Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Pengorbanan atau Harapan ?


__ADS_3

Hari itu tak seperti biasanya, Betrand pulang lebih awal. Oleh karena itu ia menunggu sang kakak terlebih dahulu.


Dengan matahari yang sudah setinggi kepala disertai dengan panorama bunga warna - warni dengan bau yang sangat semerbak. Dia terus menanti dan berharap kakaknya cepat pulang.


Jauh dalam lubuk hatinya ia mempunyai tekad yang sangat kuat untuk membuat sang kakak pergi ke perkemahan impian itu.


Tak lama dia menanti akhirnya dering bel pun berbunyi.


Betrand pun beranjak dari tempat duduknya menyambut sang kakak yang keluar dari ruangan kelas. Niat ingin memberitahukan bahwa kakaknya harus pergi ke perkemahan itu, tapi itu adalah pilihan yang salah. Ini sama sekali bukan waktu dan tempat yang tepat untuk memberitahukan itu semua.


Meskipun begitu, kakak beradik ini pulang ke rumah dengan penuh kebahagiaan disertai dengan canda tawa yang mengiringi langkah kaki mereka. Betrand berbincang - bincang dengan wajah ceria, berusaha untuk menutupi segala hal yang ingin ia utarakan.


Sesampainya mereka di rumah...


Betrand tak langsung mengatakan segala hal yang mengganjal di hatinya. Tapi ia harus menunggu terlebih dahulu sampai makan siang selesai.


Setelah itu dia pergi ke kamar sang kakak dan menceritakan semua hal yang telah ia dengar antara pembicaraan dengan temannya di pagi hari tadi.


" Kak...? " ucap Betrand dengan pelan sambil membuka gagang pintu kamar sang kakak.

__ADS_1


" Betrand...? Kenapa dek ? " balas Aulia sambil menoleh ke arah adiknya yang sedang memandangnya dengan tatapan mata polosnya.


Lantas, ia pun mendekati sang kakak.


" Kak... Sebenarnya aku mau bicara " ujar Betrand sambil duduk di depan kakaknya.


" Bicara ? Bicara apa sayang ? " jawab Aulia sambil membelai kepala sang adik.


" Sebenarnya kenapa sih Kakak gak ikut perkemahan PMR itu ? Padahal kan Kakak suka banget dengan dunia PMR " pancing Betrand dengan hati - hati.


" Gak papa kok... " balas Aulia dengan tersenyum tipis.


Ia berusaha menyembunyikan segala hal terkait dengan ketidak ikutsertaan nya dengan perkemahan impian itu.


Betrand mengangguk, tapi ia tak kuat lagi menahan segala hal yang ingin ia utarakan.


Sebelum itu, dia menggoyang-goyangkan kakinya untuk mengumpulkan keberanian dan melancarkan pembicaraan.


Setelah itu ia mulai berani berkata...

__ADS_1


" Yang benar aja Kak ? Tapi sebenarnya tadi pagi aku gak sengaja denger semuanya " ucap Betrand dengan pelan sambil menunduk, takut sang kakak kecewa ataupun marah.


" Maksud Betrand...? Betrand dengar pembicaraan Kakak dengan Kak Lely ? " lanjut Aulia dengan memperjelas pernyataan sang adik.


" Maaf Kak. Tapi Kakak tidak usah melakukan itu semua hanya demi aku ! " Betrand langsung jatuh tersungkur di hadapan sang kakak dengan berderai air mata.


Seketika hati Aulia sangat teriris melihat ketidak tegaan sang adik atas pengorbanannya.


" Betrand, Heyy...! Tidak apa - apa Dek " balas Aulia sambil membuat adiknya berdiri.


Dengan telaten, ia menghapus air mata sang adik.


" Kak... Aku gak mau kakak dengan relanya mengorbankan segala impian Kakak demi kebahagiaan aku. Aku gapapa kok, kalau kakak ikut perkemahan itu " jelas Betrand dengan masih terisak.


" Tidak apa - apa Dek... ! " lanjut Aulia sambil menghapus air mata dari pipi adiknya.


" Terkadang segala hal yang kita inginkan tidak harus tercapai. Ya... ada - ada saja hal yang harus kita korbankan demi kebahagiaan orang lain " lanut Aulia.


Yah... !

__ADS_1


Betrand kalah, kalau sudah begini sang kakak akan susah dibujuk. Tapi ia selalu berharap sebelum perkemahan itu dimulai Kakaknya bisa berubah pendirian.


' Ah...Pokoknya kakak harus ikut perkemahan itu ' batin Betrand


__ADS_2