Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Kasih untuk Adikku


__ADS_3

Kriing Kriing Kriing....


Bel sudah berbunyi 3 kali, tanda PBM SD Semesta Bilingual School di hari ini telah berakhir.


Dengan sigap, aku langsung memasukkan buku-bukuku ke dalam tas. Setelah guru yang mengajar kami di jam pelajaran terakhir ini keluar, Thoriq langsung menghampiriku.


"Hy,Ul. Pulang bareng yuk!" ajak Thoriq.


"Iya.Tapi tunggu Betrand dulu, ya!" ucapku.


Dengan senyuman khasnya, Thoriq mengacungkan jempolnya sambil berkata, " Oke siap!"


Aku hanya tersenyum kemudian berjalan mendahului Thoriq menuju ke koridor kelas. Mataku menyapu seluruh penjuru sekolah. Tak jauh dari tempatku berdiri, kulihat sosok anak kecil yang dengan riangnya berlari-lari kecil ke arahku.


"Kakak!" dia langsung memelukku.


"Halo adik kakak yang cakep! Gimana sekolahnya?" sambutku sambil membalas pelukannya.


Tapi Betrand tak menjawab, dengan manjanya dia memegang erat lenganku sambil menyandarkan kepalanya di tubuhku.


"Yasudah. Yuk, kita pulang!" ucapku.


Seperti biasa kami bertiga pulang dengan berjalan kaki.


🌺🌺🌺


Sesampainya di depan rumah Thoriq.


"Aulia, aku duluan, ya!" ujar Thoriq lalu berjalan masuk ke halaman rumahnya.


"Iya,Riq. Bye!" balasku sambil tersenyum.


"Betrand, Kakak duluan ya,Dek!" Ucapan Thoriq seketika membuyarkan lamunan adik semata wayangku itu.


"Eh--iya, Kak." Betrand hanya menanggapi perkataan Thoriq dengan senyuman tipis.

__ADS_1


Setelah Thoriq masuk ke dalam rumahnya. Aku dan Betrand melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.


Sesampainya di rumah.


"Betrand, ganti pakaian dulu ya,Dek.Setelah itu baru makan siang!" nasihatku kepadanya.


"Iya, Kak!" Jawabnya singkat lalu menuju ke kamarnya.


Sementara itu, aku juga masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Setelah itu aku langsung menuju ke ruang makan.


"Sudah pulang, Non!" sapa Bi Surti dengan ramah.


"Iya, Bi."


"Den Betrand mana?" tanyanya.


"Ada kok, Bi.Saya suruh dia ganti baju dulu," jelasku.


"Oh, ngomong-ngomong Bibi sudah siapin makan siang untuk Non dan Den Betrand!" tutur Bi Surti.


Kulihat Betrand menuruni tangga. Dia melihatku menatapnya, ia pun langsung menghampiriku.


"Sini,Dek...!" panggilku dengan lembut.


"Den Betrand, Bibi sudah siapin makan siang untuk Kakak dan Aden!" ucap Bi Surti dengan lembut sambil membelai rambut Betrand.


Sontak, Betrand tersenyum bahagia.


"Terima Kasih, Bi!"


"Nah gitu dong Den, kan cakep kelihatannya kalau Aden tersenyum. Iya kan, Kak?" seru Bi Surti.


"Malahan cakep banget, Bi!" balasku sambil membelai kepala Betrand.


Setelah berkata begitu aku dan Bibi pun tertawa kecil.

__ADS_1


Betrand hanya tersenyum lebar sambil menatap kami. Aku tahu perasaan adikku, meskipun ia tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua kami, tapi kasih dan cinta yang begitu dalam dariku dan Bi Surti selalu tetap ada untuknya.


"Yasudah, Betrand makan dulu, ya! Sudah lapar pasti," ucapku sambil menyiapkan makanan di piringnya.


"Selamat makan, Adik kecilku!" lanjutku sambil mencium pipinya.


"Terima Kasih ya, Kak.Selamat makan." Sontak ia langsung memelukku.


"Iya, Sayang."


"Oh iya, Bibi makan bareng sama kita, ya!" ujarku sambil menyiapkan makanan untuk Bi Surti.


"Baiklah, Non!" balas Bi Surti.


"Ini makanannya, Bi. Selamat makan, ya!" lanjutku sambil menyodorkan makanan kepada Bi Surti.


"Makasih ya, Non!" ucap Bi Surti.


Aku hanya tersenyum simpul menanggapi perkataan Bi Surti. Setelah itu, kami pun makan dengan lahap.


Tiba-tiba...


"Oh iya, Bunda sama Ayah ke mana?" celetuk Betrand.


"Bunda sama Ayah ada keperluan di luar kota,Den!" jelas Bi Surti dengan nada tak tega.Ia melihat kerinduan yang begitu mendalam di hati Betrand terhadap Bunda dan Ayahnya.


"Yah," ujar Betrand dengan muka murung.


"Lho, Betrand gak boleh sedih! Disini kan masih ada Kakak yang nemenin Betrand," hiburku sambil membelai rambutnya.


Dia hanya terdiam.


"Hmm, cup cup. Adik kakak yang cakep gak boleh sedih, ya!" aku langsung memeluknya agar dia merasa ketenangan dalam hatinya.


Betrand hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


Ya Allah, sungguh kasihan dua anak ini. Den Betrand yang dari kecil tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya dan Non Aulia yang masih sangat kecil, tapi sudah harus mengurus semua kebutuhan adiknya. Semoga Engkau selalu lindungi mereka Tuhan, batin Bi Surti sambil menatap iba kelakuan kakak beradik tersebut.


__ADS_2