Benih Tuan Muda Kejam

Benih Tuan Muda Kejam
BTMK bab 161


__ADS_3

Puk....


Lamunan Denis pun buyar kala dirinya merasa ada seseorang yang menepuk pundaknya, Denis pun segera menoleh.


Ternyata seseorang pria berumur menepuk pundak Denis dengan pelan membuat Denis yang sedari tadi sedang melamun pun tersadar karena ada yang menepuk pundaknya, Denis pun menoleh karena kaget.


Denis terdiam menatap pria itu dengan lekat, pria dengan mata teduh itu membuat Denis merasa nyaman. Tatapan mata itu seolah menenangkan diri nya yang sedang dalam dilema saat ini.


"Apa yang kamu pikirkan? Hidup itu bagaikan sebuah buku," kata pria itu membuat Denis yang awalnya diam pun merasa tertarik. Denis menatap pria itu dengan rasa penasaran, kata-kata nya seolah menyihir seolah Denis ingin mengetahui kelanjutan dari mulut pria itu.


Pria itu tersenyum karena melihat pemuda di depan nya begitu tertarik mendengar ucapan nya saat ini. Pria paru baya itu hanya ingin mengingatkan Denis agar dirinya tak salah jalan seperti yang dia alami dulu, karena pria paruh baya itu salah mengambil jalan pintas namun ternyata jalan itu berakhir dengan penyesalan, dia harus kehilangan orang yang dia cintai untuk selamanya.


Pria paru baya itu menatap mata Denis dengan tersenyum lembut, senyum tulus seperti senyum seorang ayah kepada anaknya.


"Ini hidupmu, kamu bebas menentukan pilihan. Ibarat kata hidup mu ibarat sebuah buku kosong, kamu bebas menulis buku itu dengan tulisan mu kisah mu, kalau ingin buku itu terlihat menarik maka isilah dengan berbagai kisah tentang kebaikan, ketulusan, serta kebahagiaan mu, jika kamu ingin buku itu buruk maka sebaliknya, isilah buku itu dengan tulisan tentang keburukan, kisah kelam mu, kebencian, rasa iri dengki mu yang tak akan pernah ada habisnya. Hidup adalah pilihan tinggal kita menjalaninya,"


"Pertimbangkanlah semuanya dengan matang, jangan kamu gegabah karena penyesalan itu datangnya belakangan, kalau pendaftaran itu di depan. Ha ha ha ha ha ha ha....." Sambung pria itu mengingatkan Denis dengan terkekeh.


"Terima kasih pak, telah mengingatkan saya saat ini," ucap Denis dengan begitu tulus.


"Ingatlah nak, jangan kamu merasa sendiri. Semua yang sedang kamu alami adalah cobaan, cobaan untuk menjadikan mu menjadi pribadi yang lebih baik lagi," kata pria itu mengingatkan Denis untuk tidak mudah putus asa.


Setelah pria paruh baya itu menyelesaikan ucapannya, dia bergegas menjauh ke sisi yang lain, meninggalkan Denis yang masih terdiam mencerna ucapan pria tadi.


"Ini hidupku, aku sendiri yang akan memutuskan nya," guman Denis tersenyum, dia sudah tahu apa yang akan dia lakukan nantinya.


Denis bersyukur, disaat dia dalam kebimbangan muncul pria itu seolah menyelematkan dia dari kesalahan kedua yang akan dia lakukan ke orang yang baik.


Denis bernafas lega, saat dia terpuruk masih ada orang yang menasehatinya untuk tetap semangat dan tak muda putus asa.

__ADS_1


****


Sedangkan di tempat berbeda....


Pria tadi mendengus kesal, niatnya ingin menjadikan Denis sebagai alat untuk membalaskan dendam nya, namun Denis tak merespon dirinya sama sekali.


Pria itu mau tak mau harus merencanakan rencana keduanya karena niat untuk membujuk Denis sepertinya sia-sia saja karena pria itu sepertinya tidak tertarik sama sekali.


Bruk....


Dengan perasaan kesal pria itu membanting pintu mobil dengan kencang, lelaki yang bernama Wilson itu mengeram kesal mengingat pembicaraan nya dengan Denis tadi.


"Aaah siaaaal.... Aku sudah membujuk dia dengan cara mengiming-imingi kebebasan untuk dia tetapi dia justru tidak menanggapi sama sekali,"


"Apa yang harus ku lakukan untuk membawa Denis dan menjadikan dia pion ku,"


"Aku harus cari cara lain untuk membalaskan dendam ku ini,"


Buk buk buk buk....


Tangannya terkepal salah satu lalu berkali-kali memukul ke tangannya yang lain.


"Aku tidak boleh menyerah, aku harus meyakinkan Denis agar dia mau membalaskan dendam nya ke Tio, kalau Tio hancur otomatis Abraham pun ikut hancur bersamanya," kata pria itu kepada dirinya sendiri, tangan nya mencengkram erat setir mobil.


Kring...


Kring...


"Halo...."

__ADS_1


"....."


"Tunggu kabar terbaru dari ku,"


"....."


Tut.... Panggilan pun terputus.


"Tenang kak.... Aku akan membalaskan dendam mu kakak, tak kan ku biarkan Abraham hidup dengan bahagia setelah dia merampas kebahagiaan mu," guman pria itu dengan tekad begitu membara di selimuti dendam yang mengakar di hatinya.


"Meskipun kita bukan sedarah sekandung tetapi aku bisa memahami perasaan kakak saat itu," gumamnya.


Seketika ingatan pria itu langsung berputar ke beberapa tahun yang lalu saat dirinya baru saja pulang kuliah, tanpa sengaja dirinya memergoki sang kakak tengah cekcok mulut dengan seorang pria melalui ponselnya, tak lama setelah itu sang kakak di temukan meninggal dengan mengenaskan.


Sungguh Wilson di buat hancur saat baru mendengar kabar itu.


Wilson ingat dia baru saja 6 bulan diangkat menjadi saudara oleh pria itu tanpa sepengetahuan orang-orang namun dia sudah menyayangi kakak angkatnya itu. Baginya sang kakak adalah malaikat yang di kirimkan untuk nya, untuk membantu dirinya.


Sang kakak sering menemui nya dengan tersenyum, mengajaknya untuk melakukan hal-hal yang mengasyikkan.


Wilson juga ingat saat sang kakak jatuh hati kepada wanita, wanita cantik yang begitu mandiri. Setiap sore pasti sang kakak membawakan kue berbeda-beda tiap hari untuk nya. Dia sering bertanya dari mana kue itu dan sang kakak menjawab kalau kue itu berasal dari toko kue milik pujaan hati nya.


Wilson juga ingat kalau setiap kali sang kakak membicarakan tentang perempuan itu pasti dengan senyuman yang begitu berbinar, terpancar cinta yang begitu besar untuk wanita itu. Nun semua harus kandas karena kemunculan lelaki itu, lelaki yang dulu pernah merebut wanita yang di cintai sang kakak untuk kedua kalinya.


Saat sang kakak di makamkan Wison ingat saat itu dia tak berani mendekatinya, Wilson takut apalagi melihat beberapa orang berpakaian serba hitam berada di sana, seminggu kemudian dia berani mendekat ke makam. Wilson pun berjanji akan membalaskan dendam nya namun dulu Wilson sadar dia belum terlalu kuat jadi selama 2 tahun ini dia membangun markas dan mengumpulkan orang serta informasi sebanyak-banyaknya.


Setelah itu pria bernama Wilson itu meninggalkan tempat itu, dia mengemudikan mobil nya.


Entah rencana apa lagi yang akan dia gunakan untuk membalas rasa sakit kehilangan orang yang dia sayangi untuk selamanya.

__ADS_1


Rasa sakit yang dialami oleh Wilson membuatnya bisa melakukan hal apapun di luar nalar, dia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan nya meskipun harus menyakiti orang lain, dia tak perduli karena sudah di kuasai oleh hawa nafsu untuk balas dendam.


B E R S A M B U N G....


__ADS_2