Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Perjuangan dan Kesabaran Betrand


__ADS_3

Salah satu pria yang berbadan kekar itu tiba - tiba terbangun. Dengan langkah yang santai, ia melangkahkan kakinya menuju gubuk tua yang tak jauh dari tempat mereka beristirahat.


Dengan kasar, ia menendang pintu gubuk itu. Mungkin dia berniat untuk mengagetkan Betrand, tapi ada satu hal yang tak ia ketahui !


" Shitt...KEPARAT !!! " umpatnya ketika dirinya hanya melihat beberapa perabotan rumah yang tak terpakai dengan sarang laba - laba yang menghiasinya. Ya... ia tak melihat anak lelaki bertubuh mungil itu di dalam gubuk !


Dengan amarah yang memuncak, dia berteriak kepada temannya...


" JONO !!! SEKARANG LO BANGUN !!! "


Tak lama kemudian...


Dengan mata yang masih terkantuk - kantuk, teman pria itu yang bernama Jono langsung terbangun lantas ke gubuk. Ia mengucek matanya dan berkata...


" Ada apa sih ? Ga tau aja orang lagi tidur ! " ujar Jono dengan muka sebal.


" Ini gawat ! Anak itu kabur ! " balas Doni dengan muka yang panik.


" Hah ? Maksud lo anak yang kita culik itu ? " Jono lantas membelalakkan matanya.


" Iyalah, mau yang anak mana lagi ? " timpal Dony dengan wajah kesal sambil berlalu.


" Mau kemana lo ? " tanya Jono dengan keheranan.


" Cari anak itu lah ! Lo juga pergi cari dia sono ! " balas Doni semakin kesal melihat tingkah temannya itu.


🌺🌺🌺


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam...


Angin malam berhembus dengan sangat kencang. Tapi entah kenapa, sosok anak kecil yang sangat malang ini seakan - akan tak merasakan dingin yang kini menggigit tubuhnya itu. Ya... Betrand kini terkulai lemas di pinggir jalan, sudah 2 jam ia tak sadarkan diri di sana.


Benar - benar anak yang malang !


Seandainya ia tahu, dia pasti akan sangat sedih ketika melihat semua kenyataan itu.


Faktanya Betrand kini tengah tak sadarkan diri di Jalan Raya Poros, tapi entah kenapa tak ada satu pun orang yang menolongnya :(


Oh...!


Apakah tubuh kecilnya itu tak terlihat di mata mereka ?


Tapi mana mungkin ! Seandainya ia menyadari semua itu, dia akan menganggap dirinya tak ada gunanya ! Dia akan menganggap bahwa tak ada orang yang menyayanginya ! Mungkin saja, dia akan bertanya - tanya tujuan ia diciptakan untuk apa, jika hidupnya seperti itu !


Duhai...!


Kenapa mereka ?


Dia memang anak yang biasa - biasa saja, tapi tak banyak orang yang tahu dibalik semua itu ia adalah ' Bintang yang Sesungguhnya '.


Sementara itu...


Jono dan Dodi terus melangkahkan kakinya di Jalan Raya. Mereka terus melempar pandangannya kesana - kemari, memastikan sosok yang mereka cari ada di tempat itu.


Tapi sudah beberapa menit mereka berputar sana - sini, sosok anak kecil itu tak kunjung terlihat batang hidungnya ada dimana ! Dengan rasa kantuk yang tiba - tiba menyerang mereka disertai dengan muka penuh amarah, Jono dan Doni langsung menyerahkan hal ini kepada sang majikan.


" Dimana anak itu ? " umpat Jono dengan amarah yang sangat membara.


" Sialan ! Sudah tengah malam begini, mana ngantuk lagi tapi harus tetep cari bocah tengil itu ! " sambung Doni tak kalah sebalnya.


" Kita istirahat aja sih ! " ujar Jono dengan kewalahan.


" ***Coba kita telepon si bos dulu " balas Doni lantas menghubungi sang majikan perihal kehilangan Betrand.


πŸƒπŸƒπŸƒ***


" Ada apa ? Malam - malam nelepon ! " desis sang majikan.


" Maaf Bos ! Kami ingin memberitahukan sesuatu, bahwa anak yang kita culik itu sudah kabur entah kemana " jelas Doni.


" Apa ? Pokoknya saya ngga mau tau, malam ini juga kalian harus nemuin anak itu ! Ngerti gak ! " hardik sang majikan.


" Ba.. Baik Bos ! " balas Doni dengan muka masam.


" Ingat itu ! " tegas sang majikan lantas menutup telepon.


πŸƒπŸƒπŸƒ


" Apa kata Si Boss Don ? " tanya Jono dengan raut muka penasaran.


" Katanya kita harus tetap cari anak itu malam ini juga " jawab Jono.


" Oalah ! " seru Jono dengan muka kecut.


" Ayo kita cari lagi ! Pasti anak itu masih di sekitaran sini, kan dia gak gau tuh jalan pulang ke rumahnya. Apalagi ini sudah tengah malam ! " ujar Doni lalu mereka pun tertawa terbahak - bahak sambil menyusuri jalan yang telah berselimutkan dinginnya angin malam.


10 menit kemudian...


Langkah mereka terhenti dan seketika tawa mereka yang sangat memekakkan telinga itu keluar dari mulut mereka yang terlihat menyeramkan.

__ADS_1


Tawa mereka itu bagaikan pemangsa yang baru saja mendapatkan makanannya. Ya... Memang benar ! Di depan mereka kini kelihatan sosok anak kecil yang mereka cari - cari itu dalam keadaan tergeletak tak berdaya.


Tanpa rasa kasihan, Doni langsung menampar muka Betrand. Tapi anak malang ini sama sekali tak berkutik.


" ****** kita Don... Jangan - jangan dia mati ! " celetuk Jono lantas menghampiri Doni yang jongkok di dekat Betrand yang terkulai lemas.


" Sembarangan lu ! Dia ini pingsan ! " bantah Doni dengan muka jengkel dengan ketololan temannya itu.


Dengan tingkah kekanak - kanakannya itu, Jono mencoba menyentuh Betrand...


" Eh busettt !!! Ini tubuh atau bara api ? " celetuk Jono ketika merasakan tubuh Betrand sangat panas.


" Ngeribetin banget ! Pake acara demam segala lagi " hardik Doni.


" Oalah...Jadi ceritanya kita harus angkat dia ke gubuk ? " ujar Jono dengan wajah yang ditekuk.


" Ya iyalah ! " timpal Dony.


Sebenarnya mereka ogah banget buat ngangkat Betrand, yang menurut mereka itu adalah hal yang ga ada gunanya ! Tapi karena demi uang mereka ga ada pilihan lain.


🌈🌈🌈


Keesokan harinya...


Betrand terbangun dengan kepala yang sangat pening disertai dengan rasa sakit yang tertahankan di sekujur tubuhnya. Ia merasakan tenggorokannya sangat kering disertai dengan rasa panas yang sangat membara di tubuhnya. Dia mencoba bangun dari tidurnya itu, tapi seketika pandangannya terputar. Rasanya kepalanya begitu pusing, karena tak kuat ia hanya menyandarkan tubuhnya di salah satu perabotan yang tak terpakai di gubuk itu.


Dalam diamnya, Betrand tiba - tiba teringat kalau dia belum melaksanakan shalat isya dan subuh, akibat ia tak sadarkan diri dalam waktu yang cukup lama.


Dengan sedikit terburu - buru, dia mencari tempat untuk bertayammum. Dan akhirnya ia mendapatkan salah satu perabotan yang tidak kotor.


Dengan gesit, ia langsung bertayammum dan lekas menunaikan shalat subuh disertai dengan mengqadha salat isya yang sebelumnya tak ia laksanakan.


Meskipun Betrand sedikit telat melaksanakan shalat subuh dan tidak melaksanakan shalat isya pada waktunya, tapi dia tetap khusyu dalam shalatnya. Bahkan ia menyempatkan dirinya untuk berdo'a memohon kekuatan dan pertolongan agar dirinya bisa pulang ke rumah.


Setelah dia menyelesaikan urusan dengan Tuhannya itu, Betrand mencoba bangkit dari tempat duduknya. Ya... Meskipun ia masih merasakan pening di kepalanya disertai dengan rasa panas tubuhnya yang sangat membara yang membuat tenggorokannya terasa sangat kering dan sakit.


Sebenarnya Betrand bisa memilih untuk tetap tinggal di tempat itu, apalagi keadaannya sangat tidak memungkinkan untuk melangkahkan kaki kemana - mana.


Oh tidak...! Dia tak boleh seperti itu ! Betrand bukan sampah ! Ia tak boleh diperlakukan seperti itu dengan seenak hati oleh dua pria berlagak setan itu. Apapun keadaannya, ia harus segera meninggalkan tempat terkutuk tersebut !


Dengan langkah yang sempoyongan disertai dengan perut yang sudah keroncongan , Betrand berusaha untuk menggapai pintu gubuk. Sesekali ia memegang kepalanya yang sangat pening, dia terus berusaha untuk menguatkan langkahnya.


Beberapa menit kemudian...


Akhirnya Betrand sudah keluar dari gubuk, ia berusaha memaksimalkan penglihatannya untuk berjaga - jaga jika dua pria tadi itu muncul. Betrand menghirup nafas lega ketika menyadari tak ada sosok pengganggu itu. Dengan langkah yang pelan, dia berusaha sekuat tenaga untuk menjauh dari gubuk tua tersebut.


" WOYYY... SIALAN !!! MAU KEMANA LO BOCAH TENGIL ? " umpat Doni.


Betrand berusaha untuk tidak menoleh, ia mencoba untuk berlari tapi langkahnya terasa berat. Seolah - olah ada yang menahan kakinya. Tapi dia tak mau menyerah, dengan cepat ia berusaha melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu.


" SIALAN !!! AYO KEJAR JON ! " ujar Doni dengan muka yang sangat berang.


Benar - benar anak yang malang ! Lagi - lagi Betrand tertangkap oleh dua pria


' iblis ' itu.


" Hahaha... Mau kemana kamu ? " gertak Jono sambil mencekat pergelangan Betrand.


" PLAKKK...! " tanpa rasa kasihan sedikit pun Doni langsung menampar pipi Betrand.


Betrand hanya terdiam, rasanya raga dia ingin melayang saat itu juga.


Tanpa belas kasihan, Jono dan Doni menendang Betrand lantas menyuruhnya untuk segera mengamen.


Karena tak bisa melakukan apa - apa lagi, dengan sangat terpaksa Betrand langsung memenuhi perintah mereka.


🍁🍁🍁


Dengan matahari yang sangat terik, Betrand terus bernyanyi dan syukurlah banyak orang yang terpikat dengan suara emasnya itu.


Tapi ada seorang perempuan muda yang kelihatan tengah iba dengan sosok anak kecil yang malang ini. Lantas ia pun mendekati Betrand lalu berkata...


" Dek... Kok mukanya kelihatan pucat ? " tanyanya dengan lembut.


Betrand hanya terdiam.


Karena sangat iba, perempuan itu memegang dahi Betrand untuk memastikan ia sedang sakit atau tidak.


" Ya ampun dek, badannya panas banget ! " seru perempuan itu dengan membelai kepala Betrand.


Dengan cepat dia menarik tangan Betrand dengan lembut lalu membawanya ke tempat yang bernaung.


" Kok ngamen sih Dek ? " tanya perempuan itu.


Betrand hanya terdiam, tak tahu ingin berkata apa. Rasanya pun ia tak sanggup mengeluarkan sepatah kata.


Perempuan muda itu semakin iba.


' Apa mungkin anak ini tak punya orang tua ? Tak punya rumah ? ' pikirnya.

__ADS_1


" Oh iya... Sudah makan belum ? " tanya perempuan muda itu lagi.


Betrand menggeleng lemas.


Dengan cepat, perempuan itu langsung menyodorkan sebungkus makanan dan sebotol air minum yang sebelumnya telah dia beli.


" Ini makanan buat adek. Dimakan ya ! " ucap perempuan itu dengan lembut.


Betrand menoleh sekilas ke arah perempuan muda itu, ia hanya terdiam. Karena tak kunjung menerima makanan yang disodorkan, perempuan muda itu langsung meraih tangan Betrand lantas meletakkan makanan itu ke tangan mungilnya.


Awalnya Betrand hanya menatap makanan yang sudah ada di tangannya itu, tapi beberapa detik kemudian ia tersenyum tipis sambil berkata...


" Makasih Kak "


Perempuan muda itu hanya mengangguk sambil tersenyum lebar.


Setelah itu...


Dengan lahap Betrand melahap makanannya, jauh dalam lubuk hatinya ia berkata...


' Ya Tuhan... Diri ini pernah merasakan hidup bergelimpangan harta, semua yang kuinginkan pasti selalu kudapatkan dengan mudah. Ya... meskipun sejak kecil aku tak pernah mendapatkan kasih sayang kedua orang tuaku. Apakah aku harus menutupi jati diriku yang sebenarnya ini ? ' batin Betrand dengan rasa sesak yang teramat sangat dalam hatinya.


Setelah melahap habis makanannya...


Betrand langsung berterima kasih pada perempuan itu sekaligus berpamitan kepadanya.


" Terima kasih banyak ya Kak... " ucap Betrand dengan sangat sopan.


" Sama - sama Sayang " jawab perempuan muda itu sambil membelai kepala Betrand.


Betrand hanya tersenyum simpul, dengan belaian perempuan muda itu dia menjadi teringat dengan sang kakak yang sudah 6 hari tak ada di sisinya karena harus ikut perkemahan.


" Oh iya Kak... saya pamit dulu ya ! Sekali lagi terima kasih atas semua kebaikan Kakak " tutur Betrand sambil beranjak dari tempat duduknya.


" Hati - hati ya Dek ! " nasihat perempuan muda itu seraya menatap Betrand dengan iba.


Betrand hanya menoleh sekilas sambil tersenyum tipis lantas berlalu, sedangkan perempuan muda itu terus menatap sosok kecil nan malang itu yang perlahan menjauh darinya.


🍁🍁🍁


Di sepanjang perjalanan menuju gubuk, Betrand hanya termenung sambil memikirkan sang kakak yang jauh darinya. Ia teringat kalau besok kakaknya itu sudah pulang. Dia menjadi sedih memikirkan akan bagaimana reaksi sang kakak ketika mendapati dirinya sudah tidak ada di rumah ?


Di tengah keasyikannya melamun, sosok kecil malang ini tiba - tiba dikejutkan dengan dua pria penculik itu yang dengan kasar langsung merampas uang hasil mengamennya.


" Bagus ! Sekarang lo ngamen lagi ! " gertak Doni.


" Lho...? Saya sedang sakit Bang, biarin saya istirahat dulu ! " bantah Betrand dengan muka memelas.


" Apa ? Enak aja lo ! Kami gak mau terima alasan apapun ! Ngamen sana ! " hardik Jono lantas mendorong Betrand dengan kasar.


Betrand hanya terdiam sambil menyaksikan dua pria ' iblis ' itu tertawa terbahak - bahak lalu dengan langkah yang rasanya tak bisa menahan bobot badannya yang mungil itu, Betrand terus menyusuri Jalan Raya poros sambil terus bersenandung ; menembus matahari yang sangat terik seakan-akan ingin menumbangkan tubuhnya saat itu juga.


🌈🌈🌈


Malam itu di gubuk...


Setelah menunaikan salat Isya, Betrand berbaring di dipan depan gubuk.


Matanya memandang lepas bintang - bintang yang bertebaran di langit. Lagi-lagi dia tersenyum simpul melihat semua keindahan itu.


Tapi beberapa detik kemudian...


Senyuman itu hilang bergantikan wajah murung Betrand. Ya... Ada satu hal yang mengganggu pikirannya. Sudah dua hari ia tak pernah pulang ke rumah, tapi sampai didetik ini kedua orang tuanya tak kunjung ada. Setahu Betrand mereka sudah memberikan kasih sayangnya kepadanya. Tapi entah kenapa Sang Ibunda dan Ayahanda - nya tak kunjung terlihat juga.


' Apa mereka sedang mencariku ? Lantas bagaimana reaksi mereka ketika dihari itu Ayah dan Bunda telah memberikan kasih sayangnya kepadaku, tapi aku tak kunjung pulang ke rumah ? '


' Apakah tempat ini sangat terpencil sehingga aku sangat sulit ditemukan oleh mereka ? ' batin Betrand dengan terus bertanya-tanya.


Selama beberapa menit Betrand tetap berada di posisinya itu, dengan panorama bintang yang bertebaran menghiasi mata indah Betrand, tapi dengan begitu pikirannya tetap melayang jauh memikirkan kedua orang tua yang sangat dicintainya.


Tak lama kemudian...


Matanya tak tahan lagi untuk tetap terjaga dan tanpa Betrand sadari ia sudah memasuki alam mimpinya, melupakan segala hal yang membuat pikirannya terganggu ; melupakan segala hal yang membuat fisiknya terasa sangat sakit hingga membuat dirinya semakin lemah tak berdaya.


Keesokan harinya...


Betrand kembali pada rutinitasnya, setelah melaksanakan salat subuh dia hanya terduduk di dipan sambil memandangi semak belukar di sekitarnya.


Tak lama kemudian, lagi - lagi ia dikejutkan dengan Jono dan Doni dan seperti biasa ia menggertak Betrand untuk segera mengamen. Mau tak mau, dengan cepat Betrand langsung menuruti perintah mereka.


Dengan perut yang rasanya sangat sakit, Betrand terus berusaha mengeluarkan suara emasnya sambil menyusuri Jalan Raya Poros yang kini dipenuhi hiruk - pikuk kendaraan yang berlalu lalang.


Tapi beberapa detik kemudian...


Entah kekuatan dan keinginan dari mana ia tiba - tiba menyeberangi jalan dan seketika langkahnya terasa sangat lemah. Bersamaan dengan itu, ada satu mobil pick - up yang melaju dengan sangat kencang ; tapi Betrand tak menyadari itu dan alhasil sosok malang ini pun tertabrak, parahnya mobil itu langsung pergi begitu saja.


Betrand mendengar sayup - sayup banyak orang yang berteriak melihat kejadian yang menimpanya itu. Dia juga mendengar sakit di kepalanya yang sangat luar biasa, sampai - sampai ia merasakan hidung dan kepalanya mengeluarkan darah segar. Tak sampai beberapa detik, pandangannya pun menjadi gelap.


~ Flashback Off ~

__ADS_1


__ADS_2