Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Panggilan Rindu Betrand untuk Ayah Bunda


__ADS_3

Keesokan harinya...


Aku bangun lebih awal dan kudapati adikku yang sudah terbangun, tapi sepertinya ia masih mengira aku tertidur. Aku juga melihat Thoriq yang masih terlelap.


Aku mengerjap - ngerjapkan mataku, lalu beranjak dari sofa dan keluar dari ruangan IGD menuju WC untuk membersihkan muka.


Sekitar 10 menit, aku pun kembali ke ruangan IGD dan kudapati Thoriq yang sudah terbangun dan kini tengah duduk di samping Betrand.


Aku hanya tersenyum simpul melihat mereka yang begitu akrab.


" Selamat pagi adik kakak dan sahabatku yang luar biasa... ! " sapaku dengan ramah sambil menghampiri mereka.


" Pagi Kak Aulia... ! " balas Thoriq sambil menoleh dan tersenyum ke arahku.


" Pagi Kak " ucap Betrand dengan tersenyum tipis.


Aku hanya tersenyum lebar lalu mencium kening adikku.


" Gimana perasaannya dek ? Gak sakit lagi kan kepalanya ? " tanyaku dengan lembut sambil membelai kepalanya.


" Masih agak nyeri Kak " jawabnya dengan memegang tanganku.


" Yasudah, jangan khawatir ya dek ! Nanti Betrand pasti sembuh kok ! " hiburku sambil mengelus pipi mulusnya.


Ia hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


Saat kami asyik - asyiknya berbincang, seorang perawat memasuki ruangan IGD ini dengan membawa sarapan untuk Betrand.Dan dengan senyuman ramahnya itu ia menyapa Betrand...


" Halo adik kecil, gimana perasaannya ? Sudah baik kan ? Sekarang waktunya sarapan ! "


Betrand hanya tersenyum simpul sambil berkata...


" Terima kasih Kak " jawabnya.


" Terima kasih banyak ya Kak " ucapku dan Thoriq dengan serentak.


" Baik, saya keluar dulu ya " balasnya dengan berlalu.


🌺🌺🌺


Setelah perawat itu keluar, aku langsung menyuapi Betrand.


" Betrand, sarapan dulu ya dek ! " ujarku dengan lembut.


Ia hanya mengangguk dan menerima setiap suapanku dengan tampang polosnya.


Setelah aku menyuapi adikku, aku berkata padanya...

__ADS_1


" Betrand, setelah ini kakak pulang dulu ke rumah ya ! Masih banyak urusan di rumah, sekalian ambil baju ganti buat Betrand. Gapapa kan dek ? "


" Gapapa kok Kak " jawabnya dengan tersenyum lebar.


" Kakak juga pulang sebentar ya dek ! Sebentar Kakak balik lagi ke sini " timpal Thoriq sambil mencium pipi Betrand.


" Iya Kak " balasnya dengan tersenyum tipis.


🌈🌈🌈


Setelah memberi tahu kepada perawat untuk menjaga Betrand selama kami tak ada disisinya, kami pun pulang ke rumah menggunakan mobil Ayah Thoriq.


Selama kurang lebih 10 menit menempuh perjalanan, akhirnya kami sampai di rumah. Dan syukurnya, Bunda dan Ayah sudah berangkat ke kantor. Jadi aku sedikit merasa lega dan tak perlu khawatir akan amarah mereka. Dengan terburu - buru, aku langsung masuk ke dalam rumah. Menyiapkan pakaian untuk Betrand dan tentunya aku juga mandi, berganti pakaian, dan sarapan.


Sekitar 20 menit setelah semuanya beres, aku pun keluar dan mendapati Thoriq telah duduk di teras rumahku.


" Eh Thoriq, kok ga masuk sih ? " tanyaku.


" Eh, gak usah Ul " tolaknya sambil tersenyum.


" Udah siap ? " tanyanya.


" Iya Riq "


" Yasudah, tunggu Ayahku dulu ya ! Ayo ke rumahku ! " ujar Thoriq sambil beranjak dari tempat duduknya.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


" Ayo masuk Ul ! " ajak Thoriq.


" Iya, makasih Riq " jawabku.


Di dalam rumah Thoriq...


" Mau minum apa Ul ? " tanyanya.


" Eh, gak usah Riq ! Makasih " tolakku dengan tersenyum tipis.


" Hmm... Yasudah " ucapnya.


" Oh iya Riq...Makasih ya " tuturku dengan pelan.


" Makasih...? Buat apa Ul ? " tanya Thoriq sambil menatapku dengan serius.


" Ya... Karena kamu dan Ayahmu telah membantu aku mencari Betrand, bahkan kalian rela menemaniku untuk menjaga Betrand " jelasku dengan nada tak enak.


" Ya ampun Ul, gapapa ! " timpal Thoriq dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


Aku hanya terdiam.


Tak lama kemudian...


" Sudah siap anak - anak ? " tanya Om Arif, Ayah Thoriq.


" Siap Om " jawabku.


" Baik. Ayo...! "


Kami pun naik ke mobil. Kusandarkan tubuhku ke jok mobil, mencoba mencari posisi yang nyaman. Kutatap jalan raya yang kini sangat ramai dilalui oleh hiruk pikuk kendaraan yang berlalu lalang.


Pikiranku melayang jauh, memikirkan semua kejadian yang telah menimpa adikku, Betrand. Aku masih bingung dan terus bertanya - tanya, rasanya kecelakaan itu bukan kecelakaan biasa. Apalagi setelah mendengar perkataan mbak - mbak kemarin, kalau Betrand ngamen ! Aneh kan ? Ya... Aku tahu betul, Betrand takkan keluar dari rumah jika tak ada hal yang penting. Apalagi setelah melihat lokasi kejadian kecelakaan kemarin, jauh banget ! Jujur..., Betrand tak tahu jalan ke tempat lain, selain sekolah ! Rasanya seakan - akan seperti ada dalang di balik semua ini !


Terlalu asyik bergelayut dengan pikiranku sendiri, sampai - sampai aku tak menyadari kalau ternyata kami telah sampai di rumah sakit.


" Ul, udah sampai nih ! " seruan Thoriq seketika membuatku tersadar dari lamunanku.


" Eh... Iya " sontak aku pun keluar dari mobil dan mengikuti langkah kaki Thoriq dan Om Arif menuju ke ruangan IGD, tempat Betrand dirawat.


Setelah kami sampai di ruang IGD, kami mendapati Betrand tengah duduk di ranjang sambil membaca Majalah Bobo yang telah disediakan pihak rumah sakit ini. Keren kan ?


Mungkin saking asyiknya membaca majalah itu, sampai - sampai dia tak menyadari kalau aku menghampirinya. Aku langsung berdehem, mencoba menarik perhatian Betrand.


" Ehem..."


Betrand langsung mendongakkan kepalanya


" Kakak ! " sambutnya dengan tersenyum lebar.


" Hy Betrand ! Ayik banget ya baca Majalah Bobo nya, sampai - sampai ga sadar Kakak datang ! " seruku sambil membelai pipinya.


Betrand hanya tersenyum dan mencoba memelukku.


Aku langsung mendekatkan badanku ke arahnya dan langsung memeluknya.


" Kak, Bunda sama Ayah kok belum datang sih ? " ujar Betrand dalam pelukanku.


Degg !


Aku tersentak kaget mendengar perkataan itu yang untuk sekian kalinya keluar dari mulut adikku. Rasanya hati ini teramat pilu mendengar panggilan rindunya. Karena tak ingin dia bersedih dan tentunya tak ingin hal itu menjadi beban pikiran Betrand, aku berupaya keras untuk menghiburnya dengan mengatakan...


" Betrand, Bunda dan Ayah lagi sibuk kerja sayang ! Yang sabar ya dek, besok kan Betrand sudah bisa pulang. Jadi bisa ketemu lagi sama Bunda dan Ayah " hiburku sambil membelai kepalanya.


Dia hanya terdiam.


' Hufft...

__ADS_1


Pada akhirnya selalu begitu, semoga saja Betrand tak terlalu memikirkannya ' batinku dengan sedikit lega


__ADS_2