
Keesokan harinya...
Setelah kondisi Betrand diperiksa oleh dokter lantas perban di kepalanya juga ikut dilepas, dokter pun menyatakan kalau sosok malang ini sudah bisa pulang ke rumah.
" Alhamdulillah...Akhirnya Betrand bisa pulang juga ya...! " ujar Dokter Widy seraya membelai kepala Betrand.
Betrand hanya tersenyum simpul mendengar itu semua lalu dengan pelan dia berkata...
" Makasih ya Dok. "
" Iya, sama-sama Sayang. Tapi Betrand harus inget ya, meskipun adek sudah bisa pulang tapi ingatannya jangan terlalu dipaksain ya, Sayang ! " nasihat Dokter Widy sambil mengacak - ngacak rambut Betrand.
" Iya Dok " jawab Betrand dengan tersenyum.
Aulia, Thoriq dan tentunya Betrand sendiri sangat bahagia mendengar semua pernyataan Dokter Widy. Dalam hati kecil Betrand ia sangat kegirangan.
'Asyik... Akhirnya bisa ketemu Ayah sama Bunda ! ' batinnya dengan tersenyum tipis.
Setelah dokter Widy keluar dari ruangan IGD, dengan lembut Aulia langsung meraih tangan mungil adiknya yang seketika membuyarkan lamunan sang adik.
" Betrand...! "
Dengan pelan sosok kecil bersuara emas ini lantas memandang wajah teduh sang kakak dengan tatapan polosnya. Lalu dengan tingkah yang sangat menggemaskan, sontak dia memeluk sang kakak.
Aulia yang melihat itu hanya tersenyum simpul dan dengan penuh kasih sayang lantas ia membalas pelukan adiknya sambil mengelus punggung Betrand.
Seketika suasana di ruangan IGD itu pun menjadi hening. Sepasang kakak beradik ini seakan-akan terbuai dengan pelukan kasih sayang mereka. Bahkan Thoriq, sahabat sang kakak yang sedari tadi berada di ruangan tersebut hanya terdiam sekali tersenyum lebar menyaksikan momen yang terbilang sangat sweet di antara sahabatnya dan sosok kecil itu.
Tapi semua itu hanya berlangsung selama beberapa menit, karena tiba-tiba Betrand berujar sesuatu yang membuat Aulia dan Thoriq keheranan ; dan seakan - akan tak percaya dengan apa yang dia katakan.
" Akhirnya Betrand bisa pulang kerumah juga ya Kak ! Jadi bisa ketemu sama Bunda dan Ayah. Bunda sama Ayah pasti bahagia ! " celetuk Betrand yang kelihatan sangat ceria.
Sontak Aulia dan Thoriq lantas dibuat beradu pandang kemudian mereka tersenyum simpul mendengar celetukan polos sosok kecil nan menggemaskan itu.
" Oh iya Kak... Waktu hari aku diculik itu, sebelum aku berangkat ke sekolah Bunda sempat peluk aku lho Kak ! " ujar Betrand yang masih berada dalam pelukan Aulia.
Aulia dan Thoriq hanya terdiam selama beberapa detik, berusaha mencerna apa yang mereka dengar dari mulut Betrand. Entah kenapa pernyataan ' sang bintang ' ini terdengar aneh di telinga mereka. Lain dengan Thoriq yang berusaha percaya akan apa yang dia dengar itu, sedangkan Aulia merasa ada yang ganjil dengan semua ucapan sang adik.
__ADS_1
' Hmm... Apa mungkin Bunda sama Ayah sudah suka sama Betrand ? Terdengar aneh dan sulit sih untuk dipercaya ! Apalagi waktu satu malam setelah kecelakaan Betrand, Bunda kan sempat nelepon aku dan bukannya panik tapi malah marah-marah bahkan sampe-sampe do'ain Betrand mati ! ' batin Aulia sambil mengingat-ingat lagi semua perlakuan kedua orang tuanya terhadap adik semata wayangnya itu.
Tak lama kemudian...
Aulia menanyakan hal itu lagi kepada sang adik.
" Yang bener ? " balas Aulia dengan nada tak percaya.
" Bener Kak ! " jawab Betrand lantas melepaskan pelukannya.
Aulia hanya terdiam sambil mengangguk. Sementara itu, Betrand terlihat sedang mengingat-mengingat sesuatu. Lalu seketika raut muka Betrand terlihat antusias dan ia pun lantas memberitahukan sesuatu kepada kakaknya...
" Jadi waktu itu aku pamitan sama Bi Surti, tapi Bi Surti ajak aku ke kampung halamannya Kak. Tapi aku nolak karena Betrand kan masih sekolah...! " jeda Betrand sambil menatap wajah Aulia dengan sangat serius.
Aulia hanya mengernyitkan alisnya lalu dengan cepat ia menimpali perkataan sang adik...
" Terus gimana ? "
" Waktu itu Bi Surti sempat khawatir sih,pas kami lagi bercakap-cakap tiba-tiba Bunda datang dan bilang kalau dia mau jaga aku Kak... ! " jelas Betrand.
" Wah mantap...! Jadi Betrand terus semangat ya, kan Bunda sama Ayah juga sayang sama Betrand ! " seru Thoriq sambil mendekati Betrand lantas membelai rambut adik sahabatnya itu.
Aulia hanya terdiam sambil menatap Thoriq dan sang adik dengan pikiran yang sangat berkecamuk dalam kepalanya. Karena tak tahan dengan semua itu, Aulia mencoba untuk bercerita dengan Thoriq tentang keanehan yang ia rasakan itu.
" Betrand..., sebentar dulu ya Dek ! Kakak mau bicara sama Kak Thoriq " ucap Aulia dengan pelan.
Betrand hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Sedangkan Thoriq, ia langsung mengikuti sahabatnya itu ke luar ruangan.
" Kenapa Ul ? " tanya Thoriq sambil menatap wajah sahabatnya itu dengan serius.
" Kamu percaya Riq dengan omongan Betrand, kalau Bunda sudah sayang sama dia ? " ujar Aulia seraya menatap Thoriq dengan raut muka penasaran.
" Hmm... Apa yang dibilang adikmu itu pasti benar adanya Ul.Tapi masalah Bundamu sayang sama Betrand...Entahlah, aku juga bingung ! " balas Thoriq.
Aulia mengangguk pelan lantas berkata lagi...
" Kamu masih ingat kan Riq, waktu satu malam setelah kecelakaan Betrand ? " lanjut Aulia sambil menatap sahabatnya dengan sekilas.
__ADS_1
" Oh iya... Waktu Bunda kamu nelepon itu ya ? " tanya Thoriq yang kelihatan tengah mengingat sesuatu.
" Bener, kamu ingat kan Riq. Kan Bunda aku waktu itu marah banget pas aku bilang Betrand kecelakaan, bahkan Bunda sampai-sampai bilang ' kenapa adik kesayanganmu itu gak mati aja sekalian ? ' Kan jadi aneh, seakan-akan perhatian Bunda terhadap Betrand di hari itu hanya pura-pura ! " jelas Aulia panjang lebar.
" Aku juga mikir kek gitu sih Ul " timpal Thoriq dengan tatapan iba.
Aulia hanya terdiam.
Tak lama kemudian, ayah Thoriq yang sedari tadi mengurus administrasi akhirnya pun datang. Melihat hal itu, dengan pelan Aulia berkata...
" Makasih ya Om udah mau ngurusin administrasi rumah sakit buat Betrand. Maaf kalau Aulia ngerepotin " ucap Aulia dengan nada tak tega.
" Gapapa Sayang ! Kan Aulia sama Betrand juga anak Om. Iya kan Riq ? " hibur Om Arif sambil menoleh kepada anak lelaki semata wayangnya itu.
" Iya bener kata Ayah, Aulia sama Betrand kan saudaranya Thoriq dan mesti harus saling berbagi. Jadi ga usah dipikirin itu lagi Ul ! Gapapa kok " hibur Thoriq sambil tersenyum lebar.
Aulia hanya tersenyum tipis mendengar semua itu.
" Baik anak-anak, siap-siap dulu ya baru kita pulang ! " nasihat Ayah Thoriq lantas ditanggapi oleh semangat oleh sepasang sahabat ini.
🍃🍃🍃
Setelah mereka bersiap-siap, akhirnya kini mereka pun sudah ada dalam mobil yang tengah menyusuri Jalan Poros Raya Sidoarjo menuju ke rumah mereka.
Melihat jalanan yang kini tengah ramai dileawati oleh hiruk pikuk kendaraan yang berlalu lalang, seketika membuat kepala Betrand terasa nyeri kembali. Rasanya ia sangat familiar dengan semua yang dia lalui tersebut. Tapi entah kenapa pikirannya sama sekali tak memberikan gambaran yang jelas tentang semua hal yang rasanya ia pernah mempunyai memori dan kenangan tertentu di tempat ini.
' Ah... Kenapa kepalaku sakit sekali ? Dan tempat ini...entah kenapa terasa sangat kukenali ' batin Betrand sambil memijit pelipisnya sambil melihat-lihat keadaan sekitar.
Melihat gerak-gerik yang tak biasa dari diri adiknya, sontak Aulia langsung mengalihkan perhatian Betrand.
" Betrand... Kenapa dek ? " tanya Aulia seraya membelai kepala sang adik.
" Gapapa Kak " jawab Betrand dengan tersenyum lantas menyandarkan kepalanya di bahu sang kakak.
" Betrand inget sesuatu ya ? Gak usah dipaksain ya Sayang kalau gak sepenuhnya bisa diinget ! " nasihat Aulia sambil mengelus pipi adiknya.
Betrand hanya mengangguk pelan. Mungkin karena dirinya sangat lelah dan akhirnya sosok kecil nan malang ini tertidur dalam belaian lembut sang kakak.
__ADS_1