
Keesokan harinya....
Di kediaman Arin ......
Semuanya sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi.
"Oma..... Mama mana?" Tanya Aurel yang sedang berada di meja makan.
"Mama belum pulang sayang," kata bunda Arin mengelus kepala cucu perempuan nya itu. Bunda terlihat sedih mendengar Aurel yang selalu menanyakan mama nya sedari tadi.
"Terus siapa yang antar kita sekolah..." Tanya Aurel cemberut.
Semua yang berada di meja makan memandang ke arah bocah itu, mereka ikut sedih. Sedangkan Abrian terdiam, dia sedang memakan sarapannya dengan tenang.
"Mama sedang kerja, buat sekolah sama beli mainan kita," kata itu lolos dari bibir mungil yang sedari tadi sibuk mendengarkan sang adik berceloteh.
"Bagaimana kalau kalian berdua berangkat di antar sama om Tio," tawar Tio kepada dua bocah kesayangan nya.
"Tidak mau ....." Tolak Aurel cemberut.
"Dasar cerewet....." Ejek Abrian.
"Jangan bicara terus, cepat habiskan makanannya nanti kalian terlambat," kata nek Ijah dengan lembut.
Kedua bocah itu pun langsung terdiam, Aurel masih betah cemberut sedangkan Abrian terlihat cuek.
'Cucuku di mana kamu berada nak, siapa yang sudah tega menculik mu,' batin nenek Ijah.
'Nak di mana kamu sekarang, bunda tak tega melihat kedua cucu bunda yang sedari tadi menanyakan mu. Semoga kamu cepat kembali nak,' batin bunda sedih.
'Akan ku beri pelajaran orang itu kalau sampai terjadi apa-apa dengan kak Arin,' batin Rio.
'Kak maafkan aku yang telah gagal menjagamu,' batin Tio.
Semua yang ada di meja makan itu terdiam dengan pikiran masing-masing.
Tok tok tok tok tok tok.....
"Mbak tolong lihat sebentar siapa yang bertamu pagi-pagi," perintah bunda mbak Tina yang mengurus si kembar.
Mbak Tina pun berjalan menuju pintu utama.
Ceklek...
Mbak Tina memandang heran kepada laki-laki yang ada di depannya.
"Maaf anda cari siapa?" Tanyanya dengan sopan.
Lelaki itu pun berbalik, membuka kacamata hitamnya. Siapa pun yang melihat pasti akan terpesona karena ketampanan di umur yang terbilang matang.
'Astaga nih orang tampan sekali, saya kira hanya tuan William yang paling tampan ternyata masih ada yang lebih tampan,' batin mbak Tina dengan tatapan kagum.
"Apa bisa bertemu dengan orang tua Arin?" Tanyanya memastikan.
"Maaf anda siapa?" Tanya mbak Tina penuh tatapan menyelidik pasalnya, mbak Tina tidak pernah melihat orang itu selama menjadi pengasuh si kembar.
"Katakan saja, Abraham ingin bertemu," perintah Abraham.
'Orang ini sepertinya buka orang sembarangan, tatapan matanya begitu mengintimidasi,' batin mbak Tina.
__ADS_1
"Silahkan masuk, silahkan duduk. Saya panggil bunda sebentar," pamit mbak Tina.
Abraham melangkahkan kakinya di susul dengan asisten Hendra dan 4 orang bodyguard yang di tugaskan untuk mengawal Abraham saat ini.
Abraham duduk dengan gaya angkuh nya.
Abraham memandang ke segala arah, ekor matanya terhenti pada sebuah foto keluarga yang terlihat di panjang di sudut kanan ruang tamu.
"Ternyata kamu sudah besar sayang, Papa kangen dengan kalian," guman Abraham lirih penuh dengan kesedihan.
Tina berjalan tergesa-gesa menuju meja makan.
Hos hos hos hos...
"Tina kenapa kamu terlihat panik begitu?" Tanya nek Ijah heran.
"Itu .... Itu di luar ada tamu mencari orang tua non Arin," jelas mbak Tina.
"Kenapa dia mencari bunda?" Tanya Rio sedangkan bunda mengeleng tak mengerti.
"Siapa sih mbak?" Tanya Tio.
"Saya tidak tahu mas, tetapi dia sepertinya bukan orang sembarangan," jawab mbak Tina.
"Laki-laki apa perempuan mbak?" Tanya bunda Arin.
"Lelaki," jawabnya singkat.
Bunda mendesah resa, dia berdiri dari tempat duduknya handak menuju ruang tamu, untuk menemui orang yang sudah duduk manis di ruang tamu sepagi ini.
"Bunda Rio ikut," pita Rio ikut beranjak dari tempat duduknya.
Bunda mengangguk sebagai persetujuan nya .
"Kalian berisik sekali, Aurel jadi ke ganggu makan ini," cebik Aurel memonyongkan bibirnya.
"Aurel juga ikut ya," kata Aurel melihat ke arah bunda.
Bunda mengeleng tanda tak setuju Aurel ikut, entah kenapa bunda tiba-tiba merasa resah. Melihat sang Oma yang tak setuju Aurel langsung memonyongkan bibirnya karena ngambek.
"Uluh uih tuan putri ngambek," kata Tio membelai rambut Aurel.
Sedangkan Aurel masih asyik cemberut.
"Aurel di sini saja sama om Tio sama nenek juga ya," bujuk Tio.
"Anak kecil di larang ikut campur urusan orang dewasa," kata Abrian membuat Aurel mendelik sebal.
"Aurel sama Abrian di sini saja, nanti siapa yang minum susu buatan mbak Tina," bujuk nek Ijah.
"Oh iya ya ..... Cepat mbak Tina, mana susu punya Aurel," kata Aurel berbinar.
Tio memberikan kode kepada mbak Tina untuk pergi membuatkan susu untuk Aurel dan Abrian.
Sedangkan bunda melihat orang itu dari kejauhan dengan tatapan binggung.
"Kenapa bunda?" Tanya Rio.
"Bunda sepertinya tidak kenal orang itu, melihat pun baru kali ini," kata bunda dengan suara kecil.
__ADS_1
"Ayo kita tanyakan saja," kata Rio.
Tap tap tap tap tap.... Bunda maupun Rio mempercepat langkahnya menuju ruang tamu.
Abraham melihat kehadiran bunda Arin pun dia segera berdiri dari tempat duduknya.
"Maaf, anda siapa dan ada keperluan apa?" Tanya bunda terus terang tanpa basa basi.
Sedangkan Rio menatap Abraham dengan penuh selidik, apalagi penampilan nya yang sangat rapi dan berkelas terlihat dari jas mahal yang di pakainya. Belum lagi bodyguard yang berdiri sedari tadi di belakang nya.
'Siapa dia? Melihat auranya yang begitu kuat aku yakin dia bukan orang biasa terlebih lagi penampilannya saat ini,' batin Rio.
"Perkenalkan saya Abraham...." Kata Abraham menjabat tangan bunda. Abraham mencoba bersikap ramah.
"Ini Rio anak saya dan pak Abraham bisa memanggil saya bunda," jelas bunda.
"Silahkan duduk,"
Semuanya pun duduk kembali.
"Anda mau minum apa?" Tanya bunda.
"Tidak perlu repot-repot,"
"Apa yang membawa pak Abraham datang ke rumah saya?" Tanya bunda.
"Saya ke sini ingin melamar anak bunda yang bernama Arininda," kata Abraham.
"Tetapi anak saya sedang tidak ada di rumah," lirih bunda.
"Anak bunda sedang bersama saya," jelas Abraham.
"Apa...." Bunda saling berpandangan dengan Rio.
.
.
.
.
BERSAMBUNG....
Budayakan setelah membaca tekan Like ya.
Maaf ya kemarin lagi gak enak badan, jadi gak update.
Hari ini ini update 1 bab ya, maaf besok update seperti biasa 2 /3 banyak seperti kemarin-kemarin.
Jangan lupa:
~Like
~Komen
~Rate bintang 5
~Favorit juga
__ADS_1
~Vote
Terimakasih semua masih setia di cerita recehku🙏.