Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Ada Bintang dalam Jiwa Betrand


__ADS_3

Sinar matahari yang sangat menyilaukan mata masuk melalui lubang - lubang gubuk, tempat Betrand disekap. Dengan tubuh yang rasanya ingin remuk, Betrand berusaha memaksimalkan penglihatannya. Dengan rasa pening di kepalanya, sosok kecil yang sangat malang ini berusaha tersadar dari tidur panjangnya.


Oh tidak...!


Betrand baru ingat, sebenarnya bukan tidur panjang ! Tapi beberapa jam yang lalu ia baru saja tak sadarkan diri.


Seketika keringat dingin membasahi tubuhnya ketika ia melihat sekelilingnya. Mata polosnya itu menyapu seluruh penjuru ruangan sempit dan berdebu itu. Betrand bergidik ngeri ketika dia teringat dengan kejadian tadi pagi.


' Apakah aku diculik ? ' batin Betrand dengan panik.


Dengan langkah yang sedikit sempoyongan, Betrand berusaha menjangkau pintu untuk keluar dari ruangan yang sangat pengap itu. Tapi langkahnya terhenti ketika mata polosnya itu melihat dua pria berbadan kekar di depan pintu. Rasanya ia tak kuat lagi menahan bobot badannya, dan akhirnya Betrand terjatuh terduduk di lantai yang hanya beralaskan kardus tersebut.


Seketika air matanya berlinang di pipi mulusnya itu. Dengan lirih, ia berbisik...


' Ya Tuhan...Ada apa ini ? '


Betrand memeluk tubuh mungilnya itu, kali ini ia menghapus air matanya.


Tidak...! Dia tak boleh menangis, ia harus kuat ! Betrand teringat dengan nasihat Sang Kakak kalau dirinya pasti bisa menjalani ini semua tanpa siapapun di sisinya.


Ciuuttt...


Pintu gubuk terbuka dan dua pria bertubuh kekar itu menghampiri Betrand. Mereka tertawa - tawa terbahak - bahak, rasanya tawa mereka itu seakan - akan membuat telinga Betrand ingin pecah !


Salah satu dari mereka memegang dagu Betrand, lalu berkata...

__ADS_1


" Mulai hari ini dan seterusnya lo ngamen buat kita ! " ucapnya dengan sinis.


Betrand tersentak kaget, dengan pelan ia berkata...


" Ngamen Bang...? "


" Iya. Kenapa ? Lo gak mau ? " bentak pria yang satu lagi.


Betrand terdiam, lalu dengan cepat ia mengangguk.


" Bagus...! Mulai sekarang lo pergi ngamen, dan jangan pulang kalau duitnya ga banyak ! " gertak pria itu.


Betrand mengangguk dengan wajah tertunduk.


" Ngerti gak ? Jangan ngangguk - ngangguk doang ! " hardik salah satu pria sambil menendang Betrand tanpa rasa kasihan sedikit pun.


Setelah itu, dengan cepat Betrand mengikuti perintah dua pria itu. Dengan langkah yang pelan, dia terus berjalan menuju keramaian. Betrand sedikit lega melihat plang - plang yang bertengger kokoh di toko - toko besar di jalanan yang ia lalui. Ya... Di plang - plang yang Betrand lihat, ia bisa mengetahui bahwa dirinya masih ada di Kota Sidoarjo.


Meskipun begitu, ia tetap bingung. Jalanan ini adalah Jalan Raya Poros Sidoarjo - Surabaya, itu artinya dia kini telah berada jauh dari rumah.


Dengan penuh kebingungan yang berkecamuk dalam jiwa, Betrand terus melangkahkan kakinya. Dia mencoba tersenyum selebar mungkin, lalu dengan satu tarikan nafas ia pun mulai mengeluarkan suara emasnya.


Hanya dengan sekejap, Betrand berhasil menarik perhatian banyak orang. Bisa dibilang hari itu ia agak mujur, karena bisa membawa pulang duit yang lumayan banyak.


Saat tiba di gubuk...

__ADS_1


Dua pria tadi langsung merebut uang itu dari Betrand.


" Nah... Gitu dong ! Sekarang lo disini aja, awas jangan kemana - mana ! Lagian juga lo emang gak bisa kabur dari sini.Haha..." ucap salah satu pria lantas disertai tawa pria yang satunya lagi.


Dan tanpa rasa iba sedikit pun, mereka langsung nyelonong pergi. Betrand yang malang tak bisa berkutik sedikit pun. Ia tersadar bahwa dirinya belum makan dari tadi siang. Tapi dia mau bagaimana ? Betrand sama sekali tidak punya sepeser uang.


Dengan langkah kecil, ia berjalan menuju keran yang tak jauh dari tempatnya.


' Syukurlah kerannya masih menyala ' batin Betrand.


Dengan gesit, ia langsung mengambil wudhu untuk menunaikan shalat. Setelah itu, dia masuk ke dalam gubuk dan mencari tempat yang bersih. Betrand yang malang, tapi dibalik itu semua ternyata ia adalah sosok yang luar biasa. Meskipun dengan kondisi seperti itu, Betrand tetap tidak melupakan Tuhannya.


Selesai shalat, dengan khusyu Betrand menengadahkan tangannya untuk meminta pertolongan dan kekuatan kepada Sang Pencipta. Setelah itu dia keluar dari gubuk dan duduk di kursi bambu yang ada di depan gubuk itu. Ia menatap keadaan sekitar, tak ada orang yang dia lihat. Hanya pepohonan rindang dan semak belukar yang menjadi panorama di sekelilingnya.


' Rupanya ini tempat terpencil, jauh dari orang - orang. Lantas apa maksud mereka menculikku ? ' pikir Betrand dengan sejuta pertanyaan yang memenuhi kepalanya.


🌈🌈🌈


Dikala malam datang...


Setelah Betrand shalat magrib, ia hanya seorang diri di gubuk itu.Dua pria tadi entah kemana ?Karena Betrand tak tahan lagi disini, dengan langkah yang pelan ia mengendap - endap menjauh dari gubuk tersebut, memastikan di sekitarnya aman dan tidak ada dua pria tadi.


Tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat dua pria tadi tengah tertidur di sebuah rumah - rumahan, layaknya pos ronda. Betrand mengatur nafasnya, mencoba untuk tidak grogi. Lalu dengan pelan ia melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu.


Berhasil...!

__ADS_1


Betrand berhasil kabur dari gubuk tua itu, dengan berlari - lari kecil ia menuju Jalan Raya Poros. Saat tiba disana, entah kenapa kepala Betrand terasa sangat pusing dan seketika pandangannya pun menjadi gelap.


__ADS_2