Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Dimanakah Kasih Sayang Itu ?


__ADS_3

Setelah Thoriq berkata begitu, Betrand terdiam cukup lama.


Tiba-tiba...


"Kalau sayang itu sudah kewajiban kita sesama manusia," celetuk Betrand. Kata-katanya menggantung di udara, dia terlihat tengah memikirkan sesuatu, "tapi kenapa Bunda dan Ayah gak sayang sama aku,Kak?"


Sontak aku dan Thoriq saling bertatapan. Kami sangat iba kepada Betrand. Tak ingin adikku terbawa dalam kesedihan, aku pun langsung mengalihkan perhatiannya.


"Betrand, sudah mau magrib,nih. Kita pulang yuk!" ajakku.


Tanpa berkata apa-apa lagi, dengan cepat Betrand langsung beranjak dari tempat duduknya lantas turun dari rumah pohon.


"Riq, kami pulang dulu, ya! Biasa, Betrand mulai lagi," ucapku dengan setengah berbisik agar tak kedengaran oleh Betrand.


"Oke, aku juga sudah mau pulang,kok!" balas Thoriq sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Oh,yaudah!" balasku sambil berlalu disusul oleh Thoriq.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Β 


Sesampainya di depan rumah, Betrand masuk begitu saja tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


"Riq, aku duluan, ya!" ucapku sambil melambaikan tangan.


"Oke siip.Bye, Aulia!" ujar Thoriq sambil tersenyum lebar.


Setelah masuk di dalam rumah, aku melihat Betrand duduk di sofa dengan wajah murung.


"Betrand, kenapa,Dek?" tanyaku sambil mendekatinya.


Dia hanya menatapku sekilas lalu memelukku. Aku pun membalas pelukannya sambil mengelus-elus punggungnya.


Setelah Betrand sudah cukup tenang, aku mulai memberanikan diri untuk berbicara.

__ADS_1


"Sudah, ya! Betrand siap-siap dulu. Sudah magrib,tuh!" nasihatku sambil membelai kepalanya.


Ia hanya mengangguk lalu berjalan memasuki kamarnya. Aku hanya menatap langkahnya dengan iba. Dalam hati ini, aku berharap semoga Tuhan memberikan kesabaran pada Betrand untuk melalui hari-harinya tanpa kasih sayang Bunda dan Ayah.


🌺🌺🌺


Β 


Malam itu, seperti biasa setelah kami salat isya jika tidak ada aktivitas, kami langsung tidur. Aku biasanya selalu menidurkan Betrand dengan menemani dia di dekatnya.


Setelah ia benar-benar telah memejamkan matanya, aku akan mencium keningnya sambil berkata, "Good night, Adik kecilku.Tidur yang nyenyak dan mimpi yang indah ya, Sayang!"


Setelah itu, barulah aku menuju ke kamarku untuk beristirahat.


🌷🌷🌷


Pagi telah tiba, meskipun ini adalah hari minggu, tapi aku tetap bangun lebih awal. Hari ini juga Bunda dan Ayah sudah tiba di rumah. Aku merasa bersyukur, mereka belum melihat Betrand sehingga suasana rumah saat ini terasa agak damai.


Aku mengawali pagiku dengan bersih-bersih rumah.Tapi saat aku membersihkan lantai, Betrand tiba-tiba datang menghampiriku.


"Eh, Adik kakak! Kenapa, Sayang?" tanyaku sambil mencium ubun-ubunnya.


Lalu dengan polosnya ia berkata, "Bunda sama Ayah sudah pulang belum,Kak?" tanyanya.


"Sudah,Sayang!" jawabku dengan singkat.


Karena tak ingin terjadi kehebohan diantara kedua orang tua kami dengan Betrand, aku langsung mengalihkan perhatian Adikku.


"Betrand sarapan dulu, ya! Kakak udah buatin sarapan,tuh!" lanjutku sambil menuntunnya ke meja makan.


"Suapin ya,Kak!" ujar Betrand dengan tatapan mata polosnya.


"Oke. Siap, Adik kecilku!" balasku sambil tersenyum lebar.


Ia hanya tersenyum tipis menanggapi perkataanku.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, saat aku lagi asyik-asyiknya nyuapin Betrand, tiba-tiba Bunda datang dengan muka yang sangat berang.


"Enak banget ya disuapin. Manja banget ya kamu! Bisa makan sendiri,gak?" bentak Bunda kepada Betrand.


"Eh... bi...bisa kok Bun," ucap Betrand dengan lirih.


"Aduh,Bun...! Sudahlah, tidak apa-apa jika aku nyuapin Betrand. Dia kan Adikku!" tuturku dengan tegas.


"Kamu diam saja!" gertak Bunda kepadaku.


"Eh, kau bilang apa tadi?! Kau memanggilku dengan sebutan Bunda? Eh, denger, ya! Aku gak sudi dipanggil Bunda dengan anak seperti kau!" hardik Bunda sambil menunjuk-nunjuk Betrand.


Sontak, Betrand langsung berlari menjauh dari kami.


"BUNDA!!! Kok tega banget sih sama Betrand! Dia juga kan anak kandung Bunda!" ucapku dengan mulai berlinang air mata.


Tanpa pikir panjang, aku pun langsung berlari menyusul Betrand.


🌼🌼🌼


Β 


Sesampainya di kamar Betrand, kulihat Adikku itu tengah terduduk di lantai sambil terisak dengan menggelamkan kepalanya di lututnya.


"Betrand!" panggilku dengan lembut sambil mendekatinya.


Tapi ia sama sekali tak bergeming. Aku pun langsung memeluknya.


"Dek, maafin Bunda, ya! Ada kakak kok disini," hiburku sambil menghapus air matanya.


"Kak, memangnya aku salah apa, sehingga Bunda sangat membenciku?" ujarnya dengan terus terisak dalam pelukanku.


"Tidak! Betrand tidak punya salah apa-apa. Cuma waktu dan keadaan yang salah yang membuat semuanya begini. Kelak kau akan mengerti, Sayang!" jelasku sambil mencium pipi adikku.


Ia terdiam cukup lama dalam pelukanku. Kelak suatu saat nanti Betrand akan tahu pelangi yang sangat indah akan datang padanya di waktu yang tepat.

__ADS_1


__ADS_2