
Tak terasa sudah seminggu kami di perkemahan ini. Setelah kami mengikuti serangkaian upacara terakhir dan penyerahan piala, aku dan tim SD Semesta Bilingual School dengan berat hati meninggalkan tempat ini.
Kami pulang jam 2 siang setelah semua acara selesai. Tapi kali ini, aku pulang bukan dengan bus dan tak bersama dengan rombongan, melainkan dengan Thoriq dan Ayahnya. Ya... Setelah perkemahan ini, ada libur selama 3 hari dan itulah yang membuat Thoriq pulang ke Sidoarjo.
Hanya kami bertiga dalam mobil, meskipun begitu rasanya sangat ramai karena aku dan Thoriq selalu bercanda lalu tertawa bersama.
" Oh iya Riq, setahu aku kamu kan anak pramuka. Tapi kok ikut perkemahan PMR ? " tanyaku dengan tiba - tiba di kala aku mengingat hal yang menurutku sangat ' ganjil ' itu.
" Ya... Aku juga masuk PMR Ul. Kan bisa tuh ! " jawab Thoriq.
" Oh gitu ya " balasku dengan mengangguk - nganggukkan kepala.
Sepanjang perjalanan, aku dan Thoriq terus berbincang - bincang sampai kami tak menyadari 41 menit telah berlalu dan kami telah sampai di depan rumah.
" Widih...! Cepet banget ya, gak kerasa udah sampai di Sidoarjo ! " seru Thoriq sambil membuka pintu mobil.
" Iya tuh " timpalku lantas keluar dari mobil.
" Gak singgah dulu Ul ? " tawar Thoriq.
" Entar aja Riq, aku bersih - bersih dulu. Duluan ya Om. Bye Riq... ! " ucapku sambil memasuki halaman rumahku.
πππ
' Yuhu... Mau surprise - in Betrand nih ! ' batinku kegirangan sambil berjalan menuju pintu.
Aku langsung merogoh slingbag - ku untuk mengambil kunci serep. Ya... masing - masing di keluarga ini memegang kunci, jadi gampang deh kalau mau masuk :))
Singkat cerita...
Ciutt...
Pintu terbuka, tapi anehnya suasana di dalam rumah sangat sepi. Ya... memang aku tau kalau jam - jam seperti ini kedua orang tuaku masih di kantor.
' Tapi Bi Surti dan Betrand kemana ya ? ' pikirku
__ADS_1
" Bi Surti...! " panggilku dengan setengah berteriak.
Tapi berulang kali aku memanggil, tapi tak ada sahutan.
Anehnya, Betrand juga gak keluar - luar. Biasanya tuh anak, denger suara aku udah muncul !
' Betrand tidur kali ya ? Samperin aja deh ' batinku sambil menaiki tangga menuju ke kamar adikku.
" Betrand... ? " panggilku dengan pelan disertai dengan kebahagiaan sambil membuka gagang pintu kamarnya.
Tapi kebahagiaan itu seketika lenyap ketika tak kudapati batang hidung Betrand di tempat ini. Yang kulihat hanyalah bed cover bermotif Set Star yang tertata rapi.
' Lho... Kok Betrand gak ada. Jam - jam segini di kemana ya ? ' pikirku.
Aku langsung bergegas keluar dari kamar dan menuju ke kamar Bi Surti.
" Bi...! Assalamu'alaikum Bi " ucapku dengan setengah berteriak sambil mengetuk - etuk pintu kamar Bi Surti.
Tak ada sahutan. Tapi aku tetap mencoba memanggil Bi Surti...
Tapi nihil !
Perasaanku pun menjadi campur aduk.
' Ada apa ini ' pikirku mulai panik.
Dengan penuh rasa penasaran disertai panik yang begitu hebat, aku langsung membuka pintu kamar Bi Surti yang ternyata tak dikunci.
Tapi sama saja, Bi Surti tak ada di kamar !
Aku pun semakin panik, Bi Surti tak ada, Betrand pun tidak ada ! Keringat dingin seketika membasahi tubuhku, jantungku pun berdebar tak karuan. Berbagai macam pikiran negatif mulai muncul di benakku ! Dengan langkah yang terasa begitu berat, aku berlari sekuat tenaga ke luar rumah.
Aku benar - benar yakin, ada yang tidak beres dengan semua ini !
" Eh Ul... Kenapa, kok mukamu pucat begitu ? " tanya Thoriq yamg ada di teras rumahnya.
__ADS_1
" Itu Riq... Betrand sama Bi Surti kok ga ada ya ? " jawabku dengan nada panik.
" Mungkin mereka keluar " ucap Thoriq dengan santai.
" Tapi ga biasanya Riq " bantahku.
Thoriq pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar lalu menghampiriku. Saat kami tengah bercakap - cakap, tiba - tiba seorang ibu paruh baya yang merupakan tetangga kami menyapa kami.
" Aulia... Sudah pulang ? " sapanya.
" Eh... Iya Tante " jawabku disertai dengan senyuman.
" Oh iya, kamu tau gak anak Bi Surti lagi sakit keras. Karena itu akhirnya dia pulang kampung " jelas Bi Surti.
" Hah...? Pulang kampung ? "
" Iya, udah 3 hari tuh ! Tapi ngomong - ngomong adikmu kemana ? Semenjak Bi Surti pulang kampung dia gak pernah kelihatan tuh atau dia ikut juga ? " tanyanya sambil menatapku dengan serius.
Deggg...
Aku dan Thoriq langsung beradu pandang mendengar perkataan ibu paruh baya itu.
' Jadi Betrand kemana ? ' pikirku dengan panik.
πΊπΊπΊ
Halo..., para pembaca setia The Real Bright Starπ
Part 20 sampai sini dulu ya...
Berhubung Author lagi kurang enak badan.
Tapi tetap dukung novel ini ya dengan cara like, vote dan berikan kritik serta sarannya.
Terima Kasih... π
__ADS_1