
Keesokan harinya di SD Semesta Bilingual School...
Tak ubahnya dengan kemarin, Aulia terlihat hanya duduk termenung sambil melihat teman-temannya yang sibuk latihan untuk persiapan perkemahan yang tidak lama lagi.
Tapi tak lama kemudian ia merasa jenuh, sehingga dia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan.
Ya...
Dia memang sangat ' pecinta buku ' dan syukurnya itu seimbang dengan kepribadiannya yang sangat ' gila nulis '.
Di sisi lain...
Sang sahabat, Lely tengah kebingungan mencarinya.
" Eh... Lo liat Aulia gak ? " tanya gadis bersuara emas ini kepada salah seorang teman laki - lakinya.
" Gak tuh "
" Ya ampun, dia itu kemana sih ? " ucap Lely dengan sebal lantas menanyakan keberadaan sahabatnya kepada semua orang yang ditemuinya di jalan.
Tapi nihil !
Di kantin pun tak ada. Iya juga sih, salah dia sendiri. Kenapa coba..., dia cari sahabatnya ke kantin ? Padahal dia tahu sendiri bahwa sahabatnya itu jarang jajan.
Ya... Memang benar, itu sudah kebiasaan Aulia dan adiknya, Betrand. Mereka lebih memilih menyedekahkan uang jajan mereka atau menabungnya kembali ketimbang dengan menggunakan uang mereka untuk jajan.
Tak apa - apa bukan ? Lagian mereka juga membawa bekal dari rumah.
Setelah bermandikan keringat mencari sahabatnya itu.
Tak lama kemudian...
Lely melihat Aulia dibangku depan perpustakaan yang tengah sibuk berkutat dengan buku di tangannya.
" Heyy... Ya ampun Aulia ! Aku dari tadi cari kamu. Tau - taunya kamu ada disini " ujar Lely dengan muka ditekuk.
Aulia pun mendongakkan kepalanya dan ia mendapati sahabatnya itu dengan nafas ngos - ngosan.
" Nyariin gua sampai ngos - ngosan gitu ? Sepenting itukah ? " ujar Aulia dengan nada meledek.
" Gue serius lho Ul. Ini hal yang penting banget ! " balas Lely sambil mengatur nafasnya.
" Oh ya ? " timpal Aulia dengan mengernyitkan dahinya dengan berandai - andai seberapa pentingnya hal yang ingin diutarakan oleh sahabatnya itu.
" Ul... Lho serius beneran gak mau ikut perkemahan itu ? " tanya Lely sambil memandangi Aulia dengan serius.
Aulia terperanjat mendengar pertanyaan Lely yang sekian kalinya itu dan seakan - akan berharap ia benar - benar ikut di perkemahan itu.
__ADS_1
" Aku belum tahu pasti Lel " jawab Aulia dengan raut muka sedih dan penuh kebimbangan.
Lely hanya mengusap wajahnya dengan kasar.
" Memangnya kenapa ? " lanjut Aulia dengan penuh keheranan karena melihat tingkah sahabatnya yang tak biasa.
" Hufftt... Jadi sebenarnya peserta lomba pasang bongkar tandu kekurangan Ul. Salah seorang pesertanya harus izin ke luar kota karena Ayahnya sakit keras " jelas Lely.
Aulia hanya terdiam...
Ia berpikir keras dan kembali teringat dengan perkataan adiknya semalam.
" Kak... Aku gak mau kakak dengan relanya mengorbankan segala impian Kakak demi kebahagiaan aku. Aku gapapa kok, kalau kakak ikut perkemahan itu "
Sepertinya memang benar...
Betrand sangat menginginkan dirinya ikut perkemahan itu.
Setelah memikirkan hal itu dengan matang, Aulia pun dengan rela pergi ke perkemahan tersebut demi nama baik sekolahnya yang berulang kali menjadi juara umum di perkemahan semacam itu.
" Hufftt... Baiklah Lel, aku ikut perkemahan itu " balas Aulia dengan tersenyum.
" Hah ? Semudah itukah meluluhkan hati seorang Aulia. Wahai hati yang benar - benar lembut ! " ujar Lely dengan sangat kegirangan.
" Lebay ! " ledek Aulia sambil berlalu.
" Yeyy... Jadi ntar pulang sekolah lanjut latihan ya Ul, sebentar aja kok. Gak apa - apa kan ? " sambung Lely sambil mensejajarkan langkahnya dengan Aulia.
🌺🌺🌺
Sepulang sekolah....
Aulia berjalan dengan cepat menyusuri koridor menuju kelas Betrand. Dari kejauhan, ia melihat adik kecilnya itu baru keluar dari ruangan.
" Kakak... " sambut Betrand lalu berlari - lari kecil memeluk kakaknya.
" Betrand... " Aulia membalas pelukan adiknya.
" Betrand bisa pulang sendiri ke rumah tidak...? " tanya Aulia dengan ragu.
Ya... Meskipun rumah mereka sangat dekat dari sekolah, tapi tetap saja ia mengkhawatirkan sang adik.
" Pulang sendiri ? Memangnya kakak belum mau pulang ? " tanya Betrand dengan polos.
" Ya... Kakak mau latihan untuk perkemahan PMR impian itu " jawab Aulia dengan tersenyum lebar.
" Yang bener Kak ? " timpal Betrand dengan antusias.
__ADS_1
" Iya... " jawabnya.
" Aku boleh liat kakak katihan ya ? Boleh ya Kak ? " desak Betrand sambil memegang tangan sang kakak.
" Boleh, ayo ikut Kakak " balas Aulia dengan berjalan pelan sambil memegang tangan adiknya.
🌺🌺🌺
Betrand tersenyum dengan girang ketika melihat sang kakak dengan dua orang temannya beratraksi pasang bongkar tandu. Lantas ia pun terpukau ketika melihat Aulia dan timnya berhasil menyelesaikan tandu itu dengan waktu 1 menit.
Setelah berulang kali ia melakukan atraksi itu mereka pun diperbolehkan pulang. Dengan senyuman penuh kemenangan, Aulia berjalan menghampiri adiknya yang tengah duduk di bawah pohon yang rindang.
" Wah...! Hebat banget ya Kak " ujar Betrand
" Iya harus ! Demi membawa nama baik sekolah. Ayo pulang ! " balas Aulia dengan mengambil ranselnya.
🌺🌺🌺
Di rumah...
" Lho Non, Den... Kok baru pulang ? " tanya Bi Surti saat melihat kakak - beradik ini di depan rumah.
" Maaf Bi... Tadi ada latihan PMR untuk perkemahan di luar kota. Terbilang mendadak sih Bi " jelas Aulia sambil tersenyum.
" Oh gitu ya... "
" Iya Bi... Betrand juga ngotot banget belum mau pulang demi lihat saya latihan " lanjut Aulia sambil masuk ke rumah menyusul Bi Surti dan adiknya.
" Ya... Bagus tuh Non " timpal Bi Surti.
" Oh iya...Setelah ganti pakaian, lanjut makan siang ya Den, Non " sambung Bi Surti.
" Iya, makasih Bi " balas kakak - beradik tersebut dengan kompak.
🌺🌺🌺
Setelah mereka makan siang...
Betrand kembali ke kamarnya, sementara Aulia dan Bi Surti masih di meja makan.
" Memangnya perkemahan itu kapan dimulainya Non ? " tanya Bi Surti memecah keheningan.
" 5 hari lagi Bi " jawab Aulia.
" Oh iya Bi... Kalau saya pergi di perkemahan itu, tolong jaga Betrand sebaik mungkin ya Bi ! " tutur Aulia dengan pelan.
" Tenang Non, pasti saya akan jaga Den Betrand ! " balas Bi Surti dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
" Makasih ya Bi " balas Aulia disertai dengan senyuman lega.
' Semoga aja Betrand selalu baik saja - saja meskipun gak ada aku di dekatnya ' batin Aulia dengan penuh harap.