
~ AULIA POV ~
Bus yang membawaku terus menyusuri jalan raya yang lurus dengan kecepatan sedang. Mataku memandang keluar jendela melihat lalu lintas yang beroperasi dengan begitu lancar. Karena jenuh, kualihkan pandanganku kepada teman - teman disekelilingku, rupanya mereka sibuk dengan aktivitasnya masing - masing, ada yang mendengarkan musik, mengemil, membaca buku, dan ada juga yang tidur.
Aku menatap Lely yang dusuk di dekatku.
Oh... rupanya dia sudah tertidur dengan headphone yang bertengger manis di telinganya.
Hufftt... Aku merasa sendiri, semua orang dengan kesibukannya masing - masing. Kusandarkan badanku ke jok bus lalu pikiranku pun melayang jauh.
' Ya Tuhan...!
Bagaimana nasib Betrand disana ? Semoga dia selalu bahagia tanpa aku disisinya. Dan semoga Bunda dan Ayah gak ngelakuin hal - hal yang mengenakkan kepadanya.
Jaga adikku Ya Tuhan ! ' batinku sambil membayangkan keadaan di rumah dan wajah polos Betrand.
πππ
Selama kurang lebih 41 menit menempuh perjalanan dari Sidoarjo akhirnya kami sampai di Kota Pahlawan, Surabaya. Lokasi perkemahan kami terletak di Hutan Raya Balas Krumpik.
Setelah semua rombongan turun dari bus, kami langsung berdecak kagum dengan panorama indah yang disuguhkan Taman Hutan Raya Balas Krumpik ini.
Di Taman Hutan Raya Balas Klumprik ini juga terdapat fasilitas sentra kuliner, tempat bermain untuk anak-anak, boezem dan pergola.
Setelah melihat - lihat keadaan sekitar, kami semua langsung menuju ke lokasi untuk membuat tenda. Suasananya sangat damai, ditambah dengan begitu banyak keindahan yang seketika dapat memanjakan mata.
Ya... Di daerah ini terbilang sangat berbeda karena kita tak menjumpai kebisingan layaknya di kota.
πΊπΊπΊ
Hari demi hari kami lalui dengan begitu bahagia. Perlombaan demi perlombaan kami lakukan dengan lancar. Dan sekarang, hatiku sangat lega karena telah melakukan atraksi pasang bongkar tandu di perkemahan pertamaku ini, apalagi di luar kota. Dan Alhamdulillah...Aku dan tim berhasil meraih juara pertama mengalahkan puluhan sekolah.
Satu hal yang membuatku sangat bahagia adalah dikala malam datang, suasananya terasa begitu menenangkan.Suasana ini benar - benar tak pernah kudapatkan di kota. Bahkan karena dinginnya malam, terkadang aku dengan beberapa teman yang berasal dari sekolahku sendiri dan ada juga yang berasal dari sekolah lain melakukan acara api unggun demi menghangatkan badan.
' Benar - benar surga dunia berada di tempat ini ' pikirku.
πππ
Keesokan harinya...
Aku tengah menyaksikan lomba PP bersama Lely dan beberapa teman dari sekolahku. Mataku dengan jeli memandangi setiap gerak - gerik siswa ( i), dan tentunya kami memberikan dukungan kepada tim kami.
Tapi tiba - tiba pandanganku tertuju kepada sosok anak laki - laki yang sangat familiar di mataku.
' Itu dari SD lain, tapi kenapa wajahnya sangat familiar ya ' pikirku sambil menatap orang yang kumaksud itu.
Aku terus menatapnya, bahkan melihat gerak - geriknya yang sangat lincah itu membuatku merasa sangat familiar dengan orang tersebut. Lantas aku pun berpikir keras, siapakah dia ?
Tiba - tiba aku teringat dengan sahabatku, Thoriq. Iya..., orang itu sangat mirip dengan sahabatku itu !
" Kok kayak Thoriq ya ? " ucapku tanpa sadar.
Lely yang mendengar perkataanku langsung bertanya kepadaku...
__ADS_1
" Kenapa Ul... ? "
" Itu lho Lel, aku lihat orang yang mirip banget dengan Thoriq " jelasku sambil memperlihatkan orang yang kumaksud kepada Lely.
" Iya ya... Jangan - jangan Thoriq beneran " ujar Lely disertai cengiran ketika ia melihat orang itu.
" Tapi masa sih Lel. Setahu aku Thoriq bukan anggota PMR, tapi pramuka " sanggahku.
" Ya siapa tahu Ul, dia juga gabung PMR, kan bisa tuh ! Kalau kamu gak percaya, coba panggil " ucap Lely dengan santai.
" Eh... " mataku membulat seketika ketika dengan santainya Lely berkata seperti itu.
" Ntar gue coba panggilin " lanjutnya dengan nekat.
πΊπΊπΊ
Setelah lomba PP itu selesai, aku melihat orang yang mirip dengan Thoriq tersebut berdiri. Entah... mata aku yang rabun atau kenapa ? Tapi ini bener - bener seperti aku melihat Thoriq.
" Widih.. Itu pasti Thoriq tuh ! Aku panggilin ya " celetuk Lely sambil mengikuti arah pandanganku.
" Jangankan aku memanggilnya, aku pun bersedia mengejarnya...Eh tidak - tidak, maksudnya mengejarnya untukmu " ledek Lely lantas tertawa lepas.
" Eh... Apaan sih lo. Ga lucu sumpah ! "
" THORIQ...! " teriak Lely sambil melambai - lambaikan tangannya.
' Oh no...!
Dan parahnya, kalau orang yang dia panggil ternyata bukan Thoriq ! ' batinku lantas menutup wajahku dengan menggunakan kedua tanganku tak kuat menyaksikan kekonyolan orang di dekatku ini.
Tak lama kemudian...
" Wow... Jodoh banget ya kalian ! Liat Ul... Itu benar - benar Thoriq, dia nyamperin kita ! " ujar Lely sambil memegang lenganku.
" Lo bohong ya ? " balasku dengan wajah yang masih dibalik tangan.
" Enak aja... Itu benar Thoriq lho Ul. Coba lihat ! " sambungnya sambil melepaskan kedua tanganku yang menutupi wajahku.
Aku mendengar suara derap kaki yang menuju kami kemudian aku mendengar suara yang sangat familiar di telingaku.
" Hy Lely... !"
Sontak, aku pun mendongakkan kepalaku. Mataku membelalak sempurna ketika melihat Thoriq di depanku.
Oh... Mataku tak mungkin salah ! Itu benar - benar Thoriq, sahabatku.
" THORIQ... " ujarku dengan mata berbinar - binar.
Dia menatap ke arahku, sebuah tatapan hangat dari mata khas sahabatku. Oh...Sungguh, dia benar - benar Thoriq !
" Lho... Aulia ? Hy...! Ya ampun, aku pikir kamu siapa.Dari tadi nutup wajah mulu " sapanya lantas duduk di dekatku.
" Oh so sweet...! Berasa nonton drakor, pertemuan impian di perkemahan impian " celetuk Lely sambil tertawa kecil.
__ADS_1
" Apaan sih Lel ? Gaje...! " balas Thoriq.
" Ih...enak aja lho, seharusnya lo ngucapin terima kasih ke gue. Untung banget kan, gue panggil lo buat bertemu dengan sahabat lo ini " ucap Lely.
" Iya iya...Makasih banyak ya Lel " tutur Thoriq.
" Makasih ya Lely " imbuhku.
" Siap...! "
πππ
Hari itu, aku menghabiskan waktuku bersama Thoriq dan dia memperkenalkanku dengan beberapa orang temannya. Setelah itu, kami menuju fasilitas sentra kuliner. Kami menikmati makanan ringan sambil melihat panorama taman yang indah.
" Oh iya... baru kali ini ya kamu ikut perkemahan ? " tanya Thoriq memecah lamunanku.
" Iya, apalagi di luar kota dengan daerah yang indah seperti ini " jawabku dengan tersenyum lebar.
Thoriq hanya mengangguk dan suasana hening kembali.
" Eh... siapa yang jagain Betrand ? " tanya Thoriq dengan tiba - tiba.
Aku langsung menoleh ke arahnya, pikiranku melayang jauh memikirkan adikku. Aku menahan nafas, lalu menjawab pertanyaan Thoriq.
" Ada Bi Surti yang jagain Riq, tapi entah kenapa tetap saja aku selalu khawatir " jelasku sambil memandangnya.
" Hmm... Sudahlah Ul, pasti Betrand baik - baik saja " hibur Thoriq sambil tersenyum lebar.
" Ya... Semoga aja Riq " balasku dengan penuh harap.
Setelah itu, kami berjalan menuju lokasi perkemahan. Aku juga menceritakan semua kejadian sebelum perkemahan ini, tentang aku yang awalnya tak punya niat untuk ikut perkemahan ini karena mengkhawatirkan adikku. Lantas dengan penuh perhatian, Thoriq menghiburku kalau semuanya akan baik - baik saja.
Untungnya, tenda aku dan Thoriq berdekatan. Bahkan, karena itu kami sampai - sampai merasakan bahwa kami berasal dari sekolah yang sama. Tapi nyatanya..., jangankan sekolah kota kami pun berbeda !
Ya... Tapi inilah kami. Suatu hal yang unik yang selalu ada dalam diri kami yaitu kami sering merasakan bahwa sejatinya tak ada perbedaan baik aku ataupun Thoriq.
Selama di perkemahan ini, aku sering bersama dan menghabiskan waktuku bersama Thoriq. Selalu bercerita, bercanda dan tertawa bersama.
Unik... !
Benar - benar unik!
Bahkan di antara kami tak pernah ada yang menyangka, bahwa kami akan bertemu disini.
Yang seperti kata Lely, sahabatku
' Pertemuan impian di perkemahan impian '
πΊπΊπΊ
Jangan lupa like, vote dan berikan kritik serta sarannya...
Terima Kasih....
__ADS_1