Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Masa - Masa Sulit


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Betrand langsung ditangani oleh dokter. Aku tak henti - hentinya menangis melihat keadaan adikku yang begitu memprihatinkan.


" Ul... Jangan salahkan dirimu ! Ini semua bukan salahmu kok, Betrand pasti akan baik - baik saja ! " hibur Thoriq sambil duduk di dekatku dan mengelus - elus punggungku.


Aku hanya terdiam tapi tangisanku agak mereda.


" Sudah ya ! Kita berdo'a aja supaya Betrand gak kenapa - napa " lanjut Thoriq sambil tersenyum lebar.


Aku hanya mengangguk.


Thoriq dan Ayahnya terus menghiburku dan membuatku yakin kalau Betrand akan baik - baik saja.


Tak lama kemudian...


Pintu ruang IGD pun terbuka, dokter yang menangani Betrand sudah berdiri di dekat kami.


" Dok... Gimana keadaan adik saya ? " tanyaku sambil beranjak dari tempat dudukku.


Dokter tersebut menghembuskan nafasnya dengan pelan lalu ia berkata dengan serius...


" Syukurlah adik kamu dibawa secepatnya kesini. Dia hampir tak tertolong lagi...! " jawabnya.


Aku hanya menatap dokter tersebut sambil menunggu perkataan selanjutnya dengan mata yang berkaca - kaca.


"...Dengan berat hati saya mengatakan dia gegar otak karena benturan keras di kepalanya. Tapi tenang, gegar otak yang dialaminya tergolong ringan. Meskipun begitu, saat ini dia sedang melewati masa komanya " lanjutnya.


" Saya permisi dulu " Dokter itu pun berlalu.


🌈🌈🌈


Tanpa pikir panjang, aku pun langsung berlari masuk ke dalam ruang IGD. Air mataku tak terbendung lagi, ketika menatap adikku terbaring lemas dengan infus yang menempel di tangan kirinya disertai dengan alat bantu pernafasan yang menutupi hidung dan mulutnya.


Aku mengenggam erat tangan Betrand lalu membelai rambutnya sambil mencium keningnya.


" Betrand...! Yang kuat sayang " bisikku dengan pelan.


Aku terus menatap wajah polos adikku yang tengah melewati masa kritisnya. Dalam hatiku aku terus bertanya - tanya...


' Kenapa Betrand bisa seperti ini ? Ada apa sebenarnya ? '


🌺🌺🌺

__ADS_1


" Ul... Sudah adzan Maghrib nih, sholat dulu yuk ! " ajak Thoriq yang dari tadi ternyata ikut masuk di ruangan ini.


" Eh... Iya Riq " jawabku.


" Cepat sadar ya dek ! Kakak tinggal sebentar ya " ucapku sambil mengecup kening Betrand.


Setelah mengambil wudhu, kami pun shalat berjamaah di mushola rumah sakit. Setelah shalat, aku berdo'a dengan begitu khusyu dengan berlinang air mata, memohon kesembuhan untuk adikku.


Setelah itu...


" Ul... Kamu pasti gak makan dari tadi siang ya ? Kamu duluan aja ke rumah sakit, aku sama Ayah pergi ke depan dulu buat beli makanan " ujar Thoriq saat kami keluar dari mushola.


Aku hanya mengangguk.


Setelah Thoriq dan Ayahnya pergi ke warung, aku langsung bergegas ke rumah sakit.


Tiba - tiba...


Saat aku sudah berada di depan ruangan IGD tempat Betrand dirawat, aku mendengar suara yang sangat familiar di telingaku.


" Bunda... " ucapannya begitu lirih dan siapa saja yang mendengarnya pasti akan merasakan pilu di hatinya.


" Bunda... "


" Bunda..."


" Betrand...! Kenapa dek ? " balasku sambil membelai rambutnya.


" Bunda...? " dengan lemas ia memegang tanganku.


" Ini kakak sayang " jawabku sambil memegang tangannya dengan erat.


Betrand langsung mengerjap - ngerjapkan matanya dan ia menatapku dengan sangat teduh.


" Kakak...? " ucapnya.


Syukurlah...! Betrand mengenalku.


" Iya sayang, kenapa ? " jawabku sambil menatapnya dengan penuh kasih sayang.


" Bunda...? Bunda mana Kak? " tanyanya dengan nafas tersengal - sengal.

__ADS_1


Aku terdiam.


' Ya Tuhan... Aku harus bagaimana, ternyata adikku sangat merindukan kehadiran Bunda disisinya ' batinku sambil menatap Betrand dengan tak tega.


" Bunda kan sibuk kerja. Tapi nanti pasti akan kesini kok ! " hiburku sambil mengelus - elus tangannya.


Tak lama kemudian...


Dokter pun masuk dan kembali memeriksa keadaan Betrand. Setelah itu, aku melihat alat bantu pernafasan Betrand diganti.


Kemudian, aku keluar dulu dari ruangan untuk berbincang - bincang dengan dokter.


" Syukurlah..., dia berhasil melewati masa kritisnya. Dan berangsur - angsur keadaannya jauh lebih baik dibanding tadi " ucapnya.


" Alhamdulillah...Terima kasih banyak Dok " balasku sambil tersenyum.


🌺🌺🌺


Setelah itu, aku kembali masuk ke ruang IGD dan tak lama kemudian Thoriq dan Ayahnya pun datang.


" Halo...! Betrand sudah sadar ya " sapa Thoriq dengan tersenyum ramah kepada adikku.


Betrand hanya menatap Thoriq dengan lemas.


" Iya Kak...! Betrand sudah sadar " ucapku mewakili Betrand menjawab pertanyaan Thoriq disertai dengan senyuman.


Thoriq langsung menghampiri Betrand dan mengecup keningnya.


" Tuh...! Kak Thoriq sampai datang jauh - jauh lho buat lihat Betrand " timpalku.


Betrand hanya mengangguk.


" Oh iya... Betrand makan dulu ya, biar cepet sembuh ! " ujar Thoriq sambil mengambil makanan yang telah ia beli.


" Wah...! Makasih ya Kak " ucapku lagi - lagi mewakili adikku.


" Siap...!"


" Biar kakak yang suap ya " ucapku lalu Thoriq menyodorkan bubur itu kepadaku.


' Ya Tuhan...Semoga ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku melihat Betrand terbaring tak berdaya seperti ini ' batinku sambil menyuapi adikku dengan telaten dan penuh kasih sayang '

__ADS_1


__ADS_2