Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Surat Ini untuk Adikku!


__ADS_3

Sepeninggal Thoriq aku menjalani hidupku seperti biasa. Tapi kali ini aku merasa ada yang berbeda.


Sore itu...


Seperti biasa aku ke rumah pohon kami, satu-satunya tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan. Tak seperti dulu, biasanya di sore hari Thoriq sudah ada di taman ini.


Kutatap sekelilingku...


Berharap perpisahan yang telah lalu di antara kami hanyalah mimpi.Tapi tak kutemukan lagi sosok yang kunanti.


Hanya dedaunan, semerbak bunga, dan muda-mudi yang berlalu lalang yang menjadi panorama di mataku ini.


Bukan lagi sosoknya, yang selalu menghadirkan canda tawa karena ulah yang dibuatnya.


Kini, sosok ramah nan penuh senyuman manis itu telah meninggalkanku seorang diri di sini.


Hufft...


Lebih baik aku menulis tentang kenangan kami yang telah lalu, daripada membuat hati ini semakin risau, batinku seraya mencorat-coretkan penaku di diary bersampul biru langit kesayanganku.


Sunyi...


Sepi...


Hampa...


Itulah yang kurasakan.


Kini...


Sosok periang dan ramah itu tak ada lagi di sisiku.


Kutatap sekelilingku...


Tak ada lagi tawa dan canda yang mengisi hari-hari ini.


Kini...


Aku seorang diri.


Tanpa seorang sahabat yang menemani.


Tanpa kusadari, air mataku ini telah berlinang karena begitu menghayati goresan pena yang kubuat sendiri.


Seketika rasa sesak menerjang dengan begitu hebat di dadaku.


Entah kenapa, hati ini begitu pilu semenjak perpisahanku dengan Thoriq di beberapa hari yang lalu.


Benar...


Semuanya telah berubah... !


Biasanya disaat seperti ini, Thoriq selalu ada untuk menghiburku.


Ia rela bertingkah konyol demi melihatku tersenyum kembali.


Tapi kini...?


Semua itu tak terjadi lagi...

__ADS_1


Hikkss...


Mungkin saking asyiknya diri ini dengan tangisan yang begitu memilukan hati, sampai-sampai aku tak menyadari adikku telah ada di sampingku.


"Kak...?"


Aku benar-benar mengenal suara itu. Ya.. suara polos itu milik adikku, Betrand. Aku buru-buru menghapus air mataku agar ia tak mengetahui kalau aku lagi nangis.


"Eh... kenapa,Sayang?" ujarku sambil mengalihkan perhatiannya.


"Kakak nangis?" tanyanya sambil menatapku dengan sorot mata yang sangat serius.


"Eh...tidak, kok!" sanggahku lantas tersenyum lebar.


"Aku liat sendiri kok,Kak!" bantahnya dengan muka serius.


Aku langsung terdiam dan mengalihkan pandanganku ke arah lain.


"Kak? Kakak kenapa?" tanya Betrand sambil memegang tanganku.


"Tidak, Sayang!" ucapku dengan pelan sambil membelai rambutnya.


"Tapi kakak nangis," sambung Betrand seraya menatap lekat-lekat wajahku.


Seketika aku tak bisa berkata-kata lagi.


Aku tau, kini tak mudah lagi untuk menyembunyikan sesuatu dari diri adikku ini.


"Emm...kakak rindu ya sama Kak Thoriq?" celetuk Betrand dengan pelan.


"Eh...?"


"Iya, Sayang.Makasih,ya!" balasku lantas mencium ubun-ubunnya.


Dia hanya tersenyum tipis menanggapi perkataanku.


Sore itu, kami bermain bersama walaupun Thoriq tak ada lagi di sisi kami.


Aku menatap adikku yang tengah bermain sambil tertawa dengan riang.


Aku kembali menulis di diaryku tentang adikku, Betrand!


Mataku terus mengawasi gerak-geriknya demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan


~ Saturday, 16.00 PM ~


Karenanya...


Aku berusaha kuat walaupun sebenarnya diri ini sangat sedih akan perpisahan antara aku dan Thoriq beberapa hari yang lalu.


Benar kata Thoriq!


Aku harus selalu menjaga Betrand


Aku harus selalu kuat demi dia


Ia masih sangat kecil...


Butuh bimbingan, pendidikan, cinta dan kasih sayang.

__ADS_1


Dari mana lagi ia mendapatkan semua itu?


Kalau bukan dari aku!


Karena disini...


Hanya akulah yang benar-benar sangat menyayanginya.


Adikku, Betrand...!


Kelak suatu saat nanti kamu harus membaca tulisan Kakak.


Kamu anak yang hebat nan luar biasa,Dek!


Kakak bangga bisa memiliki adik sepertimu.


Meskipun Bunda dan Ayah tak pernah menyukaimu.


Tapi jangan bersedih adikku!


Karena cinta dan kasih sayang kakak akan selamanya tercurah untukmu!


Kakak hanya punya satu pesan...


Kakak ingin Betrand jadi orang yang sukses dan tak pernah melupakan Kakak, Bunda, Ayah, Bi Surti, dan keluarga besar kita,Dek !


Ya... kakak tahu.


Bunda, Ayah, dan keluarga besar kita tak pernah suka kepadamu,Dek.


Tapi percayalah...


Suatu saat nanti, tanpa kau sadari...


Lambat laun kasih sayang mereka akan tercurah untukmu.


Adikku...


Makanya dari itu, kakak ingin kau membuktikan kemampuanmu.


Karena di mata Kakak


Kaulah 'Bintang yang sesungguhnya!'


Bintang yang berbeda...


Unik...!


Awalnya tak pernah disukai orang.


Tapi ketika potensi dan semua kelebihan itu mulai terlihat, orang-orang pada menyukainya!


Tetap semangat adik kecilku...!


Do'a dan cinta kasih kakak selalu mengiringimu ❤


Tertanda


Your Beloved Sister,

__ADS_1


Aulia Dwi Z.


__ADS_2