Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Ketika Status Anak Konglomerat tak Ada Artinya


__ADS_3

Setelah membersihkan semua alat-alat makan sang adik, akhirnya Aulia bisa beristirahat juga. Dengan pelan, ia merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil memandangi lampu-lampu hias yang bergantung di langit-langit ruangan keluarganya.


Beberapa detik kemudian...


Pandangannya terfokuskan pada salah satu foto yang melekat di dinding rumah megahnya itu.Di sana ada foto dirinya dengan Ayah Bundanya. Sontak hati Aulia kembali menjadi pilu melihat semua itu. Bagaimana tidak ? Di foto itu tak ada sosok kecil yang ia sayangi. Ya...Betrand !


Hmm... Sebenarnya bukan hanya foto itu, tapi seluruh foto yang ada di rumah megah ini hampir sama sekali tak ada muka Betrand. Itupun kalau ada, hanya foto dia dengan sang kakak ; tanpa kedua orang tua mereka ! Menyedihkan bukan ?


Ketika Aulia mengingat kembali masa-masa itu, seketika rasa pedih bersarang begitu kuat dalam dadanya. Entah apa yang harus ia perbuat demi melihat foto sang adik dipajang di dinding rumahnya yang sangat luas itu ?


Kerap kali ia merengek atau berpura-pura menangis hanya karena ingin meluluhkan hati Bunda dan Ayahnya untuk mau berfoto dengan Betrand dan memajangnya di rumah mereka itu.


Tapi tetap saja, mau bertingkah seperti apapun orang tuanya takkan menuruti semua kemauannya itu. Hufftt... Aulia benar-benar dibuat pusing tujuh keliling dengan perlakukan Bunda dan Ayahnya. Entah kenapa mereka begitu sangat tidak menyukai adik semata wayangnya itu ?


Aulia meregangkan tubuhnya di atas sofa itu dengan terus menatap foto-foto dirinya dengan Bunda Ayahnya. Beberapa detik kemudian, ia terduduk lantas termenung. Ya...Masa-masa menyedihkan itu kembali terputar dalam memorinya.


Pernah suatu ketika, peristiwa ini telah terjadi 6 tahun yang lalu...


🌃🌃🌃


Di rumah megah bak istana itu, milik pasangan konglomerat Royan Chandra dan Silvy Anastasya kini tengah ramai oleh orang-orang yang terus berdatangan. Di sebuah ruangan di rumah megah itu sudah dipenuhi dengan ornamen-ornamen ulang tahun yang bertemakan Princess Elsa. Ya... hari itu memang adalah ulang tahun putri semata wayang dari pasangan Royan Chandra dan Silvi Anatasya.


Sementara itu, di taman depan rumah bak istana megah tersebut...


Aulia terlihat anggun dan semakin elok dengan gaun biru langit yang melekat manis di tubuhnya itu. Sesekali ia tertawa riang dengan Thoriq yang tengah bermain-main dengan sang adik, Betrand.

__ADS_1


Semilir daun dari pepohonan gaharu di sekitar mereka disertai dengan semerbak bunga yang menghiasi taman hijau itu semakin membuat betah tiga bocah kecil ini untuk bermain di sana. Mereka terus berlarian kesana kemari seraya tertawa lepas. Ya... mereka hanyalah anak-anak yang tahunya cuma bermain, sampai-sampai bocah-bocah ini tak menyadari sudah begitu banyak orang yang berlalu lalang di dekat mereka untuk menuju pintu masuk rumah megah itu.


Beberapa menit kemudian...


Saat asyik-asyiknya mereka bermain, tiba-tiba ada 3 orang perempuan yang masih sangat muda menghampiri mereka. Mungkin itu teman Bunda atau Ayah, pikir Aulia.


Sontak, Aulia dan Thoriq menghentikan mainnya dan mengalihkan pandangannya kepada 3 perempuan tersebut dengan tersenyum simpul.


"Halo Aulia, Thoriq!" salah satu dari perempuan muda itu tersenyum kepada sepasang sahabat tersebut.


"Oh iya...Anak kecil itu siapa, Aulia ?" tanya perempuan yang lain sambil menunjuk Betrand yang tengah asyik dengan mainannya.


Aulia menoleh sekilas ke arah sang adik, lalu dengan cepat ia berkata.


Sontak, tiga perempuan muda itu saling beradu pandang seakan-akan ada yang tak biasa dari jawaban Aulia. Entah karena apa? Aulia dan Thoriq pun tak ambil pusing dengan semua itu.


Toh, mereka cuma anak-anak yang tak mengerti dengan urusan mereka ; para orang dewasa.Hehe :D


Beberapa detik kemudian...


Tiga perempuan itu mengajak bocah-bocah kecil tersebut untuk masuk ke dalam rumah.


Salah satu di antara mereka menggendong Betrand lantas berkata, "Ya ampun, ini anak lucu banget sih!Tapi kok gue gak tau ya kalau Silvy punya anak lagi?"


"Gue juga gak tau tuh!" timpal perempuan yang lain dan disertai dengan anggukan oleh temannya yang satu lagi.

__ADS_1


Setelah di dalam rumah...


Ketiga perempuan itu lantas menghampiri Silvy yang kelihatan sibuk menyambut tamu, sementara Aulia dan Thoriq kembali bermain-main di ruangan itu. Dan Betrand ? Oh... dia masih ada di dekapan perempuan cantik tersebut,teman sang Ibunda.


"Vy... Ya ampun!" Anindya berseru sambil mendekap Betrand. "Anak kamu lucu banget Vy, tapi gue gak tau lo punya anak lagi!"


"E-Eh," sontak Silvy membulatkan matanya ketika melihat sahabatnya itu tengah mendekap sosok kecil yang sangat dia benci, "itu anak pembantu!"


"Oalah... Aku pikir anak kamu, Vy!" seru teman Silvy yang lain.


Sementara itu, Aulia yang sedari tadi melihat gerak-gerik sang ibunda dengan temannya itu seketika tersentak kaget mendengar ucapan Bundanya yang sangat memilukan hati. Dan karena hal itulah, seketika wajahnya menjadi murung.


"Kenapa Ul?" tanya Thoriq dengan pelan.


"Kamu gak denger omongan Bundaku?" mata Aulia mulai berkaca-kaca.


Thoriq hanya menggeleng pelan sambil menatap wajah sahabatnya itu.


"Kata Bunda...Betrand anak pembantu,"ucap Aulia dengan lirih.


~ Rainbow, Star, and Moon ~


Mengingat itu semua, seketika membuat air mata Aulia mengalir dengan deras di pipinya. Di usianya yang kini menginjak 12 tahun, ia baru menyadari itu semua. Ya... Tentang status Betrand yang tidak diketahui sama sekali oleh mereka di luar sana ; orang-orang terdekat kedua orang tuanya.


Ya Tuhan... sebenci itukah Bunda dan Ayah terhadap Betrand, sampai-sampai saat ini orang-orang masih keliru dengan status Betrand, batin Aulia sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


__ADS_2