Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Mengapa Mereka Membenci Adikku ?


__ADS_3

Memang dari dulu di sepanjang perjalanan apabila kami ke sekolah, Betrand terus memegang tanganku.


Dalam perjalanan menuju sekolah hari ini, aku terus menghibur Betrand agar dia tidak bersedih dengan perlakuan dan kata-kata Ayah Bunda terhadapnya.


Tiba-tiba...


"AULIA, BETRAND...!" ada seseorang yang memanggil kami.


Kami sontak membalikkan badan.


"Eh.Hai, Riq?" sapaku dengan ramah kepada seorang anak laki-laki sebayaku yang bernama Thoriq.


Namanya Thoriq Rizky Ahmad Maulidan. Dia adalah satu-satunya sahabatku dari kecil. Usia kami hanya selisih 8 hari. Kami dikenal sebagai sepasang anak yang mempunyai banyak kesamaan, sampai hal yang terbilang sepele. Banyak orang yang mengira kami ini kembar. Tapi sejatinya memiliki hubungan darah pun tidak.


Dengan senyuman khasnya, Thoriq langsung menghampiriku.


"Berangkat sekolah bareng, yuk!" ujar Thoriq.


"Iya, ayo!" balasku.


"Hy, Betrand! Kok kelihatan sedih, sih?" sapa Thoriq dengan ramah kepada Betrand sambil memegang pipinya.


"Gak kok, Kak!" jawab Betrand dengan singkat sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Thoriq hanya tersenyum sambil mengelus kepala Betrand.


💙💙💙


 


Sesampainya di sekolah...


"Kak--Betrand duluan, ya. Kalau pulang sekolah tunggu aku ya, Kak!" ujar Betrand sambil menyalamiku.


"Iya, Dek. Belajar yang sungguh-sungguh ya dan tetap semangat!" ucapku lantas memeluknya.


"Iya,Kak" balasnya sambil tersenyum.


"Hmm... Betrand kenapa lagi,Ul?" tanya Thoriq dengan hati-hati.


"Biasa," jawabku singkat sambil menghela nafasku.


"Orang tuamu masih berkelakuan gak mengenakkan terhadap dia,Ul?" ujar Thoriq.


Aku hanya menganggukkan kepala.


"Sebenarnya aku gak habis pikir lho, kenapa coba orang tua kalian berkelakuan seperti itu terhadap Betrand?! Padahal Betrand kan baik, cerdas, berbakat. Apa yang kurang dari dia coba?!" jelas Thoriq.

__ADS_1


"Nah... itu dia,Riq! Tapi ada satu hal yang membuatku menerka-nerka jika itu hal yang membuat orang tua aku gak suka sama Betrand," ucapku.


"Oh ya? Apa itu?" tanya Thoriq sambil menatapku dengan serius.


"Jadi sebenarnya di keluarga besarku itu kebanyakan anak-anak cowo,Riq. Dan Betrand termasuk yang paling muda. Dan semenjak Betrand di dalam kandungan, keluarga besarku itu ngarep kalau anak yang dikandung oleh Bundaku cewe. Mereka ga mau lagi di keluarga kami melahirkan anak cowo. Tapi ternyata kenyataan tak sesuai dengan harapan mereka. Kedengaran gila sih,Riq!" jelasku dengan nada sedih.


"Eh--apa gara-gara Betrand itu anak cowo dan orang tua kalian jadi ga suka sama dia?!" ujar Thoriq dengan kaget.


"Ya, bahkan dari kecil orang tua kami ga pernah mau ngasuh Betrand," jelasku.


"Ya ampun! Kok gitu, sih?" tanya Thoriq dengan muka yang sangat kaget.


"Sudahlah,Riq! Selama masih ada aku, insyaa Allah Betrand akan baik-baik saja!" ucapku dengan tegar.


"Ya--semangat ya,Ul.Jaga baik-baik adikmu!" ujar Thoriq sambil menepuk pelan bahuku.


Kringgg....


Bel masuk sudah berbunyi. Anak-anak di sekolah ini pun mulai berhamburan masuk ke dalam kelasnya masing-masing.


Ya, beginilah rutinitas pagi hari di SD Semesta Bilingual School.


Singkat cerita, SD kami ini adalah SD terbaik di Kota Sidoarjo. SD ini menggunakan sistem belajar bilingual dengan bahasa pengantar resmi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. SD Semesta ini adalah lembaga pendidikan yang memiliki cara pandang global guna melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk bersaing dan berkontribusi positif untuk kepentingan masyarakat dunia di masa mendatang.

__ADS_1


__ADS_2