kakinya yang terasa nyeri. Namun sudut bibir Abraham tersenyum gemas atas keberanian Arin.
'Ternyata kucing manis ku sangat nakal,' batin Abraham.
"Kenapa kamu menginjak kaki ku," kesal Abraham.
"He he he he he he he he rasain salah sendiri seenaknya mencium orang," Arin tertawa cengengesan seperti tak berdosa telah menginjak kaki suaminya itu.
"Dasar kucing nakal," kata Abraham membuat Arin mendengus kesal karena dia bilang kucing.
"Aku mencium istriku apa salah? Sekarang aku adalah suami mu dan aku berhak atas semua yang ada pada dirimu," kata Abraham menyadarkan Arin kalau saat ini dia sudah resmi menjadi istri Abraham yang artinya dia menjadi milik laki-laki tampan dan mapan yang ada di depannya itu.
__ADS_1
'Apakah malam ini aku akan melakukannya dengan dia, tetapi ini adalah kewajiban ku sebagai seorang istri kalau aku menolak pasti berdosa,' batin Arin.
Sejujurnya Arin masih sedikit trauma, dia menutup matanya sejenak, wajahnya langsung terlihat sendu menatap wajah lelaki di depan nya. Bayang-bayang masa lalu muncul di berkelebatan di memory otaknya, saat dia di usir dari kampung, serta hinaan karena memiliki anak di luar nikah membuat Arin sedih.
Abraham menyadari itu tatapan mata Arin yang penuh dengan kesedihan dan kekecewaan, tubuh Arin sedikit bergetar karena rasa sedih dan sesak menyeruak di hatinya. Ya Abraham tahu wanita yang resmi menjadi istrinya itu tidak baik-baik saja. Abraham pun terdiam sejenak ingin memberi ruang kepada Arin untuk meluapkan segalanya.
"Jujur aku masih takut," lirih Arin.
Abraham pun memahami, dia semakin bersalah, tiba-tiba wajah Abraham menunduk sendu mengigat Arin yang harus menderita mengandung si kembar.
"Maafkan aku karena secara langsung semua kesedihan yang kamu rasakan berawal dari aku, ya aku tahu kalau selama ini hidupmu tak mudah ijinkan aku membahagiakan kalian" Abraham mengengam tangan Arin meminta maaf.
Arin tertegun sejenak melihat wajah Abraham, Arin pun merasa tak enak hati saat melihat wajah suram Abraham yang telah resmi menjadi suaminya. Sejenak Arin terdiam dia memikirkan semuanya, dengan berbagai pertimbangan Arin pun akhirnya mengangguk setuju permintaan Abraham.
"Terimakasih sayang, kamu telah memaafkan ku dan mari kita mulai semuanya dari awal," pinta Abraham.
"Terimakasih sayang, untuk ke sekian kalinya aku senang telah hadir di hidup ku meskipun awal pertemuan kita tak semanis rasanya, tetapi diawali penuh dengan kepahitan tetapi mari kita mulai semuanya dari awal, kita penuhi rumah tangga kita dengan berbagai hal manis," lirih Abraham.
Arin tersenyum mengangguk, dia berinisiatif membelai wajah tampan sang suami.
"Sayang kamu begitu cantik hari ini," bisik Abraham di telinga Arin.
"Memang tiap hari aku tidak cantik," Arin membrengut kesal mendengar ucapan suaminya itu.
Abraham pun gelagapan, Abraham berusaha berfikir untuk merayu istri nya itu. Dia tidak ingin malam ini gagal.
"Maksudku, kamu selalu cantik apalagi kalau di lihat dari dekat seperti ini," bisik Abraham di telinga Arin membuat hidung Abraham bersentuhan dengan wajah arin.
Entah kenapa wajah Arin di buat merona kala wajah Abraham semakin dekat.
Abraham membisikkan doa di telinga Arin.
Deg... Arin menyadari kalau hari ini dia tak bisa menolak keinginan Abraham, yang telah resmi menjadi suaminya.
Akhirnya Arin pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh Abraham.
Arin memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan Abraham, meskipun awalnya Arin ingin menolak, tetapi sekarang dia mulai terbuai oleh sentuhan lembut dari Abraham.
__ADS_1
Akhirnya malam ini keduanya menikmati manisnya rumah tangga.
Nafas Arin maupun Abraham memenuhi kamar.
Tubuh Arin bergetar menerima semua benih Abraham. Abraham pun ambruk di samping Arin.
Arin pun tertidur karena kelelahan, sedangkan Abraham mengusap perut rata Arin.
"Semoga kamu cepat tumbuh di sini sayang," keinginan Abraham saat mengusap perut rata Arin, Abraham berharap supaya benih nya cepat tumbuh di rahim sang istri.
Cup...
Bibir tebal itu mendarat cukup lama tentunya penuh cinta dan sayang di kening Arin.
"Terimakasih kamu telah memaafkan ku dan aku berjanji akan membuat mu dan anak-anak kita bahagia," kata Abraham membelai lembut rambut sang istri.
"Terimakasih kasih sayang," lirih Abraham tersenyum puas.
Tak henti-hentinya Abraham mengucapkan terima kasih.
Abraham tersenyum puas melihat begitu banyaknya tanda kemerahan yang di tinggalkan oleh nya di tubuh Arin, seakan Abraham menandai kalau Arin adalah miliknya. Ya Arin milik Abraham!!
Arin yang sudah tertidur pulas karena kelelahan akibat dari Abraham. Setelah puas memandangi sang istri, Abraham pun menyelimuti tubuh Arin supaya tidak kedinginan.
Abraham pun bangkit dari tempat tidur, dia berjalan dengan santai memasuki kamar mandi.
Di dalam kamar mandi.
"Tak kan ku biarkan kamu bermimpi memiliki Arin, akan ku buat Arin jatuh cinta dengan ku," guman Abraham kala mengingat pesan William yang membuat darah nya mendidih.
Abraham akan melindungi Arin dan kedua buah hatinya.
Abraham tersenyum kala mengingat kegiatan panas yang tadi dia lakukan dengan sang istri.
B E R S A M B U N G.....
Terimakasih yang masih setia dukung karyaku 🙏🙏
__ADS_1