Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
See You... , My Little Brother !


__ADS_3

Setelah Aulia berkutat dengan kegiatannya di dapur. Ia bergegas ke kamarnya untuk menyiapkan pelajaran di esok hari. Tapi langkahnya terhenti ketika Bunda dan Ayahnya yang berada di ruang tamu memanggilnya.


" Aulia... ? "


" Iya Yah, Bun " jawabnya lantas bergegas menghampiri kedua orang tuanya.


" Ada apa Yah, Bun ? " tanya Aulia ketika sudah berada di dekat mereka.


" Denger - denger ada perkemahan PMR tuh. Kamu ikut ? " tanya Bunda kepada Aulia.


Aulia tersentak kaget.


' Oalah... Ternyata Bunda dan Ayah sudah tahu akan perkemahan itu..! ' batinnya.


" Iya, Bunda tau darimana ? " balas Aulia dengan cepat disertai muka antusias.


" Dari temennya Bunda yang punya anak anggota PMR juga "


Aulia hanya ber - oh ria.


Meskipun sebenarnya, di dalam hatinya ia sangat khawatir dan lagi - lagi ia hanya bisa berharap akan kebahagiaan sang adik karena untuk beberapa hari dia tak bisa di sisi Betrand.


Setelah berbincang - bincang cukup lama, Aulia memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


" Bun, Yah...Aku ke kamar dulu ya " tutur Aulia dengan pelan.


" Tidur yang cepat ya " nasihat sang Ayah.


" Baik Yah " ucapnya sambil tersenyum lalu ia berjalan menuju kamarnya.


🌺🌺🌺


Di kamar Aulia...


Saat dia sedang asyik - asyiknya latihan membuat beberapa simpul untuk memantapkan kemampuan pasang bongkar tandunya.


Tiba - tiba...


Ciiutt...


Pintu kamarnya terbuka, di seberang sana terlihat sang adik yang tengah tersenyum lebar.


" Betrand...! Masuk sini Dek " sambut Aulia dengan tersenyum lebar.


" Kak... Boleh gak mulai malam ini sampai 4 malam ke depan, kakak nemenin aku tidur ? " tanya Betrand dengan tatapan mata polosnya.


Rupanya Betrand ingin sebelum perkemahan PMR itu, ia ingin menghabiskan waktunya bersama sang kakak selama Aulia tak menemaninya selama beberapa hari.


" Boleh kok " jawab Aulia tanpa rasa ragu sedikit pun sambil mengelus pipi mulus adiknya.

__ADS_1


" Makasih ya Kak " ujar Betrand sambil membaringkan tubuh mungilnya di kasur yang sangat empuk.


" Oke... Sekarang tidur ya " tutur Aulia sambil mengecup pipi adiknya.


Betrand hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Lalu ia menggeliat sambil menatap bintang - bintang di kamar kakaknya.


Oh... Jangan salah paham ! Bintang yang dimaksud disini bukan bintang sungguhan, melainkan hanya hiasan kamar yang


Glow in The Dark. Tapi bagi Betrand, itu tak ada ubahnya dengan melihat bintang sunguhan.


Sangat menakjubkan bak ia sedang berada di antara kumpulan bintang - bintang di langit... !


Ia pun tersenyum simpul melihat keindahan itu.


Tak lama kemudian...


Dia menoleh kepada sang Kakak yang sibuk berkutat dengan tali di tangannya yang Aulia gunakan untuk membuat simpul.


Melihat itu, Betrand teringat dengan Thoriq yang pernah mengajarinya membuat simpul.


" Kak... aku juga tahu lho buat simpul meskipun aku bukan anak PMR apalagi pramuka " celetuk Betrand disertai dengan cengiran.


" Bener ? Siapa yang ngajarin ? " tanya Aulia dengan keheranan.


Keheranannya itu terbilang sangat wajar.


Ya... Membuat simpul !


" Aku diajarin sama Kak Thoriq " jawab Betrand seraya menghadapkan tubuh kecilnya itu ke tubuh Aulia.


Sontak Aulia pun menatap Betrand dengan antusias ketika nama sahabatnya, Thoriq keluar dari bibir mungil sang adik.


" Kak Thoriq ? Kapan ? "


" Udah lama banget " balas Betrand dengan singkat sambil menggeliat di atas kasur itu.


" Kalau kakak gak percaya...Sini aku coba ! " ujar Betrand sambil mengambil tali di tangan kakaknya.


Aulia hanya melongo tak percaya ketika dengan lincahnya Betrand membuat beberapa simpul tersebut.


Betrand tersenyum penuh kemenangan ketika dirinya berhasil memperagakan cara membuat simpul di hadapan sang kakak.


" Gimana... Kakak percaya kan ? " ujar Betrand lantas menyerahkan kembali tali milik kakaknya.


" Wah... ! Hebat ya, bener bener seperti liat Kak Thoriq sedang buat simpul. Hehe...! " canda Aulia dengan tertawa kecil.


Betrand ikut tersenyum senang mendengar pujian sang kakak.


" Sudah ya... Betrand lekas tidur ! " ujar Aulia mengalihkan perhatian sang adik agar ia tidak terserang insomnia lagi seperti yang telah lalu.

__ADS_1


🌺🌺🌺


Setelah 4 hari mengikuti latihan perkemahan dengan sungguh - sungguh, tak terasa Aulia sudah akan berangkat menuju perkemahan impian tersebut.


Dengan kemeja navy, dengan bawahan rok plisket berwarna hitam disertai dengan kerudung pashmina, Aulia terlihat anggun yang terlihat tengah menyiapkan barang - barangnya.


Tak lama kemudian...


Betrand membuka pintu kamar kakanya itu. Dengan tatapan nanar, adiknya itu langsung menghampirinya sambil berkata...


" Kakak jangan lama ya disana ! "


Aulia hanya tersenyum simpul dan memeluk tubuh mungil adiknya itu. Bagi dia tingkah adiknya itu sangat menggemaskan.


Ya... Dulunya Betrand yang antusias banget pengen lihat dirinya ikut perkemahan itu, eh... tau - taunya pas hari -H dengan wajah polosnya ia meminta Aulia untuk tidak lama di perkemahan itu.


" Iya... Kakak gak bakalan lama kok ! Cuma seminggu " hibur Aulia sambil mengelus - elus punggung sang adik.


Berhubung hari itu adalah hari Minggu, jadi Betrand bisa dengan bebas mengantar bahkan melihat sang Kakak berangkat ke perkemahan itu.


Kedua orang tua mereka, Bi Surti dan tentunya Betrand turut mengantar Aulia ke sekolah untuk berkumpul terlebih dahulu bersama dengan tim SD SEMESTA BILINGUAL SCHOOL yang akan pergi ke perkemahan itu.


Mulai dalam perjalanan, Betrand terus memegang tangan sang kakak sampai kakaknya naik ke bus yang akan membawanya menuju ke Surabaya, kota tempat perkemahan itu dilaksanakan.


" Bi... Tolong jaga Betrand baik - baik ya ! " ucap Aulia dengan kembali memperingatkan Bi Surti sebelum ia naik ke bus.


" Siap Non, tidak usah khawatir ! "


Aulia berjalan menuju kedua orang tuanya sambil tersenyum.


" Yah, Bun... Aulia berangkat ya "


" Baik - baik disana ya " nasihat mereka dengan serentak lalu mencium pipi Aulia.


Ia hanya mengangguk, pandangannya sontak teralihkan kepada sang adik yang tengah menatap sedih kepadanya.


Entah Betrand sedih karena selama beberapa hari ia takkan ada di sisinya ataukah karena Betrand melihat perlakuan dan kasih sayang Bunda dan Ayahnya kepada sang kakak yang begitu penuh cinta kasih sementara dirinya tak pernah mendapatkan itu semua ?


Hmm..


Kita hanya bisa menduga - duga, bahkan Aulia pun tak tahu alasan sebenarnya kenapa adik emasnya itu sedih!


Tapi satu hal yang ia tahu bahwa dia tetap harus memberikan cinta kasih dan hiburan kepada adiknya itu untuk menenangkan hatinya sebelum dirinya berangkat, ya...karena Aulia percaya suasana hati Betrand sedang tak baik - baik saja.


" Sayang... Kakak berangkat ya. Jangan sedih, kakak cepat pulang kok ! " hibur Aulia sambil memegang pipi sang adik sambil menyamakan tinggi tubuhnya dengan adiknya itu.


Betrand hanya mengangguk tapi tangannya dengan sangat erat memegang tangan Aulia, seakan - akan tak ingin melepaskannya.


" Oh iya...Jangan nakal ya, Betrand akan dijagain kok sama Bi Surti. Jadi Betrand gak bakalan sendiri ! " lanjut Aulia lantas mencium pipi adiknya.

__ADS_1


Melihat hal itu, Bi Surti langsung mendekati Betrand dan mendekapnya.


Setelah itu, barulah Aulia naik ke bus dan membawanya menuju perkemahan impian ke kota Pahlawan.


__ADS_2