Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Adik Kecilku


__ADS_3


Hy... namaku Aulia Dwi Zahrani. Aku mempunyai seorang Adik laki-laki yang bernama Betrand Peto. Dia hanya selisih satu tahun denganku. Aku sudah duduk dibangku kelas 5 SD sementara Adikku duduk di bangku kelas 3 SD. Hidup kami terbilang sangat berkecukupan karena kami adalah anak konglomerat. Meskipun begitu, jujur kami kurang bahagia dengan kehidupan kami sekarang ini, terlebih-lebih Adikku.


Ya, Adikku sangat malang. Tak jarang ia mendapatkan perlakuan yang tak mengenakkan dari kedua orang tua kami. Mereka memperlakukan kami secara berbeda. Bahkan dari kecil, orang tuaku tak pernah mau mengasuh Adikku, tapi hanya diasuh oleh pembantu di rumah kami. Mereka memang tak pernah menganggap Betrand sebagai anak mereka.


Tak hanya itu, mereka juga akan marah besar jika Betrand memanggil mereka dengan panggilan Ayah atau Bunda , dan inilah momen yang paling mengiris hati kami jika mereka berkata 'Aku bukan Ayahmu!' atau 'Aku bukan Bundamu!' . Seakan-akan mereka memang tidak menginginkan kehadiran Betrand di keluarga ini. Dan seandainya aku tak ada dikeluarga ini, mungkin Betrand telah dibuang oleh mereka.


Sekarang ini, hanya akulah satu-satunya tempat bagi Adikku untuk mendapatkan kasih sayang. Tapi semua itu sama sekali tidak cukup baginya jika tanpa kasih sayang yang penuh dari kedua orang tua kami.


Aku selalu berusaha untuk menghibur Betrand dengan mengatakan, "Betrand gak usah sedih dan takut, kan Kakak ada disini!".


Biasanya setelah aku berkata seperti itu, Betrand akan sedikit tenang.


🌼🌼🌼


~ PAGI ITU ~


Pukul 05.00 aku sudah bangun, biasanya di jam-jam seperti ini aku mandi dulu sebelum menunaikan shalat Subuh. Setelah berpakaian, aku akan membangunkan adikku dan bergegas ke kamarnya. Sesampainya di kamar Betrand, rupanya dia tengah merapikan tempat tidurnya. Tak lama kemudian, Betrand menyadari kehadiranku.

__ADS_1


"Pagi, Kak!" dia langsung memelukku.


"Pagi adik kecilku!" sapaku dengan lembut sambil mengusap kepalanya.


Kalau sudah begini, dia akan memelukku dalam waktu yang cukup lama.


"Nah, habis ini Betrand ambil wudhu terus kita shalat berjamaah!" ucapku.


"Siap, Kak!" balasnya dengan masih memelukku.


Dari kecil, aku yang berperan sebagai orang tua sekaligus Kakak untuk Betrand. Mengajarkan dia untuk mengenal agama dan Tuhan, mengajarkan tata krama, pendidikan, dll yang harus ia lakukan sebagai seorang manusia yang beriman dan bermanfaat bagi banyak orang.


Selain itu, aku takkan pernah tega melepaskan pelukan Adikku selama dia masih memelukku. Aku tahu betul ia sangat butuh pelukan dan kasih sayang, dan hanya dirikulah tempat dia bisa mendapatkan semua itu.


Ya, meskipun ia hanya tersenyum tipis ketika mendengar ucapanku itu.


"Ambil wudhu dulu ya, shalat bareng Kakak!" ucapku sambil tersenyum.


"Iya,Kak." Setelah itu dia langsung bergegas ke kamar mandi dan aku menunggunya disini.

__ADS_1


Setelah selesai shalat kami berdo'a. Biasanya juga Betrand paling khusyu dalam do'anya.


Kemudian setelah dia berdo'a aku akan berkata,


" Nah, setelah ini Betrand mandi dulu ya, setelah itu sarapan ! "


Dia hanya mengangguk.


Sambil menunggu Betrand selesai mandi, aku akan menyiapkan sarapan untuknya.


Tak lama kemudian...


Dia pun muncul


"Ya ampun, cakep banget adik kakak, sini sarapan bareng ! Kakak sudah buatin makanan kesukaan kamu, lho!" ucapku sambil tersenyum.


Betrand menghampiriku dan duduk didekatku.


"Makasih ya, Kak. Selama ini cuma Kakak yang selalu ada buat Betrand," ucap Betrand dengan tiba-tiba dan langsung memelukku.

__ADS_1


"Iya. Sama-sama,Sayang!" balasku sambil mengelus pipinya.


"Makan dulu ya terus kita berangkat ke sekolah bareng," lanjutku sambil tersenyum.


__ADS_2